
Ruang tamu yang sangat besar saat ini sudah di sulap sebagus rupa. Balon-balon dan tema ulang tahun kapten amerika sudah terpampang dengan indah di sana, kue tar tiga susun dan besar sudah di letakan di meja dekat kursi si kembar.
Hari ini si kembar tepat berusia 3 tahun, tidak di buat terlalu mewah hanya mengundang anak-anak panti dan teman-teman ngaji mereka.
Hadiah yang di bungkus si kembar dan yang lain kemarin sudah tersusun dengan rapih di salah satu sudut ruang tamu, kakek, eyang, uncle dan para aunty juga sudah berada di kediaman si kembar.
Saat ini keempat bocah kecil itu sedang berada di dalam kamar si kembar, saat ini jam masi pukul 11 siang.
"Ais(guys)" panggil Galih.
"Enapa Alih(kenapa Galih)" tanya Iqbal melihat sang sahabat.
"Iat de ni, adus ga alo atu ate ni(liat deh nih, bagus gak kalau aku pake ini)" ucap Galih sambil memegang jas kecil miliknya yang senada dengan sang kembaran.
"Adus to, amu aya elan alo ate as itu(bagus kok, kamu kaya pangeran kalau pake jas itu)" ucap Kifli.
"Maaci ya ais(makasih ya guys)" ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu berbaring di atas ranjang milik si kembar, sesekali Galih berceloteh tentang ulang tahun mereka.
Clekk...
Pintu kamar terbuka, uncle Brian masuk sambil mengendong beby Aqil, membaut keempat bata bocah kecil itu melihat ke arah pintu.
"Adit Atil, ucel to Adit atil di awa te ari ci(adik Aqil, uncle kok adik Aqil di bawa ke mari sih)" tanya Galah bangun dari baringnya.
"Memangnya kenapa?" tanya uncle Brian duduk di sisi ranjang si kembar.
"Anti alo adit Atil anis diana(nanti kalau adik Aqil nangis giman)" tanya Galih.
"Gak akan nangis kalau sama uncle" ucap uncle Brian.
"Ucel ita au ium don(uncle kita mau cium dong)" ucap Galah.
"Sini gantian ya cium nya, pelan-pelan juga nanti adik Aqil nangis" ucap ucap uncle Brian.
Keempat bocah kecil itu lalu bergantian mencium beby Aqil, Galih yang paling keseringan mencium bayi kecil itu, sampai membaut beby Aqil bergerak tak karuan oleh Galih.
__ADS_1
"Udah bog, adik Aqil nya udah mau bangun" ucap uncle Brian.
"Ia-ia uma iam uga(iya-iya cuma nyium juga)" ucap Gali melirik uncle Brian dengan sadis.
Uncle Brian lalu beranjak dari duduknya, kembali membawa uncle Brian turun ke lantai bawa, membuat keempat bocah kecil itu juga ikut turun ke lantai bawah.
"Wa tue ya esal anet ya(wah kue nya besar banget ya)" ucap Galih berjalan mendekat ke arah kue.
"Ami ole atan ga(mami boleh makan gak kue nya)" tanya Galih.
"Eh belum boleh sayang, kan belum tiup lilin, nanti sebentar ya" ucap mami Ambar.
Dengan pelan Galih mencoel tangannya ke arah kue dan bater crim menempel di tangannya.
"Emmm, enat(eemm, enak)" ucap Galih sambil menjilat jari mungilnya.
"Alih to di olot ci(Galih kok di colok sih)" ucap Galah melihat sang kembaran.
"Hehehe,, bis enat ci(hehehe, habis enak sih)" ucap Galih sambil terkekeh geli.
"Yo ais ita iap-siap(ayo guys kita siap-siap)" ajak Galah, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
Mereka langsung pergi ke kamar dan membersihkan diri, jas kecil mereka sudah di siapkan oleh bobi di atas ranjang.
Sedangkan di lantai bawa anak-anak panti baru saja tiba, mami Ambar, papi Gilang dan yang lain menyambut kedatangan ibu panti dan anak-anak dengan baik.
"Mari bu, anak-anak masuk yuk duduk dulu" ajak mami Ambar.
"Tante kembar mana?" tanya salah satu anak laki-laki.
"Kembar dan sahabatnya lagi siap-siap sayang" ucap mami Ambar.
Murid-murid ngaji juga sudah datang bersama pak ustad, kakek Nicko dan kakek Reza menyambut pak ustad dengan ramah juga, dan mempersilahkan masuk.
Teman-teman ngaji si kembar sudah duduk di dekat para anak-anak panti, saat ini ruang tamu sudah penuh dengan anak-anak.
Tak lama kemudian si kembar dan kedua sahabatnya turun dari lantai atas dengan mengenakan jas.
__ADS_1
Iqbal dan Kifli sudah bergabung bersama anak-anak yang lain, sedangkan si kembar sudah duduk di kursi dekat kue yang besar itu.
Kak Dev yang menjadi emsi sudah berdiri di dekat si kembar dan mulai membuka acaranya.
Terlihat kak Sheila juga barus saja sampai bersama kedua orang tuanya, Marvel juga datang bersama kak Adelia.
Pak ustad memimpin doa terlebih dahulu sebelum acara di mulai, lalu di lanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue.
Uncle Brian membantu si kembar untuk memotong kue, kue pertama untuk kedua orang tuanya, dan yang ke dua untuk para kakek dan eyang dan untuk Iqbal dan Kifli.
"Maaci ya embal(makasih ya kembar)" ucap Iqbal dan Kifli.
"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap si kembar.
Puput baru saja tiba sambil membawa hadiah untuk kedua bocah kembar itu, terlihat suasana rumah si kembar sangat ramai. Puput dan sang mama langsung masuk ke dalam.
"Embal(kembar)" panggil Puput.
"Ompon, amu lu ateng ya yo tini abun ama ita(ompong, kamu baru dateng ya ayo sini gabung sama kita)" ajak Galih.
"Maaci ya, ni atu unya diah buat alian (makasih ya, ini aku punya hadiah buat kalian)" ucap Puput memberikan hadiah yang ia bawa.
"Wa maaci ya, amu ait de(wah makasih ya, kamu baik deh)" ucap Galih, sedangkan Galah hanya diam saja tidak ikut mengobrol.
Mama puput sudah bergabung dengan para orang tua, membiarkan anak-anak bermain dan menikmati makanan yang sudah di siapkan.
Si kembar lalu membagikan hadiah yang sudah tersusun dengan rapi, semuanya di bagi sama dan mendapat amplop juga dari si kembar.
"Maaci ya embal(makasih ya kembar)" ucap semua anak-anak.
"Ia ama-ama, maaci uga ya alin da au aten te ulan au ita(iya sama-sama, makasih juga ya kalian udah mau dateng ke ulang tahun kita)" ucap Galah dan Galih.
"Iya" ucap semua anak-anak di sana.
"Yo ita atan agi(Ayo kita makan lagi)" ajak si kembar pada semau anak-anak.
Uncle Brian dan kak Dev juga membagikan balon-balon pada anak-anak, sedangkan Marvel tersenyum melihat sang sahabat yang sedang di kerumugi anak-anak.
__ADS_1