Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Galih


__ADS_3

Mami Ambar mencari keberadaan keempat bocah kecil itu, karena biasanya celotehan mereka akan memenuhi seisi ruangan, tapi kali ini tidak ada.


Mami Ambar pun naik ke lantai atas dengan pelan, hanya akan memastikan keberadaan si kembar dan kedua sahabatnya saja.


Clekk..


Mami Ambar membuka kamar si kembar, kosong tak ada satu orang pun di sana, mami Ambar lalu kembali membuka pintu kamar kak Dev.


Clekk...


Mami Ambar melihat keempat bocah kecil itu sedang tidur bersama kak Dev di atas ranjang.


Kedua kaki mungil Galih sudah berada di dekat wajah kak Dev, tinggal sedikit lagi kak Dev akan mencium kaki bocah kecil itu.


Karena mengetahui anak-anak sedang tidur bersama kak Dev, mami Ambar pun kembali menutup pintu kamar kak Dev.


Galih lagi-lagi merubah posisi tidurnya, kali ini pantat kecil Galih sudah berada di depan wajah kak Dev, kalau bokong kecil itu mengeluarkan bom pasti habis lah wajah kak Dev.


"Emmhh ayo ita ain ais(eemm ayo kita main guys)" ucap Galih, mengigau dalam tidurnya.


Karena mendengar suara Galih, kak Dev pun dengan pelan membuka kedua matanya, samar-samar kak Dev melihat benda besar berada tepat di depan wajah tepat.


Dengan cepat kak Dev membuka kedua matanya dengan lebar dan.


Wiss...


Angin keluar dari benda itu, dan menebarkan bau busuk sampai membuat kak Dev bangun dengan cepat dan terbatuk-batuk.


Uhukk uhukk....


Kak Dev mengibas-ibas hidungnya yang masi mencium bau itu, sedangkan Galih tidur dengan nyenyak begitu pun ketiga sohibnya.


"Gila nih bocah, kentut nya bau banget, bikin gue hampir pingsan aja" ucap kak Dev sambil menatap Galih yang masi tertidur.


Mendengar suara batuk-batuk, Galah pun membuka kedua matanya, dan melihat kak Dev sedang terbatuk-batuk den mengibas hidungnya.


"Tat tot atut ci(kak kok batuk sih)" tanya Galah.


Kak Dev melihat ke arah Galah yang baru saja bangun, Iqbal juga terlihat ikut bangun mendengar suara obrolan.


"Galih kentut bau banget" ucap kak Dev.


"Ha Alih entut, api to ita ga ium ci au ya(hah Galih kentut, tapi kok kita gak cium sih bau nya)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari Iqbal.


"Jelas lah kalian gak bisa nyium, orang Galih kentut di depan wajah kaka" ucap kak Dev kesal.


"Hahaha,,, tat Dep di entut ama Alih(hahaha,,, kak Dev di kentut sama Galih)" ucap Galah sambil tertawa.


Membuat Galih yang tidur nyenyak terusik dan bangun, Galih membuka kedua matanya dan melihat ketiga sohibnya sudah bangun.


"Ita etidulan di amal tat Dep ya(kita ketiduran di kamar kak Dev ya)" tanya Galih.


"Ia ita etiulan di amal tat Dep(iya kita ketiduran di kamar kak Dev)" ucap Iqbal.


"Tat Dep to uka ya esal ditu(kak Dev kok muka nya kesal Gitu)" tanya Galih.


"Ia ata tat Dep amu entut aja ya(iya kata kak Dev kamu kentut wajah nya)" ucap Galah.


"Atu ga entut to, atu tan agi idul(aku gak kentut kok aku kan lagi tidur)" ucap Galih.


"Ukin aja amu ga adal Alih, amu tan agi idul(mungkin aja kamu gak sadar Galih, kamu kan lagi tidur)" ucap Iqbal.


"Man enal tat atu entut tat Dep(emang benar kak aku kentut kak Dev)" tanya Galih.


"Iya lah, kentut kamu tuh bau banget" ucap Kak Dev.


"To atu ga au ya(kok aku gak tau ya)" ucap Galih.


"Ia la amu ga adal amu tan agi idul(iya lah kamu gak sadar kamu kan lagi tidur)" ucap Galah.


"Hehehe, atu inta aap ya tat, atu tan ga adal(hehehe,, aku minta maaf ya kak, aku kan gak sadar)" ucap Gali sambil meyigir.

__ADS_1


"Iya tapi lain jali jangan kentutin kaka lagi" ucap kak Dev.


"Ote tat(oke kak)" ucap Galih.


Cllekkk...


"Sayang udah bangun" tanya mami Ambar yang baru saja masuk.


"Ia mi, ita etidulan di amal tat Dep(iya mi, kita ketiduran di kamar kak Dev)" ucap Galah.


"Ayo siap-siap kalian harus pergi ngaji loh" ucap mami Ambar.


Keempat bocah kecil itu melihat jam yang ada di kamar kak Dev, dan benar saja sudah jam 3 waktunya mereka pergi mengaji.


"Ia mi(iya mi)" keempat bocah kecil itu.


Si kembar dan kedua sahabatnya turun dari atas ranjang kak Dev, karena mereka harus bersiap pergi mengaji.


"Tat ita iap-iap aji ulu ya(kak kita siap-siap pergi ngaji dulu ya)" ucap Galah.


"Iya" ucap kak Dev.


Lalu keempat bocah kecil itu mengikuti mami Ambar keluar dari kamar kak Dev, mereka masuk ke dalam kamar si kembar, begitu pun dengan mami Ambar, karena akan menyiapkan gamis untuk keempat bocah kecil itu.


☘☘☘☘


Raffa, Brian dan Rasya juga Ilham saat ini sedang berada di apartemen milik Raffa, para pria itu akan bersiap pergi ke puncak sore ini, dan saat ini mereka masi menunggu kedatangan Marvel yang belum tiba.


Sedangkan Tio tidak bisa ikut, karena saat ini sang istri sedang mengandung anak pertama mereka, dan semaunya pun mengerti akan hal itu.


"Marvel udah di mana Bria?" tanya Raffa.


"Udah di jalan katanya, lagi ketemuan bentar sama Adelia" ucap Brian.


"Kamu gak ketemuan sama Sheila?" tanya Rasya.


"Udah tadi, mampir ke rumah nya" ucap Brian.


"Iya karena dia gau perginya sama kalian aja" ucap Brian.


"Kalau loh Raf, gak ngasi tau melodi?" tanya Rasya.


"Gak usah, nanti mala ikut lagi, bikin sakit kepala" ucap Raffa.


"Kok gitu kan pacar kamu?" tanya Rasya.


"Gue gak suka sama kelakuan dia" ucap Raffa.


"Hehehe,,, model mah gitu gak suka di atur" ucap Ilham.


Marvel keluar dari dalam lift, berjalan ke arah unit apartemen sang sahabat.


Clekk...


Setelah menekan pin pintu unit apartemen Raffa, Marvel langsung masuk ke dalam dan melihat sahabatnya sudah menunggu di sana.


"Sorry men, gue telat" ucap Marvel meletakan tas punggungnya di atas sofa.


"Lama banget sih lo" ucap Raffa.


"Sorry men, gue harus ketemuan dulu sama gadis gue" ucap Marvel sambil tersenyum.


"Udah pada siap kan, berangkat sekarang yuk?" ajak Raffa.


"Ayo" ucap yang lain.


Raffa, Brian, Marvel, Rasya dan Ilham pun keluar dari apartemen Raffa, para pria itu terlihat membawa tas punggung mereka, mereka masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai bawa.


Ting...


"Kita pake satu mobil aja ya" ucap Brian.

__ADS_1


"Iya biar gue yang nyetir" ucap Ilham.


Semua pria tampan itu masuk ke dalam mobil, Brian duduk di kursi depan dengan Ilham, sedangkan Raffa, Rasya dan Marvel duduk di kursi belakang, Mobil pun keluar dari parkiran apartemen itu.


☘☘☘☘


Di lain tempat Melatih sedang bersiap-siap di dalam kamarnya, Gadis itu akan pergi bersama sang kedua orang tuanya ke puncak, mereka akan menikmati hari weekend di vila yang ada di puncak.


"Apa lagi ya mau di bawa" ucap Melatih seorang diri.


"Iya syal, aku lupa di puncak kan dingin" ucap Melatih.


Melatih berjalan ke arah lemari, dan mengambil syal dari sana lalu memasukan ke dalam koper kecil miliknya.


"Sudah siap, tinggal menunggu Vani " ucap Melatih.


Melatih lalu menarik kopernya keluar dari kamarnya, di lantai bawa papa dan mama Melatih sudah menunggu.


"Sayang sudah siap Vani mana?" tanya mama Melatih.


"Udah ma, Vani lagi di jalan bentar lagi sampe kok" ucap Melatih.


Melatih kepuncak mengajak Vani sang sahabat, pasti akan seru menikmati hari libur di sana.


Tak lama kemudian Vani sahabat melatih tiba, mereka semau lalu bersiap memasukan barang bawaan mereka ke dalam bagasi mobil.


Hari ini yang mengemudi mobil adalah pak sopir, karena papa Melatih memiliki Villa di puncak.


Setelah semau nya masuk ke dalam mobil, Mobil pun keluar dari halaman rumah mewah itu, puncak yang akan di kunjungi Melatih dan yang lain adalah puncak yang sama dengan yang akan di kunjungi Raffa dan para sahabatnya.


☘☘☘☘


Raffa meminta Ilham untuk berhenti di depan supermarket, karena ia akan membeli cemilan yang akan mereka makan di Vila nanti, tidak mungkin harus pergi mencari keluar di sana.


"Ada yang mau ikut gak?" tanya Raffa.


"Gak ada" ucap Marvel.


Raffa pun keluar dari dalam mobil, sedangkan yang lain menunggu di dalam mobil. Raffa masuk ke dalam super market.


Raffa mengambil beberapa bungkus cemilan, dan juga minuman kaleng. Di rasa sudah cukup, Raffa pergi ke kasir untuk membayar semau belanjaannya.


"Totalnya 750 ribu mas" ucap seorang kasir.


Raffa memberikan uang 800 ribu, setelah selesai Raffa kembali keluar dari dalam supermarket itu. Bertepatan dengan mobil yang di naikin Melatih lewat di depan sana.


Melatih melihat Raffa keluar dari supermarket itu sambil membawa tas, tapi mobil yang di naikin Melatih melaju cepat dan hanya melihat Raffa sekilas saja.


"*Itu kan cowok yang waktu itu, ngapain dia di sini" ucap melatih dalam hati.


"Ngapain juga gue mikirin dia, kenal juga gak" ucap Melatih lagi dalam hati*.


Raffa masuk ke dalam mobil, dan mengisi tas yang ia bawa ke bagasi belakang.


"Udah, kita lanjut perjalanan ya" ucap Ilham.


"Iya lanjut aja" ucap Rasya.


Mobil yang di naikin para cowok itu pun keluar dari parkiran supermarket itu, mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa kali ponsel milik Raffa bergetar, tapi pria itu tak mau mengangkat nya, itu pasti si Melodi.


"Kok gak di angkat?" tanya Marvel.


"Gak males" ucap Raffa.


Kemudian Raffa mematikan ponselnya, agar Melodi tak bisa menelpon Raffa lagi, Raffa kembali memasukan ponselnya ke dalam tas ransel miliknya.


Next...


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...

__ADS_1


Terimakasih🙏🙏🙏***


__ADS_2