Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Ke Rumah Adik Aqil


__ADS_3

Kak Dev melihat sampo yang di tuangkan si kembar di telapak tangannya.


"Tat Dep, andi di amal andi ita aja(kak Dev, mandi di kamar mandi kita aja)" ucap Galah.


"Siniin sampo nya, nanti di balikin lagi, ini mana cukup buat gosok kepala kaka," ucap kak Dev.


"Asa ci tat ni ga ukup, ni tan da anyat(masa sih kak ini gak cukup, ini kan udah banyak)" ucap Galih.


"Yah gak cukup lah, coba liat ini dikit," ucap kak Dev.


"Uda de tat anan anyat latan, ana andi tat(udah deh kak jangan banyak alasan, sana mandi kak)" ucap Galih.


"Kalian ini," ucap kak Dev masuk ke dalam kamar mandi si kembar.


Setelah kak Dev masuk ke kamar mandi, Galih terlihat kembali menyimpan sampo nya di dalam lemari. Dan tak lupa menguncinya.


"To di unci ci(kok di kunci sih)" tanya Iqbal.


"Ia, ial tat Dep ga isa bil agi(iya, biar kak Dev gak bisa ambil lagi)" ucap Galih santai.


"Lus ita au pain don(terus kita mau ngapain dong)" tanya Kifli.


"Alo atu ci enen ait tuda, api ucel ala ulan(kalau aku sih pengen naik kuda, tapi uncle mala pulang)" ucap Galih.


"Ia atu uga(iya aku juga)" ucap Galah.


"Ais ita te uma adit Atil aja yo(guys kita ke rumah adik Aqil aja yuk)" ajak Galih, yang tiba-tiba mendapat ide.

__ADS_1


"Ia amu enal, yo ita inta idin ama ami dan api ulu(iya kamu benar, ayo kita minta ijin sama mami dan papi dulu)" ajak Galih.


"Yo(ayo)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu kembali keluar dari dalam kamar, sedangkan kak Dev masi berada di dalam kamar mandi si kembar.


Keempat bocah kecil itu kembali menuruni anak tangga, terlihat mami Ambar juga baru saja keluar dari ruang makan.


"Mi, ami(mi, mami)" panggil si kembar, membaut mami Ambar berhenti dan melihat keempat bocah kecil itu.


"Ada apa sayang?" tanya mami Ambar.


"Mi, ita au te uma adit Atil don mi(mi, kita mau ke rumah adik Aqil dong mi)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.


"Mau ke rumah aunty Muara, tapi di anter sama pak sopir ya," ucap mami Ambar.


"Ia mi," ucap Galih dan Galah.


"Ayo, tapi ingat jangan nakal ya sayang," ucap mami Ambar.


"Tiap mi, tiap ante(siap mi, siap tante)" ucap kempat bocah kecil itu.


Mobil yang membawa si kembar pun keluar dari gerbang rumah mewah itu, sudah beberapa hari mereka tidak bertemu dengan adik Aqil. Rasanya kangen dan ingin bermain dengan bayi kecil itu.


Baru saja mobil terparkir, suara riu si kembar dan kedua sahabatnya sudah terdengar dari pintu utama, karena jarak rumah aunty Maura tidak terlalu jauh.


"Adit Atillll(adik Aqil)" panggil keempat bocah kecil itu tiba di dalam rumah.

__ADS_1


Maura sudah mengetahui perihal kedatangan keempat bocah kecil itu, karena mami Ambar sudah menelpon aunty Maura.


"To epi ya, adit Atil ana(kok sepi ya, adik Aqil mana)" ucap Galih.


"Ia, yo ita iat di amal(iya, ayo kita liat di kamar)" ucap Galah.


"Yo ais(ayo guys)" ajak Galih juga.


Keempat bocah kecil itu akan bersiap pergi mencari di kamar, tapi suara aunty Maura sudah terdengar dari ruangan samping.


"Sayang, sini," panggil aunty Maura.


"Oty, adit Atil ana(aunty, adik Aqil mana)" tanya Galih.


"Tuh lagi main sendiri," ucap aunty Maura menunjuk ke salah satu karpet bulu.


"Du adit Atil(aduh adik Aqil)" ucap Galih mendekati bayi kecil itu, di ikuti oleh ketiga sohibnya.


"Ais atu ulu ya yan tium adit Atil(guys aku dulu ya yang cium adik Aqil)" ucap Galih.


"To amu luan ci, lus ita di ana don(kok kamu duluan sih, terus kita gimana dong)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Anti ita antian ya(nanti kita gantian ya)" ucap Galih.


"Ish amu ga elu(ish kamu gak seru)" ucap Galah.


Galih pun mulai mencium terlebih dahulu, bocah kecil itu mencium jidat beby Aqil dengan lembut, membuat aunty Maura was-was menjaga mereka, takut nanti si kembar nekat dan mengendong beby Aqil.

__ADS_1


"Gantian ya sayang cium nya," ucap aunty Maura.


"Ia oty(iya aunty)" ucap keempat bocah kecil itu.


__ADS_2