
"Ada apa boy?" tanya kakek Nicko melihat kedua cucunya, sedangkan Iqbal dan Kifli masi berjalan mendekati si kembar.
"Ke, ita ua apol ni(kek, kita mau lapor nih)" ucap Galih.
"Mau lapor apa heeemm, kalian udah balik ya makan di restoran?" tanya kakek Nicko melihat kedua cucunya itu.
"Ucel Blian ama ucel Alvel ait tuda ita ke, ita tan lum ait tuda ya(uncle Brian sama uncle Marvel naik kuda kita kek, kita kan belum naik kuda nya)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari sang kembaran.
Membuat kakek Nicko, kakek Reza dan kakek Leo saling pandang, lalu melihat kedua bocah kembar itu.
"Mungkin uncle kalian lagi pinjam boy," ucap kakek Reza.
"Api ucel ga idin ama ita ke(tapi uncle gak ijin sama kita kek)" ucap Galih.
"Iya nanti kakek marahin uncle Brian sama uncle Marvel ya," ucap kakek Nicko.
"Anan uma arah aja ke, etat uga ucel ali antol(jangan cuma marah kek, pecah juga uncle dari kantor)" ucap Galah, membuat kakek Nicko menatap sang sahabat kakek Reza.
Sedangkan kakek Leo hanya diam sambil menyembunyikan tawanya dari si kembar.
"Kok di pecat sih boy, nanti yang mimpin perusahaan siapa?" tanya kakek Nicko.
"Di utup aja atol ya, anti ungu ita esal ke(di tutup aja kantornya, nanti tunggu kita besar)" ucap Galih.
"Ia anti lo ita da esal, ita yan impin antol(iya nanti kalau kita udah besar, kita yang pimpin kantor)" ucap Galah juga.
__ADS_1
Semakin membuat ketiga kakek itu terperangah tak percaya, mendengar perkataan si kembar.
"Ya gak bisa gitu dong boy, nanti kantor bisa bangkrut kalau nunggu kalian besar," ucap kakek Nicko.
"Antut tu apa ke(Bangkrut itu apa kek)" tanya Galih.
"Bangkrut itu, perusahaan yang ada di ambang kehancuran boy," ucap kakek Nicko.
membuat si kembar saling pandang, lalu kembali melihat kakek Nicko.
"Man enal ditu ke(emang benar gitu kek)" tanya si kembar pada kakek Reza.
"Benar boy," jawab kakek Reza.
"Udah nanti biar kakek ngomong sama uncle kalian ya, kalian sabar dulu oke," ucap kakek Nicko.
"Ebal kalian abal ya(kembar kalian sabar ya)" ucap Kifli.
Tak berselang lama, uncle Brian dan uncle Marvel mendekat ke arah mereka.
"Hey kalian ada di sini, tadi uncle cariin," ucap uncle Brian.
"Pain agi ali ita(ngapain lagi nyari kita)" ucap Galih sewot.
"Ya mau ajak kalian naik kuda lah, emang kalian bisa naik kuda sendiri," ucap uncle Brian.
__ADS_1
Membuat si kembar saling pandang, lalu melihat uncle Brian dan uncle marvel lagi.
"Ya uda yo ita ain tuda ya(ya udah ayo kita main kudanya)" ucap Galih lagi, yang mendapat anggukan dari Galah.
"Kalau sekarang gak bisa, uncle sama uncle Marvel udah mau balik lagi," ucap uncle Brian, dan kembali membuat si kembar di landa kesal.
"Ish uma ehei ita aja(ish cuma php in kita aja)" ucap Galah.
Membaut uncle Brian dan uncle marvel mati-matian menahan tawa, si kembar memang banyak kata-kata gaul.
Di lantai dua kak Dev terlihat memasuki kamar si kembar, kak Dev akan mengambil kembali sampo miliknya yang di ambil si kembar.
Kak Dev tau pasti si kembar belum naik ke lantai atas, karena sedang bersama kakek mereka di taman belakang.
Kak Dev masuk ke dalam kamar, dan langsung pergi menuju kamar mandi, kak Dev melihat semua sudut, mencari sampo miliknya.
"Samponya di mana ya, kok gak ada sih," ucap kak Dev seorang diri, karena tak melihat sampo miliknya di kamar mandi si kembar.
"Apa jangan-jangan samponya di umpetin lagi ya sama si kembar," ucap kak lagi.
Di lantai bawa si kembar dan kedua sahabatnya bersiap akan naik ke lantai dua, di mana kamar mereka berada.
"Atu esal de ama ucel Blian ama ucel Alvel(aku kesal deh sama uncle Brian dan uncle marvel)" ucap Galah.
"Ia atu uga esal, da ait tuda ga idin, ini ala elgi ditu aja(iya aku juga kesal, udah naik kuda gak minta ijin, ini mala pergi gitu aja)" ucap Galih juga, saat ini keempat bocah kecil itu sudah berada di pertengahan anak tangga.
__ADS_1
Tapi kak Dev masi berada dalam kamar mandi si kembar, mencari sampo miliknya yang tak kunjung ketemu.