
Keempat bocah kecil itu berhenti sejenak, membuat kak Dev melihat ke arah mereka.
"Kenapa kok berhenti sih" tanya Kak Dev.
"Itaat tat ape ali elus(istirahat kak capek lari terus)" ucap Galih.
"Gitu aja udah capek" cibir kak Dev.
"Ita ni utan obot tat, ita ni anusia (kita ini bukan robot kak, kita ini manusia)" ucap Galah.
"Ia ga au ni tat Dep(iya gak tau nih kak Dev)" ucap Iqbal juga.
"Kalau pengen jadi orang kuat itu harus kuat larinya" ucap kak Dev.
"Ia api tan ita agi istaat ape(iya tapi kan kita lagi istirahat jadi capek)" ucap Galih.
Kak Dev kembali melanjutkan lari paginya, sedangkan keempat bocah kecil itu malah duduk di atas rumput sambil berceloteh.
"Etis atu atit ni ais(betis aku sakit ni guys)" ucap Galih.
"Alah olon edit don(Galah tolong pijit dong)" ucap Galih.
"Ela ga au atu uga ape(elah gak mau aku juga capek)" ucap Galah.
"Ish amu ni(ish kamu ini)" ucap Galih kesal.
"Iat de tu tat Dep, ali ya cepat anet(liat deh tuh kak Dev, lari nya cepat banget)" ucap Iqbal.
"Ibal ita tan asi ecil adi ita elan ali ya(Iqbal kita kan masi kecil jadi kita pelan lari nya)" ucap Galih.
"Ia ya(iya ya)" ucap Iqbal.
Keempat bocah kecil itu tertawa, sesekali celotehan juga terdengar dari para bocah kecil itu.
"Ih ulut Alah au(ih mulut Galah bau)" ucap Galih.
"Tan lum itat igi, ya au lah(kak belum sikat gigi, ya bau lah)" ucap Galah.
"Alih ama amu uga au(Galih sama kamu juga bau)" ucap Iqbal.
"Man ia ya(emang iya ya)" ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu tertawa, bahkan Galih terlihat berguling-guling di atas rumput.
"Alih anan alin don anti amu atel-atel agi(Gaalh jangan baring dong nanti kamu gatel-gatel lagu)" ucap Kifli.
"Bis dala agi ya ejut ci(habis udara paginya sejuk sih)" ucap Galih.
Tak lama kemudian kaka Dev mendekati keempat bocah kecil itu, kaka Dev duduk di samping Galih.
"Tat Dep to udut ci, ga ali agi ya(kak Dev kok duduk sih, gak lari lagi ya)" ucap Galah.
"Istirahat dikit lah" ucap kak Dev.
"Tat olon tiditin etis atu don(kak tolong pijitin betis aku dong" ucap Galih.
"Gak mau, kamu aja yang pijitin betis kak Dev ni" ucap kak Dev.
"To atu ci tat(kok aku sih kak)" ucap Galih.
"Iya lah" ucap kak Dev.
"Ayo kita lari sekali lagi, habis itu istirahat mandi" ajak kak Dev.
"Yo" ucap Galih bangun dari baringnya.
Kak Dev dan keempat bocah kecil itu kembali berlari mengelilingi lapangan, si kembar berlari di belakang Iqbal dan Kifli.
"Ebal alian to ama ci ali ya(kembar kalian kok lama sih lari nya)" ucap Iqbal.
"Ia ita ape(iya kita capek)" ucap si kembar.
"Diana ci alian(gimana sih kalian)" ucap Iqbal.
Selesai memutari halaman depan, kak Dev mengajak keempat bocah kecil itu masuk ke dalam, sebelum naik ke lantai atas, kak Dev dan para bocah itu pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
☘☘☘☘
Melatih keluar dari kamar, Melatih mencari keberadaan Vani dan sang mama.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya papa Rehan.
"Vani ke mana ya pa? kok gak ada" tanya Melatih.
"Vani lagi pergi ke supermarket sama mama kamu, mereka lagi cari bahan untuk masak" ucap papa Rehan.
"Kok gak ngajak aku ya" ucap Melatih.
"Mau ajak gimana, kami kamu aja masi sakit" ucap papa Rehan.
Melatih duduk di dekat sang papa yang sedang menonton TV, lalu Melatih melihat ke arah luar jendela.
"Lagi liat apa?" tanya papa Rehan.
"Gak kok, gak liat apa-apa" ucap Melatih.
"Ooh, kirain liatin tetangga sebelah" ucap papa Rehan sambil terkekeh geli melihat wajah sang putri.
"Iih, papa apaan sih" ucap Melatih.
"Hehehe, papa bercanda kok sayang" ucap papa Rehan.
Melati lalu ikut menonton bersama papa Rehan, sambil menunggu Vani dan sang mama.
Vani dan mama Melatih memasuki Vila sambil membawa tas berisi belanjaan mereka, Vani melihat Melatih sudah duduk bersama sang papa.
"Mel, kaki loh udah gak sakit buat jalan?" tanya vani.
"Udah gak papa kok Van, lagian bosan di kamar terus" ucap Melatih.
"Vani lalu membantu mama Melatih untuk memasak menu makan siang untuk mereka, apa lagi papa Rehan akan mengundang penghuni Vila sebelah.
Melatih duduk di meja makan, sambil membantu mengupas sayuran yang barusan di beli oleh mama dan Vani.
"Ma, mau masak sayur apa?" tanya Melatih.
"Cap cay sayang, kamu mau di buatkan wortel campur bihun gak?" tanya mama.
"Boleh ma, aku juga pengen banget makan sayur itu" ucap Melatih.
"Tan, ini brokolinya langsung di rendam aja ya" tanya Vani.
Melatih dan Vani membantu mama Melatih walau hanya membersihkan dan memotong sayur-sayuran.
Di Vila sebelah, terlihat kelima pria baru saja bangun dari tidur mereka, padahal saat ini jam sudah menunjukan pukul 9 pagi.
"Udah siang ternyata" ucap Marvel.
"Sarapan pesan aja ya" tanya Brian.
"Iya loh pesan aja" ucap Raffa.
Raffa lalu masuk ke dalam kamar mandi, Raffa melihat wajahnya di depan cermin.
Wajah gadis yang ia tolong semalam masi berada di dalam pikirannya, entah kenapa ia sangat ingin menolong Melatih kemarin.
Raffa lalu membersihkan diri, pria itu cukup lama di kamar mandi karena Raffa sedang merendamkan seluruh badannya di dalam bat up.
Di luar kamar, Brian melihat ponsel milik sang sahabat terus bergetar. Brian melihat si pemanggil adalah Melodi.
"Siapa?" tanya Marvel.
"Melodi" ucap Brian.
"Biarin aja" ucap Marvel.
Tak berselang lama, Raffa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Men, si Melodi nelpon terus tuh" ucap Brian.
"Biarin aja, gak usah di angkat" ucap Raffa mengambil pakaian ganti miliknya.
"Kalau ada yang penting gimana?" tanya Rasya.
"Gak bakalan ada, paling cuma mau tanya ada di mana" ucap Raffa cuek.
Keempat sahabat Raffa lalu diam aja, karena mereka tau kalau saat ini sahabat mereka itu sedang tidak mood.
☘☘☘☘
__ADS_1
Keempat bocah kecil itu baru saja keluar dari kamar mandi, handuk melilit tubuh kecil mereka.
"Alah atu ijam aju amu ya(Galah aku pinjam baju kamu ya)" ucap Iqbal.
"Ia, amu bil aja(iya, kamu ambil aja)" ucap Galah.
"Alo amu Ipli ga au ijam aju atu(kalau kamu Kifli gak mau pinjam baju aku)" tanya Galih.
"Atu alu aja au ijam ama amu(aku baru aja mau pinjam sama kamu)" ucap Kifli.
"Enan aja atu atalan asi to(tenang aja aku bakalan kasih kok)" ucap Galih pergi ke arah lemari baju miliknya.
Si kembar memiliki lemari pakaian sendiri-sendiri, agar mereka gampang mengambil baju masing-masing.
"Ipli amu ake aju ni aja ya(Kifli kamu pake baju ini aja y" ucap Galih.
"Ia" ucap Kifli.
Selesai berganti baju, keempat bocah kecil itu tidak lupa membubuhi wajah mereka dengan bedak.
"Ais oba iat de aja atu (guys coba liat deh wajah aku)" ucap Galih, memperlihatkan wajahnya yang penuh bedak.
"Hihihi,, aja ya Alih aya ocon(hihihi, wajahnya Galih kaya pocong)" ucap Iqbal.
"Yo ita ual (ayo kita keluar)" ajak Galih.
"Yo(ayo)" ajak Galih juga.
Keempat bocah kecil itu bersiap akan keluar dari kamar, tapi bukan nya langsung turun ke lantai bawa, melainkan pergi ke kamar sebelah ya itu adalah kamar kak.
Clek...
Kak Dev yabg sedang memakai celana pun melihat ke arah pintu, dan keempat bocah kecil itu masuk bersamaan.
"Kalian kalau masuk ketok pintu dulu kek" ucap kak Dev.
"Ita tan da iasa asut ga etot intu tat(kita kan sudah biasa masuk gak ketok pintu kak)" ucap Galih.
Kak Dev kembali melanjutkan memakai celana miliknya, memili tak menghiraukan keempat bocah kecil itu.
"Galih wajah kamu kok penuh bedak gitu?" tanya kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap bocah kecil itu.
Galah melihat hp milik kak Dev di atas ranjang, Galah lalu mengambil hp itu dan menekan tombol tengah dan muncullah wajah ganteng kaka Dev dan seorang gadis cantik.
"Tat ni iapa (kak nih siapa)" tanya Galah menunjuk layar ponsel miliknya.
Kak Dev melihat ke arah Galah, di sana ketiga sohibnya juga ikut melihat layar ponsel milik kak Dev.
"Wa tewe tantit ya(wah cewek cantik ya)" ucap Iqbal.
"Tat, ni tewe tata ya(kak, ni cewek kaka ya)" tanya Galih.
"Iya kenapa?" tanya kak Dev.
"Ita ga uka kak(kita gak suka kak)" ucap Galah.
"Kok gak suka, kan cantik" ucap kak Dev.
"Ga to iasa aja(gak kok biasa aja)" ucap Galih.
Galah lalu menekan tombol kamera, lalu mengatakan kamera ke arah ketiga sohibnya.
"Oba aya de atu au poto alian (coba gaya deh aku mau foto kalian)" ucap Galah.
"Oba poto atu Alah(coba foto aku Galah)" ucap Galih.
Galah pun mengarahkan kamera pada sang kembaran, Galah memfoto Galih dengan banyak gaya, lalu Iqbal dan Kifli juga iku berfoto bersama dengan Galih.
Asal jepret saja yang penting ke foto, dati pada gak.
"Etalan antian ya(sekarang gantian ya)" ucap Galih.
"Tat olon potoin ita don(kak tolong fotoin kita dong)" ucap Galih.
Kak Dev pun memotret keempat bocah kecil itu dengan banyak gaya, ada foto Galah memeluk sang kembaran, ada foto keempat bocah kecil itu berpelukan juga, hanya foto yang dia ambil kak Dev terlihat bagus, kalau di potret oleh Galah, semaunya buram.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...