
Selesai sholat Eid si kembar langsung mengajak kedua sahabat mereka untuk ikut pergi ke rumah kakek mereka, di rumah kakek Nick mereka semua akan berkumpul untuk merayakan lebaran hari pertama.
Iqbal dan Kifli sudah minta ijin pada kedua orang tua mereka untuk pergi bersama si kembar dan kedua orang tua mereka mengijinkan itu.
"Ayok sayang naik" ajak Ambar pada keempat bocah kecil itu masuk ke dalam mobil.
"Alah, Alih umah akek alian auh ya(Galah, Galih rumah kakek kalian jauh ya)" tanya Kifli.
"Ga to ekat(gak kok dekat)" jawab Galah.
Keempat bocah kecil itu duduk di kursi belakang, sedangkan Gilang dan Ambar duduk di kursi depan dengan Gilang yang mengemudi mobil.
Suasana dalam mobil di penuhi oleh celotehan ke empat bocah kecil itu, membuat Gilang dan Ambar hanya menggeleng kepala mendengarnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Gilang memasuki rumah besar sang mertua.
"Ni umah akek alian ya, esal anet ya(ini rumah kakek kalian ya, besar sekali ya)" ucap Kifli.
"Ia yo ita ulun(iya ayok kita turun)" ajak Galah, Gilang dan Ambar juga mengajak keempat bocah itu.
Dengan antusias keempat bocah kecil itu turun dari dalam mobil, dan langsung berlari masuk ke dalam terlihat di dalam sana semua para saudara sudah berkumpul, ada kedua orang tua Gilang dan juga keluarga Nara juga di sana.
__ADS_1
"Atalamualaitum(Assalamualaikum)" ucap keempat bocah kecil itu membuat semua yang ada di ruang tamu melihat ke arah suara cadel itu.
"Wa'alaikumsalam wah cucu-cucu kakek udah dateng ya" ucap kakek Nick.
Si kembar dan kedua sohibnya mencium punggung tangan semua orang yang ada di sana, lalu di susul oleh Gilang dan Ambar untuk meminta maaf pada kedua orang tua mereka dan anggota keluarga yang lain.
Kedua mata si kembar mencari keberadaan sang uncle yang tidak terlihat batang hidung nya.
"Akek, ucel Blian ana(kakek, uncle Brian mana)" tanya Galih.
"Ia ita ga iat ucel Blian (iya kita gak liat uncle Brian)" ucap Galah juga.
Tak lama kemudian bagi-bagi angpao pun di mulai, keempat bocah kecil itu masing-masing mendapat satu amplop gambar kartun dari semua orang dewasa di sana, uncle Marvel pun juga membagi-bagi angpao hanya satu orang yang belum datang.
"Alian apet elapa (kalian dapat berapa)" tanya Galih.
"Atu apet bilan(aku dapat sembilan)" jawab Iqbal menunjuk 9 amplop yang ia dapat.
"Ama atu uga(Sama aku juga)" ucap Kifli.
"Atu uga(aku juga)" ucap Galah juga.
__ADS_1
"Alo ditu ita ama(kalau gitu kita sama)" ucap Galih.
Tak lama kemudian yang di tunggu-tunggu datang juga, si kembar yang melihat uncle mereka datang dengan cepat mendekat.
Si kembar mencium punggung tangan uncle mereka begitu pun dengan Iqbal dan Kifli, Brian mengernyit heran keningnya melihat si kembar meminta sesuatu.
"Kenapa" tanya Brian heran.
"Inta pao la ucel, asa inta ue iya tan ais(minta angpao lah uncle, masa minta kue iya kan gays)" ucap Galih yang mendapat anggukan kepala dari ketiga sohibnya.
"Tuh kan udah dapat" ucap Brian menunjuk amplop yang ada di tangan keempat bocah itu.
"Api ucel Blian lum asi ita pao(tapi uncle Bria belum kasih kita angpao)" ucap Galah.
"Kecil-kecil uda tau duit aja" ucap Brian merogoh saku gamisnya dan memberikan 4 lembar uang 100 ribu buat keempat bocah itu.
Galih membagikan untuk sang kembaran dan kedua temannya juga, setelah itu para bocah itu pergi setelah berterima kasih pada uncle Brian, sedangkan Marvel melihat sohibnya itu dengan terkekeh geli membuat Brian yang melihat sepupunya itu mendengus kesal.
Next.....
Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya selesai membaca.
__ADS_1