
Kak Dev mengajak Zein untuk membantu si kembar dan kedua sahabatnya mengisi hadiah ke dalam plastik.
Sesekali si kembar melihat sinis ke arah Zein yang sok-sok dekat dengan kak Dev.
"Iat de ais so omantin (liat deh guys sok romantis)" ucap Galah berbisik pada ketiga sohibnya.
"Ia atu ga uka iat ya(iya aku gak suka liatnya)" ucap Galih juga.
Membuat mami Ambar dan aunty Maura menggeleng kepala melihat keempat bocah kecil itu, pasti mereka lagi ngomongin kak Dev dan pacarnya.
"Kalian lagi bisik-bisik apa sih" tanya kak Dev melihat keempat bocah kecil itu.
"Ga to ita ga isit apa(gak kok kita gak bisik apa-apa)" ucap Galih melihat kak Dev.
"Ais ita tan agi ali odo ama tat Dep(guys kita kan lagi cari jodoh sama kak Dev)" ucap ucap Galih.
"Ia ya atu upa, pi tan etalan ita agi ibuk esot tan ita ulan aun (iya ya aku lupa, tapi kan sekarang kita lagi sibuk besok kan kita ulang tahun)" ucap Galah.
"Anti ita itilin ewat ulan aun aja imana (nanti kita mikirin lewat ulang tahun aja gimana)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
"Ote(oke)" ucap si kembar.
"Aduh kalau bukan karena Dev, gue juga ogah ngisi barang gak penting kaya gini" ucap Zein dalam hati.
papi Gilang dan uncle Jovian baru saja tiba, dan langsung masuk ke dalam rumah. Jovian langsung mencari keberadaan sang istri dan putri kecilnya.
"Sayang beby Aqil lagi tidur ya?" tanya Jovian melihat sang istri.
"Iya mas, tuh tidurnya pules banget" tunjuk Maura ke arah box bayi.
Jovian mendekati box bayi itu, dan mencium putri kecilnya dengan sayang, bari di tinggal beberapa jam saya Jovian sudah sangat merindukan putri kecilnya itu.
Jovian dan Gilang saat ini baru pulang dari kantor, karena saat ini Maura dan beby Aqil berada di kediaman si kembar, Jovian pun langsung ke rumah sang sahabat.
"Ucel Jo, anan di iam-ium anti adit Atil ya nanti anun(uncle Jo, jangan cium-cium adik Aqil nya nanti bangun)" ucap Galih berdiri mendekati box bayi.
"Hehehe, habis uncle kangen banget sih sama adik Aqil" ucap uncle Jo.
"Ungu adit Atil anun aja(tunggu adik Aqil bangun aja)" ucap Galih.
__ADS_1
"Siap bos kecil" ucap uncle Jo.
"Itu siapa?" tanya uncle Jo melihat ke arah Zein.
"Tu atal ya tat Dep, ama ya Inyat Aitun(itu pacarnya kak Dev, nama nya minyak Zaitun)" ucap Galih, membuat uncle Jo mengernyit keningnya heran mendengar perkataan Galih.
"Uda ya cel atu au iti dia agi(udah ya uncle aku mau isi hadiah lagi)" ucap Galih.
Sedangkan aunty Maura tersenyum melihat sang suami, ada-ada saja Galih ini masa nama Zein di bilang Zaitun.
"Sayang itu siapa?" tanya Jovian pada sang istri.
"Namanya Zein, temannya Dev mas" ucap Maura sambil tersenyum.
"Katanya si kembar minyak Zaitun" ucap uncle Jo.
"Kamu ini, mau percaya sama Galih" ucap aunty Maura.
Tumpukan hadiah sudah banyak tersusun di atas sofa dan meja kaca, tapi masi banyak yang belum terbungkus.
Kak Dev melihat Galih yang sedang membuka bungkusan coklat, lalu memakannya tampa memperdulikan ketiga sohibnya yang sedari tadi mengisi hadiah.
"Amu ni atan elus(kamu ini makan terus)" ucap Galih.
"Sayang aku pengen minum" ucap Zein dengan manja.
Membaut keempat bocah kecil itu saling pandang dan bergaya sok ilfil melihat Zein, sedangkan kak Dev beranjak ingin mengambil minum buat Zein.
"Ish au ya aja di ulu(ish mau aja di suruh)" ucap Galah.
"Ais imana alo ita eldain(guys gimana kalau kita kerjain)" ucap Galih melihat ketiga sohibnya.
"Oleh amu enal uga(boleh kamu benar juga)" ucap Galah.
"Yo Ibal itut atu, alian ungu tini ya(ayo Iqbal ikut aku, kalian tunggu sini ya)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari Galah dan Kifli.
Galih dan Iqbal beranjak dari sana dan pergi ke arah dapur di mana kak Dev sedang mengambil minum buat Zein.
"Iqbal elan-elan alan ya(Iqbal pelan-pelan jalannya)" ucap Galih.
__ADS_1
"Ia" ucap Iqbal.
Kedua bocah kecil itu pergi ke arah dapur, minum yang akan di kasih ke Zein kak Dev letakan di atas meja, lalu kak Dev pergi mengambil cemilan.
Dengan cepat Galih mengambil saos sambel dan memasukan ke dalam air minum Zein cukup banyak, lalu ia dan Iqbal kembali lagi dengan cepat ke ruang tengah sambil berlari.
"Di ama ida lum(gimana udah belum)" tanya Galah.
"Eles enan aja(beres tenang aja)" ucap Galih sambil tersenyum.
"Ita ungu aja alo inyat aitun asti epedatan de(kita tunggu aja kalau minyak zaitun pasti kepedesan deh)" ucap Galih sambil terkikik geli.
Membaut Galah, Iqbal dan Kifli saling pandang, membaut tawa Galih terhenti.
"Alian enapa to iat atu ditu ci(kalian kenapa kok liat aku gitu sih)" tanya Galih melihat ketiga sohibnya.
"Inyat itun tu iapa Alih(minyak zaitun itu siapa Galih)" tanya Iqbal.
"Itu atal ya tat Dep(itu pacarnya kak Dev)" ucap Galih menunjuk ke arah Zein.
"Oh ditu ya(ooh gitu ya)" ucap Galah, Iqbal dan Kifli.
Terlihat kak Dev datang sambil membawa cemilan dan minuman buat Zein, kak Dev meletakan minuman dan cemilannya di atas meja.
"Ini minumnya" ucap kak Dev memberikan minuman baut Zein.
"Makasih ya beb" ucap Zein.
Membuat keempat bocah kecil itu memandang kesal ke arah Zein yang sok manja pada kak Dev.
Zein langsung meminum minuman yang di ambil oleh kak Dev, tampa mereka tahu kalau Galih sudah memasukan sambel pedas yang sangat banyak.
"Aahhkk kok pedas gini sih beb" ucap Zein mengipas-ngipas mulutnya yang pedas.
"Pedas gimana hak kok, aku ambilnya dari kulkas loh itu" ucap kak Dev.
"Tapi ini pedes banget" ucap Zein dan kentut langsung keluar dari Zein.
Membaut kak Dev kaget dan mengernyit kening heran melihat Zein, sedangkan keempat bocah kecil itu sudah mati-matian tertawa mendengar angin keluar dari Zein.
__ADS_1
"Ish to antit-antit olot ci(iih kok cantik-cantik jorok sih)" ucap Galih sambil menutup hidung, begitu pun dengan ketiga sohibnya.
Zein menunduk malu dan karena di liat oleh papi Gilang, mami Ambar, aunty Maura dan uncle Jo.