
Hari lebaran tiba, setelah berpuasa selama satu bulan akhirnya semuanya merayakan hari kemenangan, seperti keluarga besar Wijaya dan keluarga besar Hadinata.
Si kembar sudah terlihat tampan mengenakan baju lebaran yang senada dengan sang papi.
"Apy aju ita ama ya(papi baju kita sama ya)" ucap Galih saat ini mereka sedang menunggu sang mami.
"Iya boy kalian terlihat tampan" ucap Gilang memeluk ke dua putra kembarnya itu.
"Anten yaa ita tan ali apy, ia tan Alah(ganteng nya kita kan dari papi, iya kan Galah)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari sang kembaran.
Sedangkan Gilang hanya tersenyum mengusap kepala kedua putranya itu, Gilang sangat-sangat bersyukur sudah di berikan keturunan sekaligus dua.
Tidak lama kemudian Ambar memasuki ruang tengah dengan gamis kaftan berwarna yang sama dengan tiga pria yang ia cintai.
"Amy antit anet(mami cantik banget)" puji Galih
"Ia amy antit anet, ia tan apy(iya mami cantik banget, iya kan papi)" tanya Galah pada sang papi.
"Iya mami kalian selalu cantik buat papi" ucap Gilang tersenyum menggoda sang istri.
__ADS_1
"Udah siap ayo kita ke masjid" ajak Gilang.
Gilang mengandeng tangan kedua putranya pergi ke masjid, terlihat orang-orang juga sudah banyak yang mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat Eid, sedangkan si kembar be takbiran dengan suara cadel mereka.
Tiba di halaman masjid, si kembar di panggil oleh kedua sahabatnya.
"Alah, Alih(Galah, Galih)" panggil Iqbal dan Kifli.
Si kembar tersenyum lalu mendekati kedua sahabatnya itu, kedua bocah kembar itu melihat baju yang mereka berikan kepada kedua sahabatnya itu.
"Wah alian elen anet(wah kalian keren banget)" ucap si kembar.
"Ia aju ya alian acih ita uka(iya baju yang kalian kasih kita suka)" ucap Iqbal.
"Waalaitum alam pa utas(Wa'alaikumsalam pak ustad)" jawab keempat bocah kecil itu.
"Kok masih ngumpul di sini sih, ayo masuk" ajak pak ustad.
Keempat bocah kecil itu pun ikut masuk bersama pak ustad, sedangkan Gilang pergi untuk berwudhu terlebih dahulu.
__ADS_1
Si kembar dan kedua sahabatnya duduk di barisan ketiga yang masih terlihat kosong, sedangkan Ambar sudah masuk ke tempat khusus perempuan.
"Alian adi tan itut ita te uma akek ama eyan ita(kalian jadi kan ikut ke rumah kakek sama eyang aku)" tanya Galah.
"Adi don tan ita au inta pao(jadi dong kita kan mau minta angpau)" jawab Kifli dengan antusias.
"Anti ita inta pao ama ucel Blian ama ucel Alvel uga(nanti kita minta angpau sama uncle Brian sam uncle Marvel juga)" ucap Galih yang mendapat anggukan kepala dari ketiga sohibnya.
Tak lama kemudian Gilang masuk lalu duduk bersama dengan pak ustad, sedangkan keempat bocah kecil itu tetap di tempat mereka terlihat keempat bocah kecil itu saling berbisik entah apa yang mereka bisikan.
Tak lama kemudian sholat Eid pun di mulai, si kembar dan kedua sahabatnya ikut sholat juga dengan mengikuti gerakan orang-orang dewasa yang ada di dekat mereka, tapi mata keempat bocah kecil itu ke sana kemari.
Selesai menjalankan sholat semuanya mendengarkan khotbah yang di bawakan oleh pak ustad, khotbah kali ini berbeda.
Banyak yang menangis yang mendengar khotbah yang kali ini, tentang semua perbuatan kita selama hidup di dunia, dosa-dosa pada kedua orang tua, dosa-dosa pada sang pencipta, pria paru baya yang duduk di dekat Galih, pria itu menangis mendengar khotbah yang di bawakan oleh pak ustad dan Galih melihat itu bertanya-tanya.
"Alah akek tu agis(Galah kakek itu nangis)" ucap Galih.
Galah melihat ke arah samping Galih dan benar saja kakek itu menangis, tapi si kembar gak tau kalau apa yang bikin kakek itu menangis.
__ADS_1
Next...
Jangan lupa, Like, komen dan Vote ya...