
Apapun permintaan si kembar pasti akan di kabulkan oleh sang kakek buyut, seperti minta pancuan kuda kakek buyut langsung mengiyakan permintaan kedua cicit nya itu.
Terlihat si kembar sedang bersorak senang, karena baru saja permintaan mereka di iyakan oleh sang kakek buyut, membuat uncle Brian dan uncle Marvel saling pandang.
"Kira-kira kalau kita minta sesuatu lagi sama kakek, bakal di kasih gak ya," ucap uncle Marvel.
"Pasti di kasih lah kita kan cucu kakek," ucap Brian.
Rupanya obrolan keduanya tak sengaja di dengar oleh si kembar dan kedua sahabatnya, Galih dengan cepat mendekati kedua uncle mereka.
"Etalan tu ucu etayanan akek uyut tu ita, embal ucel(sekarang itu cucu kesayangan kakek buyut tuh kita, member uncle)" ucap Galih menatap kedua uncle nya.
"Lah kita juga cucu kak buyut sebelum kalian lahir," ucap uncle Brian.
"Tu ulu, etalan da ita(itu dulu, sekarang udah kita)" ucap Galah gak mau kalah.
"Ia utiya aja akek uyut asun aci tuan tuda uat ita(iya buktinya aja kakek buyut langsung kasih pancuan kuda buat kita)" ucap Galih.
"Iya deh iya, kalian cucu kesayangannya," ucap uncle Brian mengalah.
"Ditu don, elalu ala uat ita(gitu dong, selalu ngalah buat kita)" ucap Galih melihat uncle Brian dan uncle Marvel.
"Yo ais ita bil inum (ayo guys kita ambil minum)" ajak Galih.
Keempat bocah kecil itu pun pergi mengambil minum di dapur, mereka mencari bibi gak ada di sana, Galah langsung mendekati kulkas dan melihat isinya.
Kedua mata Galah berbinar melihat ada koyak es krim yang berada di dalam kotak priser, Galah pun langsung memanggil ketiga sohibnya.
"Ais tini de, da et tim tu(guys sini deh, ada eskrim tuh)" tunjuk Galah.
"Wa ia ada et tim, as anet ni bis ain tuda(wah iya ada es krim, pas banget nih habis main kuda)" ucap Galih.
"Yo Alah bil et tim ya(ayo Galah ambil es krim nya)" ucap Galih.
"Ia," ucap Galah, lalu mengambil kotak es krim itu dari dalam priser, Galih mengambil empat sendok lalu duduk di kursi meja makan.
Galah membawa es krim yang ia ambil itu ke meja di mana ketiga sohibnya sudah menunggu di sana.
"Ni ais, ita agi ya, tan et tim ya uma atu aja(nih guys, kita bagi ya, kan es krim nya cuma satu aja)" ucap Galah.
"Ia Alah(iya Galah)" ucap ketiga sohibnya itu.
__ADS_1
Galah mulai membuka penutup kotak es krim itu, Galih sudah terlihat gak sabaran ingin menikmati es krim itu.
"Atu ulu ya, alu alian (aku dulu ya, baru kalian)" ucap Galah.
Keempat bocah kecil itu duduk berjajar di kursi sambil bergantian menyendok es krim yang mereka dapat di kulkas, entah es krim milik siapa itu.
"Et tim ya enat anet ya(es krim nya enak banget ya)" ucap Galih.
"Ia, atu uka asa ya enat(iya, aku suka rasanya enak)" ucap Iqbal juga.
Isi kotak es krim hanya tersisa sedikit oleh keempat bocah kecil itu, terlihat kak Dev memasuki ruang makan.
"Hey, lagi makan apa itu?" tanya kak Dev melihat para bocil itu yang sedang duduk di meja makan.
"Ita agi atan es tim tat(kita lagi makan es krim kak)" ucap Galih.
"Iyu es krim di kulkas, kok es krim kaka di makan sih," ucap kak Dev.
Membuat keempat bocah kecil itu saling pandang, rupanya es krim yang mereka ambil adalah milik kak Dev.
Galih lalu melihat isi kotak es krim yang hanya tinggal sedikit aja, kalau di sendok mungkin hanya 3 sendok saja.
"Ia, ni uat tat Dep aja(iya, ini buat kak Dev aja)" ucap Galah juga.
"Kaka gak mau cuma dikit," ucap kak Dev.
"Adi tat Dep ga ua ni, ita atan agi ni(jadi kak Dev gak mau nih, kita makan lagi nih)" ucap Galih karena melihat kak Dev gak mau di kasih sisa mereka.
"Kaka gak mau cuma dikit aja," ucap kak Dev.
"Adi tat Dep arah ni ama ita, ita tan ga au alo et tim tu unya tat Dep(jadi kak Dev marah nih sama kita, kita kan gak tau kalau es krim itu punya kak Dev)" ucap Galih, yang mendapat anggukan kepala dari ketiga sahabatnya.
"Aapin ita ya tat(maafin kita ya kak)" ucap Iqbal.
"Iya gak papa," ucap kak Dev membuka kulkas dan melihat apa yang bisa di makan.
Kak Dev mengambil buah anggur dan ikut duduk di kursi dekat Galah, kak Dev mencuci anggurnya terlebih.
"Tat ita inta ya(kak kita minta ya)" ucap Galih.
"Iya ambil aja," ucap kak Dev, masi memakan buah anggur yang ia ambil dari kulkas.
__ADS_1
Galah, Galih, Iqbal dan Kifli mengambil anggur itu, dua kali ambil anggur habis oleh keempat bocah kecil itu. Pada saat kak Dev mau mengambil lagi, tapi anggurnya sudah habis oleh si kembar dan kedua sahabatnya.
"Da abis tat(udah habis kak)" ucap Galih.
"Kalian makan semau ya?" tanya kak Dev melihat keempat bocah kecil itu.
"Ia tat, bis enat ci(iya kak, habis enak sih)" ucap Galah sambil memakan buah anggur yang tersisa.
Kak Dev kembali melihat isi kulkas, dan melihat apa yang bisa di makan lagi. Kak Dev melihat ada buah naga di kulkas, sangat cocok pasti untuk di baut jus.
"Tat tu ua aga au dia tan uga(kak itu buah naga mau di makan juga)" tanya Galih.
"Iya mau di bikin jus," ucap kak Dev mengupas dan memotong buah naga dan memasukan ke dalam gelas.
Keempat bocah kecil itu melihat kak Dev yang sedang membuat jus buah naga, kak Dev mengisi susu dan menghaluskan buah naga dengan mengunakan sendok.
"Tat ita atan apa don(kak kita makan apa dong)" ucap Galah melihat kak Dev.
"Kalian duduk diam aja, kan tadi udah makan es krim sama anggur," ucap kak Dev.
"Yo ditu ci tat(kok gitu sih kak)" ucap Galih.
"Kalian mau minum jus buah naga?" tanya kak Dev.
"Ga tat, ita ga uka ua aga, asa ya ga enat(gak kak, kita gak suka buah naga, rasanya gak enak)" ucap Galah.
"Ya udah kalian makan nasi aja," ucap kak Dev.
"Tat Dep tot ditu ci(kak Dev kok gitu sih)" ucap Galih menatap kak Dev.
"Lah terus harus gimana dong," ucap kak Dev dan langsung meminum jus buah naga nya di depan keempat bocah kecil itu.
Membuat keempat bocah kecil itu saling pandang, lalu Galih turun dari kursi dan membuka kulkas lagi. Galih melihat ada dua buah apel di sana, Galih pun mengambilnya.
"Ais da ua apel ni(guys ada buah apel nih)" ucap Galih.
"Tini ita agi ya(sini kita bagi ya)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
Galih memotong buah apel nya dan membagikan buah sang kembaran dan kedua sahabatnya itu, kak Dev membantu mengupas apel itu takut kena tangan si kembar nanti.
Kak Dev meminum jus buah naga, sedangkan si kembar dan kedua sahabatnya sedang memakan buah apel.
__ADS_1