Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Uncle Brian Di Interogasi Lagi


__ADS_3

Bukannya mengambil bakso yang di berikan oleh Galih, kak Dev mala beranjak dari duduknya dan pergi mengambil mangkuk baru dan sendok baru.


"Tat au pain(kak mau ngapain)" tanya Galih melihat kak Dev mengambil mangkuk baru.


"Mau minta bakso lah guys, nih isiin mangkuk kak" ucap kak Dev meletakan mangkuk dj dekat si kembar.


Membuat kedua bocah kembar itu saling pandang, lalu melihat mangkuk kak Dev yang masi bersih.


"Ayo di isi, jangan lupa loh kaka gak pelit kalau kalian minta, seperti mie tempo hari" ucap kak Dev menaik turun kan keningnya.


Membuat kedua bocah kembar itu lagi-lagi saling pandang, lalu memberikan bakso ke dalam mangkuk kak Dev.


Kak Dev tersenyum senang melihat melihat mangkuk nya yang sudah terisi bakso, kak Dev melihat krupuk pansit di dekat si kembar.


"Bagi krupuk juga dong" ucap kak Dev sambil tersenyum.


Galih lalu membagi kerupuk menjadi dua, lalu yang sebelah di kasih sama kak Dev, membaut kak Dev melihat heran.


"Kenapa di penggal sih?" tanya kak Dev.


"Lus agi la tat(harus bagi lah kak)" ucap Galih.


"Yo tat atan aso ya(ayo kak makan baksonya)" ucap Galah.


"Gak asik kalian" ucap kak Dev menarik mangkuk nya dan melahap bakso miliknya.


"Ga asit api di atan aso ya(gak asik tapi di makan bakso nya)" ucap Galah sambil tertawa.


Kak Dev dan kedua bocah kembar melahap bakso mereka, bakso di dalam mangkuk si kembar masi terisi banyak, sedangkan di mangkuk kak Dev tinggal tersisa tiga bulatan kecil.


"Tambah bakso dong" ucap kak Dev, membuat pergerakan makan si kembar terhenti.


"Inta agi tat(minta lagi kak)" tanya Galih melihat ke arah kak Dev.


"Iya" ucap kak Dev lagi-lagi mendekatkan mangkuknya ke dekat si kembar.


"Tat Dep tan uma asi ita ekali(kak Dev kan cuma ngasi kita sekali)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari sang kembaran Galih.


"Kalau mau ngasi itu jangan ngitung-ngitung" ucap kak Dev melihat si kembar.


Si kembar lagi-lagi menambah bakso ke mangkuk kak Dev, membuat kak Dev tersenyum senang karena baksonya bertambah banyak.


"Makasih ya" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap si kembar.


"Nanti kalau uncle sama kak Sheila mau beli oleh-oleh jangan lupa dong buat kaka juga biar gak minta punya kalian" ucap kak Dev sambil memasukan bakso nya ke dalam mulut.


"Ish tat Dep uga au oye-oye(ish kak Dev juga mau oleh-oleh)" tanya Galah.


"Iya lah, kan gratis" ucap kak Dev sambil terkekeh geli.


"Oye-oye tu uma uat ita aja(oleh-oleh itu cuma buat kita aja)" ucap Galih melihat kak Dev.


"Kalian ini gak asik" ucap kak Dev.


"Alih epat isin aso ya anti tat Dep inta agi(Galih cepat habisin baksonya nanti kak Dev minta lagi)" ucap Galah berbisik pada sang kembaran, tapi bisikan itu masi bisa di dengar oleh kak Dev.

__ADS_1


"Ia anti tat Dep inta agi(iya nanti kak Dev minta lagi)" ucap Galih.


Kedua bocah kecil itu lalu dengan cepat menghabiskan bakso mereka sampai tersisa hanya kuah saja.


"Bis uga aso ya(habis juga bakso nya)" ucap Galih, melirik kak Dev.


Sedangkan kak Dev masi memakan sisa bakso miliknya, sambil tersenyum melihat kedua bocah kembar itu.


Si kembar kemudian pergi ke ruang tengah, di mana semaunya sedang berkumpul di sana, si kembar melihat uncle Brian sedang duduk di dekat sang mommy.


"Ucel(uncle)" panggi si kembar, semau mata melihat ke arah dua bocah kembar itu.


"Hay boy, gimana baksonya enak gak?" tanya uncle Brian sambil tersenyum.


"Ga usa anyat anya de ucel, etalan ucel awab enapa ucel ga adat ita alan-alan(gak usah banyak tanya deh uncle, sekarang uncle jawab kenapa gak ajak kita jalan-jalan)" ucap Galih duduk di dekat eyang Nisa.


"Uncle itu lagi kencan boy sama kak Sheila" ucap Brian melihat si kembar.


"Man alo entan ga oleh adat ita pa(emang kalau kencan gak boleh ajak kita apa)" tanya Galah.


"Bukan gitu, ya kan kalian harus ngaji" ucap uncle Brian mencoba mencari alasan, tapi sepertinya si kembar tidak mudah si kelabui.


"Anan anyat asan de ucel, ita au to ucel Gaja ga adat ita(jangan banyak alasan deh uncle, kita tau kok uncle sengaja gak ngajak kita)" ucap Galih menatap uncle Brian dengan tajam.


Membuat uncle Brian menghela nafas pelan, kalau sudah di interogasi kaya gini, susah buat uncle Brian mengelak dengan alasan yang lain.


Sedangkan semau yang duduk si sana menahan tawa melihat Brian di interogasi oleh kedua ponakan kembarnya sekarang, Sheila tidak ikut membantu biarkan saja Brian yang menjawab pertanyaan si kembar.


"Sayang" panggil Brian melihat sang kekasih.


Si kembar melihat ke arah kak Sheila yang di panggil oleh uncle Brian, lalu si kembar kembali melihat uncle Brian.


"Ali ini ga ada yan isa olong ucel(kali ini gak ada yang bisa nolong uncle)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari Galih.


"Jangan gitu dong kan udah bawain oleh-oleh buat kalian" ucap uncle Brian.


"Ga ucel oye-oye aso ya di inta ama tat Dep(gak uncle ole-oleh bakso nya di minta sama kak Dev)" ucap Galih.


Uncle Brian melihat kak Dev yang barus saja keluar dari ruang makan, membuat Brian menatap Dev dengan kesal, membuat kak Dev terkekeh geli melihat wajah kesal uncle Brian.


"Kembar di hukum aja uncle Brian" ucap kak Dev.


"Top titu tat ga ole etat (stop situ kak gak boleh dekat)" ucap Galah melihat kak Dev.


"Kenapa?" tanya kak Dev.


"Tat Dep au ita utum uga(kak Dev mau kita hukum juga)" ucap Galih.


"Yah gak mau lah, hukum uncle Brian aja" ucap kak Dev sambil tersenyum geli.


Sedangkan uncle Brian menatap kak Dev dengan sangat kesal, bukannya membela nya malah ikut-ikutan memanas-manasi si kembar.


Kak Dev kabur ke lantai dua di aman kamarnya berada, membiarkan uncle Brian dan si kembar berperang di bawa sana, sedangkan yang lain di satu juga tidak ikut campur. Membaut uncle Brian benar-benar di lemah.


"Iya deh uncle minta maaf, kita damai aja oke" ucap uncle Brian.


"Ita ga au ucle, ucel da ga adat ita alan-alan(kita gak mau uncle, uncle udah gak ngajak kita jalan-jalan)" ucap Galih.

__ADS_1


"Terus kalian maunya apa dong?" tanya uncle Brian melihat kedua ponakan kembarnya itu.


Si kembar berpikir sejenak lalu saling pandang dan tersenyum melihat uncle Brian, membaut uncle Brian menatap si kembar dengan curiga.


"Ita enen alan-alan esot ama abat ita uga(kita pengen jalan-jalan besok sama sahabat kita juga)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari Galah.


"Iya deh, besok kita jalan-jalan ajak Iqbal dan Kifli oke" ucap uncle Brian, dari pada di interogasi terus sama kedua bocah kembar itu lebih baik mengiyakan kemauan mereka.


Mendengar permintaan mereka di kabulkan oleh uncle Brian pun si kembar bersorak senang, entah kemana perginya kekesalan tadi.


"Enal ya cel ita esot elgi alan-alan(benar ya uncle kita besok pergi jalan-jalan)" ucap Galih.


"Iya boy, ajak juga kedua sahabat kalian ya" ucap uncle Brian.


"Asti ucel(pasti uncle)" ucap si kembar dengan antusias.


"Eh ita alan-alan te ana ya adus ya(eh kita jalan-jalan ke nama ya bagus nya)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Di ana alo ita te ubun natan, ita iat aja ama limau di tana(gimana kalau kita ke kebun binatang, kita liat Gajah sama harimau di sana)" ucap Galih.


"Ia amu enal uga(iya kamu benar juga)" ucap Galah.


"Ucel ita esot te ubun natan ya(uncle kita besok ke kebun binatang ya)" ucap Galih.


"Iya boy" ucap uncle Brian sambil tersenyum.


"Anan ital aji ya ucel(jangan ingkar janji ya uncle)" ucap Galah.


"Gak kok boy" ucap uncle Brian.


"Mi, api ita esot au alan-alan(mi, papi kita besok mau jalan-jalan)" ucap Galih dengan senang.


"Iya boy" ucap papi Gilang.


"Tata ela uga itut tan ucel(kaka Sheila juga ikut kan uncle)" tanya Galah.


"Iya sayang kaka juga ikut kalian kok" ucap kak Sheila.


"Asti Ibal ama Ipli enen egal ya(pasti Iqbal smaa Kifli senang dengar nya)" ucap Galah.


"Ia(iya)" ucap Galih.


Si kembar lalu pamit ke lantai atas, kedua bocah kembar itu akan bersiap tidur karena jam saat ini sudah menunjukan pukul 8 malam.


Mau makan malam tapi sudah kenyang dengan bakso tadi, jadi si kembar memili istirahat tidur saja karena besok akan pergi jalan-jalan bersama uncle, kak Sheila dan kedua sahabat mereka.


Kedua bocah kembar itu masuk kedalam kamar.


"Yo ita ikat igi ulu Alih(ayo kita sikat gigi dulu Galih" ajak Galah.


"Amu luan aja, atu anti usul(kamu duluan aja, nanti aku nyusul)" ucap Galih.


Galah masuk ke dalam kamar mandi untuk menyikat gigi, sedangkan Galih sedang asik mengotak atik tap miliknya di atas ranjang. Sampai Galah keluar dari kamar mandi, Galih masi tetap dengan tap miliknya.


"Alih ana itat igi(Galih sana sikat gigi)" ucap Galah.


"Ia amu awel anet ci(iya kamu bawel banget sih)" ucap Galih turun dari atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyikat gigi.

__ADS_1


Selesai menyikat gigi, Galih ikut bergabung dengan sang kembaran yang sudah berbaring duluan.


Next...


__ADS_2