Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Bocil Mengobrol Dengan Serius


__ADS_3

Saat ini si kembar dan kedua sahabatnya sedang duduk di ruang tempat bermain si kembar, terlihat keempat bocah kecil itu sedang serius mengobrol.


"Imana alo ita elja aja(gimana kalau kita kerja aja)" ucap Galah.


"Elja apa, ita tan asi ecil ana isa elja (kerja apa, kita kan masi kecil mana bisa kerja)" ucap Iqbal.


"Ia ita lus elja ial apat uan uat edeta(iya kita harus kerja biar dapat uang buat sedekah)" ucap Galah lagi.


"Enapa ga inta aja ama api amu Alah, api amu tan aya(kenapa gak minta aja sama papi kamu Galah, papi kamu kan kaya)" ucap Kifli.


"Atu ga au inta ama api ama ami, atu au ya elja ali uan dili(aku gak mau minta sama papi sama mami, aku mau nya kerja cari uang sendiri)" ucap Galah.


"Ia apa ata Alah enal uga, ebi ait ita ali uan dili ial elka (iya apa kata Galah benar juga, lebih baik kita cari uang sendiri biar berkah)" ucap Iqbal.


"Imana alo ita elja di umah akek nit(gimana kalau kita kerja di rumah kakek Nick)" ucap Galih.


"Elja apa(kerja apa)" tanya Iqbal.


"Elja apa aja, ita anya ami ulu yu(kerja apa aja, kita tanya mami dulu yuk)" ajak Galih.


Keempat bocah kecil itu pun keluar dari ruang main, mencari keberadaan mami Ambar sampai ke dapur tapi tak menemukan.


"Bibi, ami ana(bibi, mami mana)" tanya Galih pada bibi yang ada di dapur.

__ADS_1


"Ibu di ruang samping den" ucap bibi.


Mereka pun pergi ke ruang samping untuk melihat mami Ambar, benar saja yang di cari-cari sedang duduk membaca majalah di sana.


"My, ita aliin ami di tini(my. kita cariin mami di sini)" ucap Galih.


Ambar melihat ke dua putra kembarnya juga melihat Iqbal dan Kifli, kalau sudah seperti ini pasti punya mau.


"Ada apa kalian mencari mami nak" tanya Ambar.


"My, epon akek nit don ita au omon(my, telpon kakek Nick dong kita mau ngomong)" ucap Galah.


"Memangnya mau ngomong apa sayang" tanya Ambar.


Ambar hanya menggeleng kepala, lalu mengambil ponsel miliknya yang di atas meja dan langsung menelpon sang daddy, tak lama kemudian telpon pun tersambung.


"Assalamualaikum sayang ada apa" jawab daddy Nicko dari seberang telpon.


"Waalayikumsalam dad, daddy lagi apa" tanya Ambar.


"Daddy lagi duduk sama mommy kamu, ada apa sayang" tanya Nicko lagi.


"Ini cucu daddy mau ngomong katanya" ucap Ambar.

__ADS_1


"Mana mereka, daddy juga kangen sama mereka" ucap daddy Nicko.


"Oloh akek, ni Alih kek(hallo kakek, ini Galih kek)" ucap Galih.


"Iya boy, ada apa" tanya kakek Nick di seberang sana saat ini hp kakek Nick sedang di speaker jadi eyang Nisa bisa mendengar.


"Akek ita au elja don uat ali uan(kakek kita mau kerja dong buat cari uang)" ucap Galih, membuat Ambar, kakek Nick dan eyang Nisa menjadi kaget mendengarnya.


"Sayang kamu ngomong apa sih" ucap Ambar pada sang putra.


"Etal my, Alih lum esai omon ama akek(bentar my, Galih belum selesai ngomong sama kakek)" ucap Galih, membuat kakek Nick dan eyang Nisa dapat mendengar di seberang sana.


"Memangnya uang nya buat apa boy" tanya kakek Nick.


"Uat di edeta kek, ata pa utas ita lus edeta ial apat paala(buat di sedekah kek, kata pak ustad kita harus sedekah biar dapat pahala)" ucap Galih.


Kakek Nick terdiam di seberang sana, ia mengingat masa kecil sang putra yang senang bersedekah kepada orang yang tidak mampu, Nicko gak nyangka ternyata kedua cucunya juga punya sifat perduli yang sama dengan Brian waktu kecil, dan Nicko sangat bersyukur dengan hal itu kebaikan Brian menurun pada kedua cucunya sekarang Nicko tersenyum melihat sang istri.


Begitu pun dengan ambar di dekat keempat bocah kecil itu menjadi diam, putra-putranya di usia masih kecil sudah mau bekerja mencari uang buat bersedekah, Ambar tersenyum tapi air matanya mengalir dari sudut matanya karena bahagia mendengar perkataan putra bungsunya itu.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita Jovian dan Maura ya***..


__ADS_2