Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Membujuk Kak Dev


__ADS_3

Hari weekend telah tiba, si kembar dan kedua sahabatnya memasuki kamar kak Dev. Terlihat si pemilik kamar masi setia bergulung di bawa selimut tebalnya.


"Tat Dep anun tat(kak Dev bangun kak)" panggil Galih naik ke atas tempat tidur kak Dev.


"Tat anun da ian ni idul elus ci(kak bangun udah siang ini tidur terus sih)" ucap Galih menggoyang-goyangkan tubu kak Dev.


"Adu kalian ini kenapa si gangguin kaka" ucap kak Dev.


"Tat anun da ian ni tu iat ata ali ya da ebit (kak bangun udah siang nih tuh liat mata harinya udah terbit)" ucap Galih.


Kak Dev menghembuskan nafasnya dengan kasar, hari-hari liburnya tak pernah heppy karena si kembar dan kedua sahabatnya.


"Anun tat(bangun kak)" ucap Galih.


"Memangnya mau ngapain sih, ini kan masi pagi masih jam 8 lagi" ucap kak Dev.


"Tat ita lenan yo(kak kita berenang yuk)" ajak Galah.


"Berenang, memangnya kalian bisa berenang?" tanya kak Dev.


"Ga isa ata ya ita au lenan ama tat Dep(gak bisa makanya kita mau berenang sama kak Dev)" ucap Galih.


"Kalian ini selalu saja gangguin kak Dev" ucap kak Dev.


"Da ga usa anyat omo yo anun tat Dep(udah gak usah banyak ngomong ayo bangun kak Dev)" ucap Galah.


Dengan terpaksa kak Dev bangun dari tidurnya, lalu beranjak turun dari atas ranjang king size miliknya, kak Dev lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan si kembar dan kedua sahabatnya naik ke atas ranjang dan melompat-lompat di sana, terlihat Galih menjahili ketiga sohibnya sehingga membuat Iqbal, Galah dan Kifli tak henti-hentinya berteriak.


"Galih melempar ketiganya dengan bantal, sampai bantar berserah kan ke lantai, selimut pun sama di tarik oleh Galah dan Iqbal sampai tak berbentuk lagi.


Kamar kak Dev yang dulunya sangat rapi saat ini terlihat seperti kapal pecah oleh keempat bocah kecil itu.


Tak lama kemudian kak Dev keluar dari dalam kamar mandi, dan melihat seisi kamarnya yang sangat berantakan seperti kapal pecah, pandangan kak Dev lalu tertuju pada keempat bocah kecil yang sedang berdiri di atas ranjang kak Dev.


Bukanya takut keempat bocah kecil itu malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah kak Dev yang sangat lucu itu.


"Hahahahha iat de ais aja tat Dep ucu anet ya hahaha(hahahahha liat deh guys wajah kak Dev lucu banget ya hahaha)" ucap Galah yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.

__ADS_1


"Siapa yang suruh kalian buat acak-acakin kamar kaka ha?" tanya kak Dev melihat keempat bocah kecil itu.


"Ga ada tat(gak ada kak)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Sekarang rapihin, kalau gak mau kaka gak mau renang sama kalian" ucap kak Dev duduk di sofa.


Keempat bocah kecil itu saling pandang, lalu saling berbisik dengan pelan, tapi masi bisa di dengan oleh kak Dev.


"Ais imana don tat Dep arah ama itu(guys gimana dong kak Dev marah sama kita)" ucap Galih.


"Ia tat Ule arah tu(iya kaka bule marah tuh)" ucap Kifli.


"Ita apiin aja amal tat Dep(kita rapihin ajak kamar kak Dev)" ucap Iqbal.


"Ia yo" iya ayo)" ajak Galah juga.


Keempat bocah kecil itu pun turun dari atas ranjang, dan mendekati kak Dev yang sedang duduk di sofa.


"Tat ita inta aap ya, ita anji de ita atan eletin amal tata ya(kak kita minta maaf ya, kita janji deh kita akan beresin kamar kaka ya)" ucap Galih.


"Ia tat anan arah agi ya ama ita(iya kak jangan marah lagi ya sama kita)" ucap Galah.


Keempat bocah kecil itu pun membereskan kekacauan yang mereka lakukan itu, si kembar terlihat sedang memungut bantal, sedangkan Iqbal dan Galih sedang melipat selimut di atas ranjang.


Kak Dev melihat keempat bocah kecil itu yang dengan semangat mengatur kamar yang mereka bongkar tadi.


"Ail ya esai uga ya(akhirnya selesai juga ya)" ucap Galah.


"Ia ape uga ya(iya capek juga ya)" ucap Galih.


Keempat bocah kecil itu lalu mendekati kak Dev yang masi duduk di sofa, Galih duduk di dekat kak Dev dengan wajah di buat kasian.


"Tat amal tata da ita eletin, tata asi arah ya ama itu(kak kamar kaka udah kita beresin, kaka masih marah ya sama kita)" tanya Galih.


"Uda don tat arah ya tata ga acian ama ita da eletin amal tata(udah dong kak marahnya kaka gak kasian sama kita udah beresin kamar kaka)" ucap Galah duduk di sebelah kak Dev.


Tapi kak Dev hanya diam membisu, karena masi kesal dengan keempat bocah kecil itu yang selalu menganggu tidur paginya.


"Ita iditin de ial tata ga arah agi ama ita(kita pijitin deh biar kaka gak marah lagi sama kita)" ucap Galih lagi.

__ADS_1


"Ais ita iditin tat Dep yo(guys kita pijitin kak Dev yuk)" ajak Galih.


"Yo(ayo)" ucap Galah, Iqbal dan Kifli.


Keempat bocah kecil itu pun mulai memijit kaka Dev, si kembar memijit di Bagain pundak sedangkan Iqbal dan Kifli memijit di bagian lengan, mereka melakukan ini agar mendapat maaf dari kak Dev.


"Uda-udah cukup" ucap kak Dev.


"Tat uda aapin ita ya(kaka udah maafin kita ya)" tanya Galih.


"Iya kaka udah maafin tapi jangan di ulangi lagi ya?" ucap kak Dev.


"Ita ga anji tat(kita gak janji kak)" ucap Galah.


"Kok gitu" tanya kak Dev.


"Ia ita ga anji, atut ya alo ita anji ala ital(iya kita gak janji, takut nya kalau kita janji mala ikat)" ucap Galah.


Kak Dev hanya menggeleng kepala melihat keempat bocah kecil itu.


"Tat ita adi lenan tan(kak kita jadi berenang kan)" tanya Galih.


"Iya jadi kok" ucap kak Dev.


"Oleh ita adi elenan(hore kita jadi berenang)" ucap si kembar.


"Yo tat ita elenan etalan(ayo kak kita berenang sekarang)" ajak Galah.


Kak Dev melihat jam yang menggantung di dinding, baru menunjukan pukul 8 lewat kak Dev melihat para bocah kecil itu.


"Kalian tunggu di lantai bawa ya, nanti kak Dev segera turun, kak Dev mau ganti baju dulu" ucap kak Dev.


"Ya uda de, ita ungu di awa ya tat(ya udah deh, kita tunggu di bawa ya kak)" ucap keempat bocah kecil itu.


Kemudian para bocah kecil itu keluar dari kamar kak Dev, mereka turun ke lantai bawa untuk menunggu kak Dev di lantai bawa.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....

__ADS_1


__ADS_2