Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Jalan Jalan Ke Kebun Binatang


__ADS_3

Pagi-pagi papi Gilang baru saja mendapat telpon dari sang sahabat Jovian, Jovian mengatakan kalau sang istri pagi ini tepatnya pukul 5 pagi telah melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Gilang yang mendengar itu sedang, dan akan memboyong semuanya ke rumah sakit untuk melihat beby Aqila dan sang mama.


"Sayang kamu habis telponan sama siapa?" tanya mami Ambar yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.


"Jo, sayang bilang kalau Maura sudah melahirkan pagi tadi jam 5" ucap Gilang melihat sang istri.


"Kamu serius sayang?" tanya Ambar dengan senang.


"Iya sayang, nanti siang kita ke rumah sakit ya" ucap papi Gilang.


"Iya sayang, aku juga gak sabar mau liat beby nya Maura" ucap mami Ambar sambil tersenyum.


"Iya kita ke sana, nanti aja si kembar juga" ucap papi Gilang.


"Ayo kita sarapan sayang, semuanya udah nunggu loh di ruang makan" ajak mami Ambar.


"Ayo" ajak papi Gilang pada sang istri.


Mami Ambar dan APPI Gilang keluar dari kamar, mami Ambar berjalan pelang sambil memeluk perutnya yang buncit itu.


"Api, ami to ama anet ci(papi, mami kok lama banget sih)" tanya Galih yang duduk di dekat sang kembaran.


"Iya sayang papi lagi ngomong sama uncle Jo" ucap mami Ambar duduk di kursi biasa.


"Kak Jo kenapa kak?" tanya uncle Brian yang kebetulan menginap di rumah si kembar semalam, karena daddy Nicko dan mommy Nisa masi berada di kediaman si kembar saat ini.


"Kak Maura udah melahirkan" ucap mami Ambar, membuat semau yanga dan di sana menatap mami Ambar.


"Kamu serius sayang, Maura uda lahiran?" tanya mommy Nisa.


"Iya mom, beby nya cewek" ucap mami Ambar.


"Mas, kita ke rumah sakit ya" ucap mommy Nisa.


"Iya sayang nanti kita semau ke rumah sakit ya" ucap daddy Nicko.


Semua yang ada di sana berbicara, hanya si kembar yang diam dan memakan sarapan karena mereka tidak mengerti apa yang di bicarakan orang dewasa itu.


"Mi ilan tu apa ci(mi lahiran itu apa sih)" tanya Galah kepo.


Mami Ambar tersenyum melihat Galah, lalu mami Ambar menjawab pertanyaan bocah kecil itu.


"Lahiran itu, adik yang ada di perut aunty Maura sudah keluar sayang" ucap mami Ambar sambil melihat kedua putra nya.


"Adi adit ayi di elit oty ura da ual mi(jadi adik bayi di perut aunty Maura sudah keluar mi)" tanya Galih.


"Iya sayang" ucap mami Ambar.


"Lus adit ayi ita apan don mi ual ya(terus adik bayi kita kapan dong mi keluarnya)" tanya Galah.


"Sabar sayang belum waktunya, kan perut mami bari 8 bulan sekarang" ucap eyang Nisa mencoba menjelaskan pada kedua cucunya, walaupun itu percuma saja.


"Ditu ya eyan(gitu ya eyang)" ucap Galih melihat sang eyang.


"Iya sayang" ucap mami Ambar.


"Alo ditu ita au iat adit ayi juga ya mi(kalau gitu kita mau liat adik bayi juga ya mi" ucap Galah.


"Iya sayang nanti kita ke rumah sakit bareng ya liat adik bayi nya aunty Maura" ucap mami Ambar.


"Ia ami(iya mami)" ucap kedua bocah kembar itu.


"Ayo habisin sarapannya nanti kita terlambat lagi ke kebun binatang" ucap uncle Brian melihat kedua ponakan nya.


Si kembar menghabiskan sarapan mereka, karena setalah itu mereka akan pergi jalan-jalan bersama uncle Brian dan kaka Sheila ke kebun binatang.

__ADS_1


Dari arah depan kedua sahabat si kembar sudah terdengar celotehannya.


Kedua bocah kecil itu langsung pergi ke ruang makan, dan si kembar langsung menyambut keduanya.


"Ibal, Ipli yo ita alapan aleng (Iqbal, Kifli ayo sarapan bareng)" ucap Galih mengajak kedua sahabatnya.


"Ita da alapan ebal ali uma(kita udah sarapan kembar dari rumah)" ucap Iqbal dan Kifli.


"Benar sayang?" tanya mami Ambar.


"Ia ante enal to ni iat elit ita esal(iya tante benar kok ni liat perut kita besar)" ucap Iqbal menunjuk perutnya yang buncit.


"Alo ditu ungu ita ya(kalau gitu tunggu kita ya)" ucap Galah.


"Ia ita ungu di uang ain ya(iya kita tunggu di ruang main ya)" ucap Iqbal.


"Ia(iya)" jawab si kembar, sedangkan Iqbal dan Kifli pergi ke ruang bermain si kembar.


Kedua bocah kembar itu cepat menghabiskan sarapan mereka, karena kedua sahabatnya sudah menunggu di ruang bermain.


"Sayang pelan-pelan nanti ke selat lagi" ucap eyang Nisa.


"Ga to eyan ita tan da iasa (gak kok eyang kita kan udah biasa)" ucap Galih sambil tersenyum.


Selesai sarapan uncle Brian langsung bersiap-siap dan mengajak keempat bocah kecil itu pergi ke kebun binatang, tapi belum pergi mereka akan menjemput kak Sheila di kediamannya.


"Ayo masuk, kalian duduk di belakang ya, nanti yang duduk di dekat uncle kak Sheila" ucap uncle Brian.


"Ote ucel(oke uncle)" ucap keempat bocah kecil itu.


Semaunya masuk kedalam mobil, keempat bocah kecil itu memakai kacamata hitam kecil mereka.


"Ais iat de atu elen ga(guys liat deh aku keren ga" tanya Galih memanggil ketiga sohibnya.


"Ga iasa aja(gak biasa aja)" ucap Galah.


"Ish amu ni(ish kamu ini)" ucap Galih melihat sang kembaran.


"Iap cel(siap cel)" ucap keempat bocah kecil itu dengan semangat.


Mobil pun keluar dari halaman rumah si kembar, menuju rumah kak Sheila.


"Atu alo adi atis otot ga ais(aku kalau jadi artis cocok gak guys)" tanya Galih.


"Ga amu to otot ya adi utan andut(gak kamu itu cocok nya jadi tukang dangdut)" ucap Galah.


"To utan andut ci(kok tukang dangdut sih)" tanya Galih melihat sang kembaran.


"Ia la amu tan uka dodet(iya lah kamu kan suka joget)" ucap Galah.


"Ia uga ya(iya juga ya)" ucap Galih.


Sedangkan uncle Brian hanya dian dam fokus menyetir, tidak menghiraukan keempat bocah kecil itu yang sedang asik berceloteh tak jelas, apa lagi Galih yang suka menanyakan hal-hal yang tidak penting.


Mobil memasuki gerbang rumah kak Sheila, terlihat mama Sisi sedang menyiram tanaman di halaman depan.


"Eyan Isi(eyang Sisi)" panggi kedua bocah kembar itu.


Eyang Sisi melihat ke asal suara, di mana keempat bocah kecil turun dari mobil bersama dengan Brian.


"Tante, Sheila di dalam?" tanya Brian.


"Iya sayang, lagi siap-siap" ucap mama Sisi.


"Eyan agi ilam aman ya(eyang lagi siram tanaman ya)" tanya Galih tanpa melepaskan kacamata hitam kecil miliknya.


"Iya sayang" ucap mama Sisi.

__ADS_1


Tak lama kemudian uncle Brian keluar bersama dengan kak Sheila yang sudah siap ikut bersama mereka.


"Ma, aku pergi ya" ucap Sheila mencium punggung tangan sang mama.


"Iya sayang kalian hati-hati ya" ucap mama Sisi.


"Iya ma, ayo sayang naik lagi ke mobil" ucap kak Sheila.


"Eyan ita elgi ulu ya(eyang kita pergi dulu ya)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Iya sayang" ucap mama Sisi.


Semaunya kembali masuk ke dalama mobil, mobil keluar lagi dari gerbang rumah kak Sheila.


"Tata ela antit de(kaka Sheila cantik deh)" ucap Galih.


"Makasih sayang" ucap kak Sheila melihat ke arah keempat bocah kecil itu.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya mobil yang membawa keempat bocah kecil itu tiba di kebun binatang, dari dalam mobil mereka bisa melihat banyak nya pengunjung yang datang.


"Sebelum turun, kalian jangan jauh-jauh ya dari uncle dan kak Sheila oke" ucap uncle Brian.


"Eman enapa ucel(emang kenapa uncle)" tanya Galih.


"Nanti kalian hilang lagi" ucap uncle Brian melihat ke belakang.


"Ote de(oke deh)" ucap keempat bocah kecil itu.


Semuanya turun dari dalam mobil, si kembar dan kedua sahabatnya tidak melepas kacamata hitam milik mereka, karena cuaca juga sangat panas saat ini.


"Ayo kita masuk, tapi kalian tunggu sama kak Sheila ya uncle mau beli karcis masuk dulu" ucap uncle Brian.


"Eman lus ayal ya ucel(emang harus bayar ya uncle)" tanya Galah.


"Ia lah, nanti kalau gak bayar mana bisa masuk" ucap uncle Brian.


Uncle Brian pergi membeli karcis, lalu tak lama kemudian kembali membawa enak karcis untuk mereka.


Setelah memberikan karcis pada penjaga, mereka lalu masuk ke dalam, mata keempat bocah kecil itu berbinar melihat banyak binatang di dalam sana.


"Ais iat de tu aja ya esal anet(guys liat deh tuh Gajah nya besar banget)" tunjuk Galih ke arah Gajah yang sangat besar.


"Wah ia tu iat acam ya uga(wah iya itu liat macan nya juga)" ucap Galah.


"Anyat anet ya(banyak banget ya)" ucap Iqbal.


"Ia tu iat ada ulun uga(iya tuh liat ada burung juga)" ucap Kifli menunjuk burung-burung di dekat pepohonan.


"Ucel ole di awa ulan ga ajah ya(uncle boleh di bawa pulang gak Gajah nya)" tanya Galih.


"Yah gak bisa lah boy, mau di bawa pulang mau di hari di mana" tanya uncle Brian.


"Alo di aman latan tan isa ucel(taro di halaman belakang kan bisa uncle)" ucap Galih.


"Kamu ini ada-ada saja" ucap uncle Brian.


"Ayo sekarang berdiri dekat Gajah biar uncle fotoin gak usah di bawa pulang Gajah nya" ucap uncle Brian.


"Ia de(iya deh)" ucap Galih dan yang lain.


Keempat bocah kecil itu bergaya di depan Gajah berdiri, Galih dan Galah membuat banyak Gaya di sana.


"Keren lagi" ucap uncle Brian.


"Ama tata ela uga don(sama kaka Sheila juga dong" ucap Galih.


"Iya kita foto bareng ya" ucap kak Sheila.

__ADS_1


Uncle Brian kembali memotret keempat bocah kecil itu dan juga kak Sheila, gambar mereka terambil sangat keren dan bagus, lalu mereka kembali melihat binatang yang lain.


Next...


__ADS_2