Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Main Kuda


__ADS_3

Uncle Brian dan uncle Marvel lalu saling pandang dan memberikan kode, membuat keempat bocah kecil itu was-was jadinya.


"Gimana jadi gak ni main kuda, kalau gak uncle sama uncle Marvel balik lagi nih," ucap uncle Brian.


Mendengar kata balik si kembar pun langsung dengan cepat mengajak kedua uncle mereka mendekati kuda, mereka gak mau nanti mala pulang uncle Brian dan uncle Marvel.


"Ia ita ain tuda etalan, iya kita main kuda sekarang)" ucap Galih.


"Gitu dong dari tadi," ucap uncle Brian menatap sang sohib sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ucel Blian ake ode agi ama ucel Alvel(uncle Brian pake kode lagi sama uncle Marvel)" ucap Galih.


Membuat uncle Brian dan uncle Marvel menahan tawa, karena ketahuan oleh si kembar. Si kembar memang gak bisa di kelabui.


"Ibal amu ait ama atu ya(Iqbal kamu naik sama aku ya)" ucap Galih.


"Ia Alih(iya Galih)" ucap Iqbal.


"Alo amu ama atu ya Ipli(kalau kamu sama aku ya Kifli)" ucap Galah.


"Ia Alah(iya Galah)" ucap Kifli.


Keempat bocah kecil itu pun mulai memakai helem mereka, uncle Brian akan bermain kuda bersama Iqbal dan Galih, sedangkan uncle Marvel bermain kuda bersama Galah dan Kifli.

__ADS_1


"Ayo sudah siap?" tanya uncle Brian dan uncle Marvel.


"Uda ucel(sudah uncle)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Ayo kita mulai main kudanya," ucap uncle Brian.


Galih duduk di depan, kedua Iqbal dan uncle Brian di belakang sambil memegang tali kuda, begitu pun dengan uncle Marvel, Galah di depan, kedua Kifli dan uncle Marvel di belakang.


Dan kuda pun mulai berjalan dengan pelan mengelilingi halaman rumah besar itu, membuat keempat bocah kecil itu melengok ke sana kemari, saat kuda berjalan.


"Ucel uma tini aja ain tuda ya(uncel cuma gini aja main kuda nya)" tanya Galih.


"Ya iya, terus mau nya kalian gimana boy?" tanya uncle Brian.


"Kalau mau main gitu harus di pancuan kuda boy, gak bisa di halaman gini, nanti kalau nabrak lahir gimana," ucap uncle Brian.


"Eman lus ditu ya(emang haru gitu ya)" tanya Galih.


"Iya lah boy," ucap uncle Brian.


"Alo ditu anti ita inta di uatin antuan tuda ama akek(kalau gitu nanti kita minta di buatin pancuan kuda sama kakek)" ucap Galih.


"Iya pasti kakek mau nurutin permintaan kalian," ucap uncle Brian.

__ADS_1


"Ia don ucel, ita tan tutu etayanan akek(iya dong uncle, kita kan cucu kesayangan kakek" ucap Galih.


"Ibal,(Iqbal)" panggil Galih.


"Enapa Alih(kenapa Galih)" tanya Iqbal.


"Atu ila amu da atun, bis amu iam aja ci(aku kira kamu udah jatuh, habis kamu diam aja sih)" ucap Galih sambil terkikik geli.


"Alih, Ibal(Galih, Iqbal)" panggil Galah dari kuda yang satu.


"Da apa Alah agil-agil ita(ada apa Galah panggil-panggil kita)" tanya Galih.


"Oba iat tini de(coba liat sini deh)" ucap Galah sambil berfoto mengunakan ponsel milik Galih.


"Alah tu tan pe atu, amu bil di ana(Galah itu kan hp aku, kamu ambil di mana)" tanya Galih.


"Atu bil di eja, atu ijam ya uat poto(aku ambil di meja, aku pinjam ya buat foto)" ucap Galah.


"Alah ni, pe atu di abil(Galah ini, hp aku di ambil)" ucap Galih dengan wajah kesal.


"Abal Alih tan uma ijam aja(sabar Galih kan cuma pinjem aja)" ucap Iqbal menenangkan sang sahabat.


Uncle Brian dan uncle Marvel, terus mengelilingi halaman rumah, sampai keempat bocah kecil itu minta berhenti.

__ADS_1


__ADS_2