
Brian yang sedang berada di ruangannya meminta sang sekertaris Kevin untuk masuk ke ruangannya, waktu saat ini baru menunjukan pukul 11 siang.
Tok tok...
"Masuk" ucap Brian, Kevin masuk menemui sang bos.
"Ada bos memanggil saya" ucap Kevin.
"Saya hari ini pulang lebih awal ada urusan, tolong kamu pimpin rapat bersama para karyawan ya" ucap Brian.
"Baik bos" jawab Kevin mantap.
"Terima kasih kamu bele keluar" ucap Brian.
Kevin pamit kembali ke meja kerjanya, karena 10 menit lagi ada rapat bersama para karyawan kantor.
Setelah semua pekerjaannya beres Brian menghubungi sang sepupu Marvel.
"Vel, kita ketemu di kafe saja ya" ucap Brian.
"Oke, gue udah mau siap-siap" ucap Marvel dari seberang sana.
Sambungan telpon pun berakhir, Brian beranjak dari kursi besarnya berjalan keluar dari ruangannya kemudian melangkah masuk ke dalam lift.
Tiba di lantai dasar Brian langsung menuju lobby di mana mobil sport milik Galah berada, Brian masuk ke dalam mobil dan mobil pun keluar dari gedung kantor Wijaya Group.
☘☘☘☘
Di sisi lain tepatnya di bandara Soekarno-Hatta, seorang pria tampan dan tinggi baru saja keluar dari pesawat. Kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya membuat penampilannya bertambah keren.
"Semoga saja Tuhan mempertemukan kita lagi" ucap pria itu dalam hati.
Pria tampan itu keluar bersama para penumpang pesawat yang lain, ia mengambil ponsel miliknya menonaktifkan mode pesawat.
Ting...
__ADS_1
Pesan dari sang sahabat masuk, mengatakan kalau mereka akan bertemu di restoran milik sahabatnya itu senyum terbit di bibirnya.
Pria itu melangkah mendekati mobil yang sudah menjemputnya tapi tiba-tiba seseorang menabrak dirinya.
Duukk..
"Aduh" keluh seorang gadis yang tak sengaja menabrak nya.
"Maaf aku gak sengaja, lagi buru-buru" ucap gadis yang berambut hitam yang terurai indah.
Pria itu tak menanggapi permintaan gadis itu, ia hanya fokus melihat wajah gadis yang menabraknya dari balik kacamata hitam miliknya.
"Mas" panggil gadis itu karena pria yang ia tabrak hanya diam.
Pria itu kaget pad saat sang sopir datang menghampirinya, pria tampan itu pun berbalik tampa menghiraukan gadis yang sedang berdiri di hadapannya.
"Melatih, ayo pesawat kita akan segera berangkat" ucap gadis yang tak jauh dari melati.
Dan pada saat itu juga langkah pria tampan itu terhenti saat mendengar nama Melatih di sebut, pria tampan itu berbalik tapi hanya punggung gadis yang ia tabrak terlihat semakin menjauh.
Pria itu masuk ke dalam mobil, Mobil itu pun keluar dari area bandara.
☘☘☘☘
Di kafe Brian dan Marvel sedang duduk menunggu kedatangan sohib mereka yang baru saja tiba di indonesia, Brian sudah mengirim alamat kafe miliknya pada sang sohib.
Mobil sport berwarna putih berhenti tepat di depan kafe She'Yan, seorang pria tampan dengan kacamata hitamnya keluar dengan membawa paper bang yang sedikit besar. Ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12:15.
Pria itu masuk tampa melepas kacamata hitam miliknya, pria itu langsung melangkah masuk kedalam ruangan pemilik restoran.
Clek...
Brian dan Marvel melihat ke arah pintu, di sana teman kecil mereka sedang berjalan masuk dengan membawa tas yang sedikit besar.
"Hay men, gue rindu ama kalian berdua" ucap Raffa saat berada di dekat kedua sohibnya.
__ADS_1
"Sama bro kita juga rindu sama loh, loh apa kabar" ucap Brian mereka berpelukan bergantian.
"Alhamdulillah gue baik, salam nyokap sama bokap gue buat kalian" ucap Raffa
"Waalaikumsalam, mereka sehat kan" tanya Brian.
"Alhamdulillah sehat" ucap Raffa.
Mereka bertiga pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Loh bawa apa" tanya Marvel melihat tas yang di bawa Raffa.
"Oleh-oleh buat kalian" ucap Raffa.
"Kirain loh udah lupa bawain oleh-oleh buat kita" ucap Brian tersenyum.
"Nih buat kalian" ucap Raffa memberi tas itu.
Brian mengambil tas itu dan melihat isinya.
"What, loh gak salah kasih kita oleh-oleh kan" tanya Brian, Marvel yang penasaran pun melihat isi tas itu Marvel pun juga di buat kaget.
"Gak lah, kan kalian mintanya oleh-oleh pesawat sama mobil waktu gue ke prancis kalian udah lupa ya" ucap Raffa tersenyum mengingat masa kecil mereka.
"Ck, kirain jam tangan ke, atau apa ini mainan bocil" ucap Brian.
Membuat tawa Raffa pecah di ruangan itu melihat wajah kesal kedua sohibnya itu, sebenarnya Raffa sudah menyiapkan hadiah jam tangan mahal untuk kedua sahabatnya tapi ia ingin mengerjai mereka dulu.
"Ini sih mainan si kembar" ucap Marvel.
Next....
**Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys,,,, di part ini hanya ada cerita pertemuan Brian, Marvel dan Raffa ya.
Di part berikutnya baru si kembar akan datang ke kafe uncle nya bersama sang mami dan aunty**.
__ADS_1