Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Papi Gilang meminta keempat bocah kecil itu untuk masuk ke kursi belakang, si kembar dan kedua sahabatnya pun hanya menurut saja.


Lalu di susul oleh mami Ambar yang di bukakan pintu oleh papi Gilang, kemudian papa Gilang duduk di kursi kemudi, papi Gilang lalu melihat ke arah keempat bocah kecil itu.


"Boy, kenapa kalian sampai ke sekolah kak Dev?" tanya papi Gilang mengintrogasi keempat bocah kecil itu.


"Alih yan adat ita pi(Galih yang ajak kita pi)" aduh Galah.


"Ia om Alih yan adat ita(iya om Galih yang ajak kita)" ucap Iqbal juga, yang mendapat anggukan kepala dari Kifli.


Papi Gilang melihat sang istri, lalu menggeleng kepala. Sedangkan Galih hanya menunduk takut karena memang ialah biang keroknya, mengajak ketiga sohibnya masuk ke dalam bagasi mobil kak Dev.


"Boy, liat papi" panggil papi Gilang.


"Alih au Alih ala pi, aapin Alih pi, mi(Galih tau Galih salah pi, maafin Galih pi, mi)" ucap Galih masi menunduk takut.


"Iya papi sama mami tau, liat sini Sulu dong" ucap papi Gilang.


Galih pun memberanikan diri melihat ke dua orang tuanya, yang ternyata sedang tersenyum melihat Galih.


"Api ama ami to etawa ci(papi sama mami kok ketawa sih)" tanya Galih heran, sedangkan ketiga sohibnya hanya duduk dengan diam di dekat Galih.

__ADS_1


"Papi sama mami gak marah sama kalian, tapi lain kali kalian harus bilang sama mami biar gak panik" ucap papi Gilang.


"Iya pi aapin ita(iya pi maafin kita)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Kalian pingin sekolah?" tanya papi Gilang.


"Au pi, ita enen kola aya tat Dep(mau pi, kita pengen sekolah kaya kak Dev)" ucap Galah.


"Nanti kalau umur kalian udah tiga tahun, kalian akan papi masukan taman kanak-kanak ya" ucap papi Gilang.


"Enal pi ita atan kola(benar pi kita akan sekolah)" tanya Galah.


"Soal Iqbal dan Kifli, gak usah kuatir nanti biar papi juga yang akan urus semuanya yah" ucap papi Gilang.


"Ote pi(oke pi)" ucap si kembar.


"Ais ita atan kola(guys kita akan sekolah)" ucap Galih dengan senang.


"Ya sudah ayo kita pulang ya" ucap mami Ambar.


Mobil yang di kendarai oleh papi Gilang pun keluar dari gerbang sekolah kak Dev, keempat bocah kecil itu berceloteh sepanjang jalan menuju rumah.

__ADS_1


Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh papi Gilang memasuki halaman gerbang rumah besar mereka, setelah mobil terparkir si kembar dan kedua sahabatnya pun turun dari dalam mobil.


"Mi ati-ati ulun ya(mi hati-hati turun nya)" ucap Galih.


"Iya sayang ini di bantuin papi kok" ucap mami Ambar.


Papi Gilang membantu sang istri masuk kedalam rumah, di ikuti si kembar dan kedua sahabatnya juga.


"Den, dari mana saja di bibi cariin gak ada" ucap bibi melihat keempat bocah kecil itu.


"Ita bis ali kola tat Dep bi(kita habis dari sekolah kak Dev bi)" ucap Galih.


"Kok gak bilang ibu sih, kan kuatir nyariin gak ada" ucap bibi.


"Ia bi aap ita elgi ya iam-iam hihihi(iya bi maaf kita perginya diam-diam hihihi)" ucap Galih sambil terkikik geli.


Bibi hanya menggeleng kepala melihat tingkah anak dari majikannya itu, bibi lalu pamit kebelakang meninggalkan semuanya yang duduk di sofa ruang tengah.


Next....


Guys maaf ya novel si kembar beberapa hari ini akan segera tamat.

__ADS_1


__ADS_2