
Setelah melewati suasana lebaran dengan sanak saudara, kini Gilang sudah kembali di sibuk kan dengan pekerjaan kantor.
"Hey jagoan-jagoan papi udah pada rapi aja" ucap Gilang melihat kedua putranya sudah rapi dengan style yang sama.
"Ia don ita tan au te atol ucel oleh tan pi(iya dong kita kan mau ke kantor uncle bole kan pi)" jawab Galih.
"Boleh tapi jangan nakal ya" ucap Gilang.
"Ia pi ita ga atan akal to, ita uma au ain aja(iya pi kita gak akan nakal kok, kita cuma mau main aja)" ucap Galah.
Mereka semua mulai makan sarapan, seperti biasa meja makan selalu ramai dengan celotehan cadel kedua bocah kembar itu.
"Sudah siap" tanya Gilang.
"Ental pi ita bil atamata ulu ya ama as ita(bentar pi kita ambil kacamata dulu ya sama tas kita)" ucap Galih.
"Oke" jawab Gilang.
"Sayang ini tas kerja kamu" ucap Ambar.
"Makasih istriku sayang" ucap Gilang mencuri ciuman di bibir sang istri.
"Sayang kamu ini, nanti kalau si kembar liat gimana" ucap Ambar.
"Gak akan sayang, mereka lagi ke kamar mereka" ucap Gilang tertawa melihat wajah merona sang istri.
__ADS_1
"Ish, api ni ali-ali etempatan ium-ium ami(ish, papi ini cari-cari kesempatan cium-cium mami)" ucap Galih menuruni tangga bersama Galah.
Gilang dan Ambar melihat ke arah tangga dan benar saja si kembar sudah berada di sana pas Gilang mencium sang istri.
"Udah siap ayo berangkat" ajak Gilang.
"Ita amit ulu ya mi, ami ait-ait di umah(kita pamit dulu ya mi, mami baik-baik di rumah)" ucap Galah.
"Ia sayang jangan nakal di sana ya nanti uncle marah" nasehat Ambar.
"Ia my" jawab si kembar bersama, tapi sayangnya hanya angin lalu bagi bocah kembar itu.
Gilang membukakan pintu untuk kedua putranya, kemudian ia masuk kedalam mobil dan mobil pun keluar dari halaman rumah mewah itu.
"Yo ita ulun(ayok kita turun)" ajak Galih.
Gilang mengantar si kembar ke lantai di mana ruangan adik iparnya berada, pada saat berjalan di lantai dasar menuju lift ketiganya menjadi pusat perhatian para karyawan yang berlalu lalang.
Galah dan Galih terlihat cool dengan kacamata kecil yang me gantung di hidung mancung mereka, begitu pun dengan sang papi Gilang.
Ting....
Gilang dan kedua putranya masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai tujuan.
Gilang keluar dari lift bersama si kembar, Galah dan Galih melihat Kevin asisten sang uncle sudah berada di balik meja kerjanya.
__ADS_1
"Allo om evin(hallo om kevin)" ucap si kembar.
Kevin melihat ke asal suara di lihatnya Gilang Hadinata bersama kedua putra kembarnya, dengan sopan Kevin memberi hormat.
"Selamat pagi pak Gilang, ada yang bisa saya bantu)" ucap Kevin.
"Pagi, saya mau bertemu Brian apa dia sudah ada di dalam" tanya Gilang.
"Bos belum datang pak, mungkin sedikit lagi ia sampai" ucap Kevin.
"Boy kalian tunggulah di dalam, papi harus segera ke kantor ada meeting pagi" ucap Gilang.
"Ia pi" jawab keduanya.
"Kevin saya titip anak-anak ya" ucap Gilang.
"Siap pak Gilang" ucap Kevin.
Gilang pun pamit pergi ke kantor Hadinata sedangkan si kembar di tuntun oleh Kevin masuk kedalam ruangan sang bos.
Next...
**Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
Guys, guys kerusuhan akan secerah di mulai😁**
__ADS_1