
"Alih amu atin au ali atal alu uat tat Dep(Galih kamu yakin mau cari pacar baru buat kak Dev)" tanya Galah.
"Ia la atu ni ius(iya lah aku ini serius)" ucap Galih dengan tegas.
"lus amu au ali tewe di ana(terus kamu mau cari cewek di mana)" tanya Galah melihat sang kembaran.
"Ali di enet tan anyat(cari di internet kan banyak)" ucap Galih sambil berpikir.
"Haa di enet, man ada tewe di enet(hah di internet, emang ada cewek di internet)" tanya Galah dengan raut wajah penasaran.
"Ada la, ual aju aja ada di enet apa agi tewe(adalah, jual baju aja ada di internet apa lagi cewek)" ucap Galih sambil terkikik geli.
"Amu ni ius don(kamu ini serius dong)" ucap Galah.
"Atu ni uda ius ama amu Alah(aku ini sudah serius sama kamu Galah)" ucap Galih.
"Api to atu ulan caya ya(tapi kok aku kurang percaya ya)" ucap Galah.
"Alo ga caya ya uda(kalau gak percaya ya udah)" ucap Galih.
Obrolan kedah bocah kecil itu di dengar oleh kak Dev yang sedang fokus menyetir mobil, tapi kak Dev memili diam saja, dari pada nanti di ceramahin oleh kedau bocah kembar itu lebih baik milih diam saja.
Saat ini kak Dev dan si kembar sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, Iqbal dan Kifli tidak ikut karena hari juga sudah mulai sore, dan Iqbal, Kifli akan bermain besok ke rumah si kembar.
Sepanjang perjalanan kedua bocah kembar itu tak henti-hentinya berceloteh, kadang juga kedua bocah kembar itu tertawa bersamaan.
Galih melihat ke luar jendela mobil, ada seorang nenek yang sedang berjualan kue di pinggiran jalan, Galih lalu meminta kak Dev berhenti.
"Tat enti tat(kak berhenti kak)" ucap Galih.
"Kenapa?" tanya kak Dev melihat ke belang.
"Ita inta uit don tat(kita minta duit dong kak)" ucap Galih.
"Duit, buat apa?" tanya kak Dev.
"Da ini aja uit ya tat(udah, sini aja duit nya kak)" ucap Galih.
Kak Dev lalu memberikan dua lembar uang seratus ribu, Galih mengambil uang itu lalu mengajak Galah keluar dari mobil.
"Tat Dep ungu di obil ya(kak Dev tunggu di mobil ya)" ucap Galih.
"Kalian mau kemana dulu?" tanya kak Dev.
"Ita au asi jeki ama nenet itu(kita mau kasih rejeki sama nenek itu)" ucap Galih menunjuk ke arah luar jendela mobil.
Kak Dev mengikuti arah yang di tunjung Galih, ternyata seorang nenek yang sedang berjualan di pinggiran jalan.
"Cepat ya jangan lama" ucap kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap si kembar.
"Yo Alah ita ulun(ayo Galah kita turun)" ajak Galih, kedua bocah kembar itu lalu turun dari mobil.
Si kembar mendekati nenek yang sedang menjual kue itu.
"Net(nek)" panggil Galih.
"Dek, mau beli kue ya" tanya nenek itu, melihat kedua bocah kembar.
"Ga net, ni ada eki uat nenet di abil ya net(gak nek, ini ada rejeki buat nenek di ambil ya nek)" ucap Galih, memberikan uang yang ia minta dari kak Dev tadi, lalu memberikan pada nenek itu.
"Ini buat nenek nak?" tanya nenek lagi sebelum mengambil uang itu dari tangan Galih.
__ADS_1
"Ia ni uat nenet, di ima ya net(iya ini buat nenek, di terima ya nek)" ucap Galih.
"Alhamdulillah,, terimakasih banyak nak, kalian baik sekali masi kecil-kecil tapi sudah berhati mulia" ucap nenek itu mengambil uang yang di berikan oleh kedua bocah kembar itu.
"Moga ualan nenet abis ya(semoga jualan nenek habis ya)" ucap Galah.
"Amin, terimakasih banyak nak" ucap nenek itu.
"Ama-ama net, alo ditu ita ulan ulu ya(sama-sam nek, kalau gitu kita pulang dulu ya)" ucap si kembar.
"Iya nak, kalian hati-hati ya" ucap nenek itu.
"Ia net(iya nek)" ucap si kembar lalu kembali lagi masuk ke dalam mobil, banyak orang yang melihat kedua bocah kecil itu sampai masuk ke dalam mobil mewah mereka.
"Uda tat(udah kak)" ucap Galih.
"Kita lanjut jalan ya" ucap kak Dev melihat kedua bocah kembar itu.
"Ia tat(iya kak)" mobil pun kembali berjalan meninggalkan arena itu.
Kak Dev masi tak habis pikir kalau si kembar yang ia kenal nakal itu sangat memiliki hati nurani yang tinggi, tak bisa melihat krang susah keduanya langsung turut menolong.
"Kaka bangga sama kalian" ucap kak Dev, membuat si kembar saling pandang.
"Anga enapa tat(bangga kenapa kak)" tanya Galah.
"Kalian tidak hanya nakal, tapi juga suka menolong sesama" ucap kak Dev tersenyum melihat kedua bocah kembar itu.
"Ia don ebal ditu lo(iya dong kembar gitu loh)" ucap Galih dengan bangga.
"Kaya gini aja, gak usah nakal lagi" ucap kak Dev.
"Aap tat ita ga isa(maaf kak kita gak bisa)" ucap Galah dan Galih bersama.
Mobil sport yang di kemudikan kak Dev memasuki gerbang rumah besar si kembar, terlihat mobil papi Gilang saudah terparkir di sana.
"Wa api da ateng(wah papi udah datang" ucap Galih.
"Ia api da ateng, yo ita ulun(iya papi udah datang, ayo kita turun)" ajak Galah.
Kedua bocah kecil itu turun dari mobil, meninggalkan kak Dev sendiri di dalam mobil.
"Dasar bocah-bocah nakal, gue di tinggalin sediri" ucap kak Dev memasukan mobil ke dalan garasi.
Sedangkan si kembar sudah keluar dari mobil, dan berlari ke dalam rumah karena melihat mobil sang papi sudah terparkir di sana.
"Eyan api ana(eyang papi mana)" tanya Galih melihat eyang Nisa di ruang tengah.
"Ada di kamar sayang, kenapa?" tanya eyang Nisa melihat kedua cucunya.
"Ita da el lu eyan(kita ada perlu eyang)" ucap Galah, membuat eyang Nisa mengernyit kaget mendengar perkataan kedua cucunya itu.
"Yo Alah ita iat api di amal(ayo Galah kita liat papi di kamar)" ajak Galih, kedua bocah kembar itu pergi ke karang kedua orang taunya.
Galih mencoba membuka pintu, tapi tak bisa karena pintunya di konci dari dalam. Galah yang melihat Galih kesusahan membuka pintu pun ikut mambantu.
"Aya ya intu ya di unci ali alam de(kayak nya pintunya di kunci dari dalam deh)" ucap Galih.
"Lus imana don(terus gimana dong)" tanya Galah melihat sang kembaran.
"Ita etot aja(kita ketok aja)" ucap Galih.
Kedua bocah kecil itu pun mengetok pintu dengan keras, tapi sudah mengetuk sangat lama tak kunjung di bukakan pintu oleh mami Ambar dan papi Gilang.
__ADS_1
"Ga di uka agi(gak di buka lag" ucap Galih.
"Yo ita te amal aja, anti ita alit agi(ayo kita ke kamar aja, nanti kita balik lagi)" ajak Galah, Galah dan Galih pun pergi dari sana, kedua bocah kembar itu pergi ke lantai dua di mana kamar mereka berada.
"Alah oba de amu iat ni(Galah coba deh kamu liat ini)" ucap Galih menunjukan layar tap miliknya.
"Ni tiapa(ini siapa)" tanya Galah.
"Ni tewe yan atan ita doin ama tat Deo(ini cewek yang akan kita jodohin sama kak Dev)" ucap Galih melihat Galah.
"Lus amu enal ga ama tewe ni(terus kamu kenal gak sama cewek ini)" tanya Galah.
"Ga anti ita inta antuan ucel ya(gak nanti kita minta bantuan uncle ya)" ucap Galih.
"Api tan ucel da ulan(tapi kan uncle udah pulang)" ucap Galah.
"Anti ita inta akek uat epon ucel(nanti kita minta kakek buat telpon uncle)" ucap Galih.
"Ia de(iya deh)" ucap Galah.
Rupanya kedua bocah kembar itu benar-benar mencarikan jodoh yang kain untuk kak Dev, karena Meraka gak suka kak Dev sama wanita yang di panggil nenek sihir itu.
"Yo ita ali akek uat epon ucel te tini(aho kita cari kakek buat telpon uncle ke sini)" ajak Galih.
"Yo(ayo)" ajak Galah juga, kedua bocah kembar itu keluar lagi dari kamar mereka, turun ke lantai bawa mencari keberadaan kakek Nicko.
"Tu akek(itu kakek)" ucap Galah.
Si kembar pun mendekati kakek Nicko yang sedang sibuk dengan lap top miliknya di atas meja kaca.
"Akek (kakek)" panggil si kembar mendekati kakek Nicko.
"Hey boy kalian sudah pulang?" tanya kakek Nicko.
"Akek agi pain to ake atamata(kakek lagi ngapain kok pake kacamata)" tanya Galih duduk di dekat sang kakek.
"Kakek lagi periksa berkas boy, ada apa nih" tanya kakek.
"Ke epon ucel don ulu te ini ita da el lu(kek telpon uncle dong suruh ke sini kita ada perlu)" ucap Galih, kakek Nicko melihat kedua cucunya itu.
"Ada perlu apa sih, kok kayaknya serius banget?" tanya kakek Nicko.
"Ada de ake ga oleh au(ada deh kakek gak boleh tau)" ucap Galah.
"Nanti kakek telpon uncle ya" ucap kakek Nicko.
"Enal ya ke(Benar ya ke" tanya kedua bocah kembar itu.
"Iya boy" jawab kakek Nicko.
Tak lama kemudian terlihat kakek Leo dan eyang Sisi memasuki ruang tengah sambil membawa sesuatu di tangannya.
"Akek Yeo, eyan Isi(kakek Leo, eyang Sisi)" ucap si kembar.
"Hay sayang, kalian udah besar ya" ucap eyang Sisi.
"Ia don eyan, ia tata ela ana eyan(iya dong eyang, iya kaka Sheila mana eyang)" tanya Galih.
"Kak Sheila lagi pergi sama uncle Brian sayang" ucap eyang Sisi.
"To eleta ga adat ita ci(kok mereka gak ajak kita si" ucap Galah yang mendapat anggukan dari Galah sang kembaran.
Kakek Nicko menyambut Leo dan Sisi, tak lama kemudian eyang Nisa juga bergabung bersama mereka.
__ADS_1
Next...