
"Du ape anet agi(adu capek banget lagi" ucap Galih selesai berjoget.
"Oke sekarang adalah waktunya mengumumkan pemenang joget yang paling bagus dan heboh, kita mulai dari anak-anak ya" ucap seorang emsi.
"Asti atu ya enan tan uma atu yan jodet yan ali asit(pasti aku yang menang kan cuma aku yang joget yang paling asik)" ucap Galih.
Dan benar saja Galih adalah pemenangnya, karena bocah kecil itu bergoyang dengan asik dan heboh, berbeda dengan ketiga sohibnya yang hanya berjoget biasa saja karena malu.
"Tu tan atu yan enan (tuh kan aku yang menang)" ucap Galih.
"Buat adek Galih silahkan maju ke depan untuk mengambil hadiah ya" ucap seorang emsi.
Galih pun maju ke depan untuk mengambil hadiah, hadiah kali ini adalah sepeda kecil untuk anak-anak.
"Wa Alih apat dia epeda(wah Galih dapat hadiah sepeda)" ucap Iqbal.
"Ia elen anet(iya keren banget)" ucap Kifli juga.
Setelah memberikan hadiah buat anak-anak, lanjut mengumumkan pemenang untuk ibu-ibu" dan hadiah nya adalah peralatan-peralatan dapur.
"Ais atu apat epeda(guys aku dapat sepeda)" ucap Galih antusias.
Selesai lomba, kak Dev langsung mengajak keempat bocah kecil itu pulang, karena hari sudah semakin siang dan semakin panas, membuat kak Dev sangat gerah dan ingin cepat-cepat mandi.
Kali pulang naik sepeda yang ia dapatkan, sedangkan kak Dev dan ketiga sohibnya berjalan kaki dari lapangan kembali ke rumah.
Pak satpam yang membukakan pintu gerbang menyapa mereka dengan sopan.
"Den dapat sepeda" tanya pak satpam.
"Ia pa apam, atu apat epeda enen omba dodet(iya pak satpam, aku dapat sepeda menang lomba joget)" ucap Galih.
"Wah den Galih hebat" ucap pak satpam.
Kak Dev lalu mengajak keempat bocah kecil itu masuk ke dalam, mami Ambar dan papi Gilang menyambut mereka di ruang tengah.
"Boy gimana lombanya seru gak" tanya papi Gilang.
"Eluh anet pi, Alih apet dia epeda itut omba dodet(seru banget pi, Galih dapat ha dia sepeda ikut lomba joget)" ucap Galah pada papi dan mami nya.
"Kamu serius sayang?" tanya mami Ambar.
"Iya kakak ipar, Galih ikut lomba joget dengan ibu-ibu di lapangan banyak orang lagi yang nonton" ucap Kak Dev.
"Kalian kan gak bisa joget, gimana bisa" ucap mami Ambar.
"Atu isa dodet mi ni iat ya(aku bisa joget mi nih liat ya)" ucap Galih mulai berjoget seperti tadi di lapangan.
__ADS_1
Mami Ambar mengingat Brian sang adik yang sejak kecil suka berjoget bersamanya dan Maura, Galih benar-benar titisan sang adik.
"Adus tan mi, pi dodet atu(bagus kan mi, pi joget aku)" tanya Galih.
"Bagus boy" ucap papi Gilang.
"Kalian gak ikut joget sayang" tanya mami Ambar pada Galah, Iqbal dan Kifli.
"Ga ante ita alu ayat olan(gak tante kita malu banyak orang)" ucap Iqbal yang mendapat anggukan dari Galah dan Kifli.
"Kak, aku ke kamar ya mau mandi, gerah" ucap Kak Dev.
Kak Dev pun pergi ke kamarnya yang ada di lantai atas, sedangkan keempat bocah kecil itu duduk ruang tengah, para bocah itu juga menunjukan hadiah uang yang mereka dapatkan dari ikut lomba makan krupuk.
☘☘☘☘
Kantor Wijaya Group Brian yang sedang bermain ponsel miliknya, melihat storie Instragram milik Dev, di mana storie pertama para bocah kecil itu mengikuti lomba makan krupuk, lalu storie kedua Galih yang sedang asik berjoget dengan ibu-ibu di lapangan, membuat Brian tak berkedip melihat itu.
"Kenapa loh" tanya Raffa yang duduk di sebelah Brian.
"Si kembar dan temannya ikut lomba joget di lapangan" ucap Brian.
"Coba gue liat" ucap Raffa.
"Nih" ucap Brian memberikan ponselnya pada sang sahabat.
Brian ingat kalau dia dan Marvel dulu waktu kecil juga suka berjoget, apa lagi berjoget tik tok.
"Loh sama Marvel kan juga suka tik tok dulu" ucap Raffa sambil tertawa.
"Sial loh" ucap Brian kesal.
"Kenyataan bro, dan Sekaran nurun sama Galih" ucap Raffa lagi semakin membuat Brian bertambah kesal.
"Brisik loh" ucap Brian.
Raffa tak dapat menhan tawanya melihat wajah kesal sang sahabat, apa lagi mengingat dulu kalau kedua sahabatnya itu suka berjoget tik tok.
Tawa Raffa terhenti saat daddy Nicko masuk ke dalam ruangan sang putra.
"Ada apa nih rame banget kayaknya" tanya daddy Nicko duduk di salah satu sofa.
"Ini om si kembar ikut lomba joget di lapangan sama ibu-ibu" ucap Raffa menunjukan storie Dev.
Daddy Nicko melihat cucunya berjoget dengan asik, sedangkan Galah dan kedua temannya hanya berjoget biasa saja, terlihat kalau mereka malu, karena di tonton banyak orang.
"Galih tuh kaya kamu boy waktu kecil" ucap daddy Nicko menambahi.
__ADS_1
"Ck daddy lagi ikut-ikutan ngungkit masa lalu" ucap Brian.
"Hehehe,, kamu ini" ucap daddy Nicko juga ikut tertawa melihat wajah kesal putranya.
"Kamu sama Marvel kan suka berjoget waktu kecil boy" ucap daddy Nicko.
"Iya om jadi Galih ngikutin uncle nya" ucap Raffa menambahi.
Brian yang kesal pun mengambil ponselnya dari Raffa, lalu kembali menonton storie itu sambil menggeleng kepala.
"Daddy ada apa ke ruangan aku?" tanya Brian melihat sang daddy.
"Tolong gantiin daddy perjalanan bisnis ke Singapura ya boy" ucap daddy Nicko.
"Kok aku dad, daddy kenapa" tanya Brian.
"Daddy lagi pengen di rumah sama mommy kamu" ucap daddy Nicko.
"Daddy nih selalu banyak alasan deh, bilang aja daddy gak mau ketemu klien di sana karana kliennya perempuan" ucap Brian.
"Hehehe,, iya daddy takut nanti mommy kamu cemburu lagi" ucap daddy Nicko.
"Iya nanti aku gantiin daddy, Raff pergi sama gue dan Tio ya" ucap Brian.
"Boleh asalkan tiket pesawat gue loh yang tau" ucap Raffa.
"Iya loh tenang aja" ucap Brian.
"Oke kalau gitu dady pulang dulu ya, Raff boy" ucap daddy Nicko.
Setelah daddy Nicko keluar dari ruangan Brian, Brian langsung meminta sang asisten Tio untuk ke ruangannya, Brian ingin membicarakan perihal keberangkatan ke Singapura.
"Ada apa bos" tanya Tio.
"Loh siap-siap kita berangkat ke Singapura entar sore" ucap Brian.
"Harus ya bos" tanya Tio.
"Iya bokap minta gue gantiin dia buat ketemu klian di sana" ucap Brian.
"Oke lah kalau gitu" ucap Tio.
Lalu Tio mengurus semua nya, dari mulai memesan Tike online untuk mereka, sampai keperluan mereka berangkat nanti sore.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
__ADS_1
Mampir me novel aku yang lain ya guys....