Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Ganggu Birth Day Kita Aja


__ADS_3

Si kembar dan kedua sahabatnya terlihat sedang cekikik kan melihat Zein yang berteriak histeris dan melompat dari duduk nya.


"Asain inyat itun, aiapa ulu eldain ita asi upin dan ipin(rasain minyak zaitun, siapa suruh ngerjain kita kasih upin dan ipin)" ucap Galih.


"Ia ita di awan hihihi(iya kita di lawan hihihi)" ucap Galah sambil tertawa pelan.


Uncle Brian dan uncle Marvel saling pandang setelah melihat si kembar dan kedua sahabatnya itu, mereka sudah menduga kalau ini semau adalah kerjaan para bocah kecil itu.


"Liat tuh si kembar, kaya loh banget waktu kecil" ucap Marvel tersenyum sambil melihat sang sohib.


"Mereka mah kelewatan nakal" ucap Brian memandang Marvel sambil terkekeh geli.


"Beb aku takut, itu ada ular" ucap Zein memeluk Dev.


"Udah gak papa kok itu cuma ular karet, tuh liat" ucap Dev menenangkan Zein.


"Tapi aku takut beb" ucap Zein lagi dan tak mau melepas pelukannya dari Dev.


"Ish ebai anet ci adi olan(ish lebay banget sih jadi orang)" ucap Galih menatap sinis Zein.


Sedangkan mommy Sinta sudah memasang wajah tajam melihat Dev dan Zein, di depan banyak orang dan anak-anak mereka pelukan.


"Dev" panggil daddy Reza dengan suara tajam.

__ADS_1


Dev yang mengerti arti penggilan sang uncle pun langsung mengajak Zein menjauh ke taman belakang.


"Angu be dei ita aja ya(ganggu birth day kita aja ya)" ucap Galah.


"Ia(iya)" ucap Galih dan kedua sahabatnya juga.


"Api ga apa yan entin ita da isa edain inyat itun(tapi gak papa yang penting kita udah bisa ngerjain minyak zaitun)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Ia yo ita ain agi ais(iya ayo kita main lagi guys)" ucap Galih.


"Alih(Galih)" panggil Puput berjalan ke arah Galih


Galih melihat ke arah Putut yang sedang berjalan ke arahnya sambil memegang piring yang berisi kue ulang tahun.


"Ompon eu ulan aun ita enat tan(ompong kue ulang tahun kita enak kan)" tanya Galih.


"Ileh to amu awa aja anti inta ama bibi ya(boleh kok kamu bawa aja nanti minta sama bibi ya)" ucap Galih.


"Ia ma acih ya(iya amaksih ya)" ucap Puput.


Galih berjalan cepat ke arah ruangan samping, dan naik ke atas kursi besar dan melihat ke arah taman belakang.


Galih melihat kak Dev sedang mengobrol dengan Zein, enatah apa yang mereka obrolin karena Galih masi berada di.dalam jadi tidak mendengar.

__ADS_1


Galih lalu kembali turun dari atas sofa, dan kembali ke ruang tamu memanggil ketiga sohibnya.


"Ais ini de(guys sini deh)" panggil Galih.


"Enapa Alih(kenapa Galih)" tanya Galah.


"Ais ita eldain inyat itun agi yo(guys kita kerjain minyak zaitun lagi yuk)" ajak Galih.


"Man amu unya ide(emang kamu punya ide)" tanya Iqbal.


"Unya don tini de atu isitin(punya dong sini deh aku bisikin)" ucap Galih, meminta ketiga sohibnya mendekat ke arah nya.


Galih lalu membisikkan sesuatu pada ketiga sohibnya, membuat Galah, Iqbal dan Kifli tertawa melihat Galih.


"Iana ide atu adus tan(gimana ide aku bagus kan)" tanya Galih.


"Ia Alih amu eman elen(iya Galih kamu emang keren)" ucap Kifli mengajungkan jempolnya.


"Yo ita elatsi ais(ayo kita beraksi guys)" ajak Galih mengajak ketiga sohibnya.


Keempat bocah kecil itu kembali menjalankan rencana mereka lagi untuk mengerjai Zein, kali ini entah apa yang akan di perbuat oleh keempat bocah kecil itu.


Si kembar dan kedua sahabat nya pergi ke arah taman belakang, di mana kak Dev dan Zein sedang mengobrol.

__ADS_1


"Tat Dep(kak Dev)" panggil Galih.


Kak Dev dan Zein melihat ke arah keempat bocah kecil itu yang sedang berjalan ke arah kak Dev dan Zein.


__ADS_2