Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Nguping


__ADS_3

Galih dan Iqbal kembali dengan membawa minuman buat Galah dan Kifli juga, ternyata Galih berkata ambil sendiri tak serius.


"Ni unim alin, ita ait tan yo etalan ilan ima asih ama ita(ini minuman kalian, kita baik kan ayo bilang terimakasih sama kita)" ucap Galih.


"Ia maaci ya Alih, Ibal da bil ita inum (iya makasih ya Galih, Iqbal udah ambil kita minum)" ucap Galah sambil tersenyum.


"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap Iqbal.


"Maaci ya Alih, Ibal(makasih ya Galih, Iqbal)" ucap Kifli juga.


Keempat bocah kecil itu kembali memakan cemilan mereka, sambil Galih berceloteh dengan riang.


Galih melihat aunty Maura yang sedang mengangkat mainan beby Aqil, membuat beby kecil itu tak henti-hentinya tertawa.


"Oty(aunty)" panggil Galih.


"Ada apa sayang?" tanya aunty Maura.


"Atu ole dendon adit Atil ga(Aku boleh gendong adik Aqil gak)" tanya Galih.


"Gak boleh sayang, adik Aqil kan masi kecil, Galih juga belum bisa nahan adik Aqil," ucap aunty Maura.


"Utan dendon dili oty, dendon dini(bukan gendong berdiri aunty, gendong gini)" ucap Galih memberikan contoh bayi di letakan di pangkuan nya.


"Tetap gak bisa sayang, Galih gak bisa nahan adik Aqil," ucap aunty Maura.


"Adaal atu tan enen endon(padahal aku kan pengen gendong)" ucap Galih sambil memakan kripik nya.


Kedua mata Galah tak sengaja melihat benda yang ia kenal, benda itu berantakan di atas sofa dekat box bayi tempat tidur beby Aqil.


"Ni tan empes yan ucel asi ama ita(ini kan pampers yang uncle kasi sama kita)" ucap Galah.

__ADS_1


Galih, Iqbal dan Kifli pun melihat ke arah Galah, dan benar saja pampers itu berada di sana.


"Tu tan empes yan ucel asi ma ita(itu kan pampers yang uncle kasi sama kita)" ucap Galih juga.


"Itu pampers adek Aqil sayang, uncle salah kadi hadiah sama kalian," ucap aunty Maura.


"Ia ucel ni(iya uncle ini)" ucap Galih.


"Oty, ucel Jo di antol ya(aunty, uncle Jo di kantor ya)" tanya Galah.


"Iya sayang," ucap aunty Maura.


"Udah gak makam kripik lagi ya," tanya aunty Maura.


"Da ga oty, igi ita atit(udah gak aunty, gigi kita sakit)" ucap Galih.


"Kenapa kok bisa sakit, kan cuma makan kripik aja," ucap aunty Maura.


"Ia alya ipit ya tan iut (iya sialnya kan kripik nya kriuk)" ucap Galih.


"Mau ke kemana kalian sayang?" tanya Aunty Maura.


"Ita au uci anan oty(kita mau cuci tangan aunty)" ucap si kembar.


"Nanti balik lagi ke sini ya," ucap aunty Muara.


"Ia oty(iya aunty)" ucap keempat bocah kecil itu.


Si kembar dan kedua sahabatnya pergi ke arah dapur untuk mencuci tangan mereka, sama-sama keempat bocah kecil itu mendengar suara obrolan.


"Ais iam anan icit(guys diam jangan berisik)" ucap Galih.

__ADS_1


"Eman da apa(emang ada apa)" tanya Galah.


"Tu egal de(tuh dengar deh)" ucap Galih.


"Iya mas, aduh mas romantis banget sih ama inem, ia mas inem juga cinta ama mas Tino" suara obrolan dari balik dapur.


"Ayo olan agi omon di epon(kaya orang lagi ngomong di telpon)" ucap Galih.


"Yo ita iat(ayo kita liat)" ucap Galah.


"Yo(ayo)" ajak Galih juga.


Keempat bocah kecil itu mengintip dengan pelan dari pintu menuju belakang, dan benar saja si bibi lagi telponan sambil tersenyum malu, membaut keempat bocah kecil itu saling pandang.


"Bibi agi epon ama atal ya(bibi lagi telpon sama pacarnya)" ucap Galih.


"Alih ana amu au alo tu atal bibi(dari mana kamu tau kalau itu pacar bibi)" ucap Galah.


"Tu ali ala omon ya aja da eliatan ais(tuh dari cara ngomong nya aja udah keliatan guys)" ucap Galih.


"Iya mas, I love you too mas ku sayang,, uummaa," ucap bibi sambil tersenyum malu.


"Bibi ebay, ate tium di pe(bibi lebay, pake cium di hp)" ucap Galih.


"Ialin aja, yo ita uci anan aja(biarin aja, ayo kita cuci tangan aja)" ucap Iqbal.


"Ia yo(iya ayo)" ucap Galah juga.


Keempat bocah kecil itu kembali lagi setelah mencuci tangan, aunty Maura masi berada di sana menemani beby Aqil.


"Sayang kok kalian lama banget sih?" tanya aunty Maura.

__ADS_1


"Ia oty, ita bis upin bibi agi epon ama atal ya(iya aunty, kita habis nguping bibi lagi telponan sama pacarnya)" ucap Galih.


Membuat aunty Maura tersenyum melihat keempat bocah kecil itu.


__ADS_2