
Brian sore ini berkenan mampir ke rumah sang kaka, mobil Brian memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, lalu di susul oleh mobil Gilang yang memasuki pintu gerbang.
Brian melihat dari kaca spion kalau mobil kaka iparnya juga baru tiba, Brian keluar dari dalam mobilnya, begitu pun dengan mami Ambar dan papi Gilang.
"Kak, dari mana?" tanya Brian.
"Habis dari rumah sakit, periksa kandungan kaka" ucap Ambar melihat sang adik.
"Calon ponakan aku baik-baik aja kan kak" tanya Brian.
Ambar dan Gilang saling tatap lalu tersenyum bahagia, mengingat saat ini Ambar hamil anak kembar lagi.
"Kok kalian ketawa?" tanya Brian, melihat sang kaka mengambil sesuatu dari dalam tas nya.
"Ini" ucap Ambar memberikan foto USG pada sang adik.
Brian mengambil kertas yang di berikan sang kaka, dan melihat isinya ada dua benda berbentuk kacang tapi Brian yang tak mengerti apa-apa pun langsung bertanya lagi.
"Ini maksud nya apa kak?" tanya Brian.
"Kamu mau punya ponakan kembar lagi" ucap papi Gilang.
Membuat BrianGalih tap kedua pasangan suami istri itu tak berkedip, membuat Ambar dan sang suami menatap Brian tersenyum.
"Benar kak apa yang di bilang kaka ipar?" tanya Brian lagi.
"Iya kaka hamil anak kembar lagi" ucap mami Ambar mengelus perut ratanya.
"Wah hebat, kalian mau punya akan kembar empat" ucap Brian dengan senang.
"Mudah-mudahan aja perempuan, biar gak nakal kaya si kembar" ucap Brian, membuat mami Ambar dan papi Gilang tersenyum.
"Udah ayo masuk ngobrol di dalam, udah maj sore" ucap papi Gilang.
Ketiganya masuk ke dalam, dan langsung di sambut oleh si kembar yang sedang nonton TV bersama kak Dev.
"Ami, api(mami, papi)" panggil si kembar.
"Hey sayang" sapa mami Ambar.
"Mi imana adit ayi ita(mi gimana adik bayi kita)" tanya Galih antusias.
"Adik nya uncle juga kali" ucap uncle Brian.
"Ish, tu adit ita ucel(ish, itu adik kita uncle)" ucap si kembar.
__ADS_1
"Alhamdulillah,, adik bayi sehat sayang, mami sama papi punya kabar gembira buat kalian)" ucap mami Ambar.
"Abal apa mi(kabar apa mi)" tanya Galih.
"Adik kalian kembar, kalian mau punya adik kembar" ucap mami Ambar.
"Ebal, aya ita ya mi asit Alah ita au unya adit embal(kembar, kaya kita ya mi asik Galah kita mau punya adik kembar)" ucap Galih dengan antusias.
"Enal mi(benar mi)" tanya Galah.
"Iya sayang" ucap mami Ambar.
"Asit, tat Dep ita au uya adit embal lo(asik, kak Dev kita mau punya adik kembar loh)" ucap Galih dan Galah senang.
"Iya selamat ya, kaka juga senang dengar nya" ucap kak Dev.
Sedangkan mami Ambar, papi Gilang dan uncle Brian tersenyum senang, melihat bahagia nya si kembar mendengar akan mempunyai adik kembar.
"Esot ita lus asi au Ibal ama Ipli(besok kita harus kasi tau Iqbal sama Kifli)" ucap Galih.
"Ia, asti eleta uga enan egal ya(iya, pasti mereka juga senang dengar nya)" ucap Galah.
Kedua sahabat si kembar juga baru saja pulang sejam yang lalu di antar oleh pak sopir, seperti permintaan mami Ambar pada pak sopir sebelumnya.
"Dev loh betah tinggal bareng dua bocah ini" tanya Brian pada Dev.
"Itu belum seberapa, nanti loh bakalan liat kalau power ranger mau berubah" ucap Brian.
"Ucel isit apa ci ama tat Dep(uncle bisik apa sih sama kak Dev)" tanya Galah.
"Rahasia dong, ini cerita orang dewasa" ucap uncle Brian.
"Ilan aja alo ucel agi omonin ita(bilang aja kalau uncle lagi ngomongin kita)" ucap Galih.
"Sok tau kalian" ucap uncle Brian.
Mami Ambar dan papi Gilang pamit ke kamar, karena ingin membersihkan diri karena hari sudah mulai gelap.
Sementara di ruang TV uncle Brian dan Kak Dev tak henti-hentinya berdebat dengan si kembar, saat ini ruang TV sudah seperti ruang sidang oleh keempatnya.
"Was aja alo tat Dep itut-itut tan ama ucel ita duin eyan inta(awas aja kalau kak Dev ikut-ikut tan sama uncle kita aduhin eyang Sinta)" ucap Galih.
"Ets, jangan gitu dong" ucap kak Dev.
"Loh kayak suami takut istri aja, jangan percaya sama si kembar" ucap uncle Brian menjahili kedua ponakan kembar nya itu.
__ADS_1
"Ucel uga ita duin ama eyan isa ama tata ela uga(uncle juga kita aduhin sama eyang Nisa dan kaka Sheila juga)" ucap Galah.
"Kok jadi bawa-bawa mommy sama pacar uncle sih" tanya uncle Brian.
"Bis ucel ama tat Dep kokol(habis uncle sama kak Dev sekongkol)" ucap si kembar.
Membuat kak Dev dan uncle Brian saling pandang, si kembar memang tau aja kelemahan mereka.
"Yo ita oton agi(ayo kita nonton lagi)" ucap Galih.
"Etal atu bil etan dolen ulu(bentar aku ambil kentang goreng dulu)" ucap Galah.
Galih melihat sang kembaran pergi ke arah dapur untuk mengambil kentang goreng cemilan buat mereka.
Tak lama kemudian Galah kembali dengan membawa toples kentang goreng, lalu langsung duduk di dekat sang kembaran.
"Ni etan dolen ya(ini kentang goreng nya)" ucap Galah.
Kedua bocah kembar itu menonton sambil memakan kentang goreng, Brian mendekati si kembar dan langsung duduk di dekat mereka.
"Ucel mau pain(uncle mau ngapain)" tanya Galih.
"Minta kentang goreng lah, ini tuh cemilan kesukaan uncle sama uncle Marvel tau" ucap uncle Brian.
"Adi aja omonin ita(tadi aja ngomongin kita)" ucap Galih.
Brian menyembunyikan senyumnya melihat Dev, mendengar ocehan si kembar. Sambil ikut menonton Brian juga ikut makan kentang goreng yang sedang di peluk Galih, sampai kentang goreng itu tersisa setengah toples.
"To etan dolen ya igal ditit ci(kok kentang goreng nya tinggal dikit sih)" ucap Galih.
"Lah kan kita bertiga makan dari tadi" ucap uncle Brian.
"Api ita tan atan ya atu-atu(tapi kita kan makannya satu-satu)" ucap Galah.
"Anan-anan ucel ya yan atan etan dolen yan ayat(jangan-jangan uncle ya yang makan kentang goreng yang banyak)" ucap Galih menatap sang uncle dengan curiga.
"Uncle makan dikit aja kok" ucap uncle Brian mengelak padahal ia yang makan banyak.
Kedua bocah kembar itu beranjak dari dekat sang uncle, lalu duduk di kursi kecil milik mereka, sambil membawa toples yang berisi kentang goreng.
"Kok pindah sih" tanya uncle Brian.
"Ucel bil aja di apul entan dolen ya(uncle ambil aja di dapur kentang gorengnya)" ucap Galih.
Brian melihat ke arah Dev yang tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Brian.
__ADS_1
***Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys***....