
Si kembar membawa robot mainan mereka ke ruang tengah, di mana sang mami dan sang papi sedang bersantai menonton film, Galah dan Galih datang dengan membawa robot mainan mereka.
"Sayang" panggi mami Ambar.
"Ia mi" jawab Galah.
Si kembar mendekat ke arah sang mami, kedua bocah kecil itu melihat perut sang mami yang sudah mulai membuncit itu.
"Mi adit ayi da umbu esal ya mi(mi adik bayi udah tumbuh besar ya mi)" tanya Galih.
"Iya sayang, liat ini perut mami sudah mulai besar" ucap mami Ambar.
"Mi, ami ulu uda ditu amil ita(mi mami dulu juga gitu ya hamil kita)" tanya Galah.
"Iya sayang, perut mami jadi besar" ucap mami Ambar.
"Mi atu au ium adit ayi don(mi aku mau cium adik bayi dong)" ucap Galih.
"Ayo sini" ucap mami Ambar.
Galih pun mencium perut sang mami dengan pelan, karena ia ingin mencium adik bayi kembarnya.
"Mi atu uga don mi(mi aku juga dong mi" ucap Galah gak mau kalah.
Gilang dan mami Ambar tersenyum melihat kedua putranya yang sangat kompak itu. Si kembar pun mengelus perut sang mami dengan lembut, setalah selesai mencium.
Saat ini usia kandungan mami Ambar sudah masuk bulan ke empat, selesai mencium perut sang mami, kedua bocah kembar itu kembali bermain robot mereka.
"Ala oba iat de obot atu adus tan(Galah coba liat deh robot aku bagus kan)" ucap Galih.
"Ama obot atu uga adus ni iat(sama robot aku juga bagus nih liat)" ucap Galah tak mau kalah.
"Imana alo ita eltalun(gimana kalau kita bertarung)" ucap Galih.
"Yo iapa atut(ayo siapa takut)" ucap Galah.
Galih mulai meletakan robot miliknya di atas meja kaca, Galah pun sama meletakan robotnya di atas meja kaca lalu mulai menghidupkan robot masing-masing.
Robot pun mulai saling menyerang, robot milik Galih terkena di segala tangannya dan membuat robot itu mundur ke belakang, membuat bocah kecil itu protes karena robotnya sudah mulai kalah.
"Alah ulan(Galah curang)" ucap Galih.
"To ulan ci, tan obot amu ya ala(kok curang sih, kan robot kamu yang kalah)" ucap Galah.
"Ia obot amu ulan alna obot amu utulin obot atu(iya robot kamu curang karena robot kamu pukulin robot aku)" ucap Galih mengangkat robotnya dan memeluknya.
"Ish obot amu aja yan elet(ish robot kamu aja yang jelek)" ucap Galah.
__ADS_1
"Obot amu tu ya elet anet(robot kamu tuh yang jelek banget)" ucap Galih tak mau kalah.
Galah pun diam tak menghiraukan sang kembaran, Galah melihat-lihat robot miliknya lalu meletakan kembali di atas meja.
"Ish obot elet to di alo di tas eja(ish robot jelek kok di taruh di atas meja)" ucap Galih.
"Ialin aja(biarin aja)" ucap Galah.
Sedangkan Galih beranjak dan mendekati sang papi, Galih naik dan duduk di pangkuan sang papi sambil memeluk robot miliknya.
"Api(papi)" panggil Galih.
"Hhemm ada apa boy" jawab papi Gilang.
"Atu etal ama Alah pi(aku kesal sama Galah pi)" ucap Galih.
"Kesal kenapa boy" tanya papi Gilang.
"Alah ilan obot atu elet pi(Galah bilang robot aku jelek pi)" aduh Galih melihat sang papi.
"Jangan berantem kalian kan saudara, harus saling jaga dan saling sayang oke" ucap papi Gilang.
Galih melihat sang kembaran, lalu melihat sang papi yang masi setia memangku dirinya.
"Ote pi(oke pi)" ucap Galih dan langsung turun dari atas pangkuan sang papi.
"Ia da atu aapin to tan amu adet atu(iya udah aku maafin mok kan kamu adek aku)" ucap Galah.
Kedua bocah kembar itu pun berpelukan cukup lama, membuat mami Ambar dan papi Gilang tersenyum melihat kedua anaknya yang selalu akur, walau terkadang harus berdebat sedikit.
"Ita ain yo(kita main yuk" ajak Galih.
"Yo(ayo)" ajak Galah juga.
Si kembar pun kembali bersama, tapi kali ini tak berdebat lagi bermain bersama sama seperti biasa.
"Sayang stop yuk mainan nya kita makan malam dulu" ucap mami Ambar.
"Ia mi" jawab si kembar.
Mereka semua pun pergi ke ruang makan, menu kesukaan si kembar sudah tertata rapi di atas meja, si kembar bersorak senang duduk di kursi yang biasa mereka duduki.
"Mi atu au ayam dolen ya(mi aku mau ayam goreng ya)" ucap Galih.
"Atu uga ya mi(aku juga ya mi)" ucap Galah.
"Iya sayang sabar ya" ucap mami Ambar.
__ADS_1
Mami Ambar malai mengambil menu makan anak-anaknya, lalu pada sang suami.
"Api au ayam dolen uga(papi mau ayam goreng juga)" tanya Galah.
"Iya boy" ucap papi Gilang.
Sebelum makan si kembar berdoa terlebih dahulu, karena itu sudah terbiasa sedari dulu oleh kedua orang tuanya.
"Bismilah" ucap si kembar setelah memasukan makanan nya ke dalam mulut.
Sedangkan mami Ambar seperti biasa menu makannya yang berkuah, karena sedari kecil mami Ambar memang selalu suka menu berkuah dari pada yang kering-kering.
☘☘☘☘
Sedangkan disisi lain Melodi dan Raffa saat ini berada di salah satu restoran, terlihat ada 3 teman Melodi juga yang berprofesi sebagai mobel di sana.
"Kalian memang pasangan yang cocok" ucap salah satu teman Melodi.
"Makasih ya" ucap Melodi memeluk lengan Raffa.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang, dua pelayan menata pesanan mereka di atas meja dengan hati-hati, karena pelayan itu tau kalau yang duduk di meja ini adalah para model.
"Silahkan mbak" ucap dua pelayan lalu kembali ke belakang.
"Sayang kamu mau ini gak?" tanya Melodi menawarkan menu yang ada di dekat mereka.
"Boleh" ucap Raffa.
Melodi pun mengambil menu itu dan meletakan di piring Raffa.
Sedangkan ketiga sahabat Melodi melihat hanya tersenyum melihat pasangan itu, Melodi terlihat begitu romantis lada sang kekasih, tapi Raffa hanya diam saja sedari tadi, kalau di bicarakan baru pria itu bersuara.
"Melodi besok jadi kan pemotretan di luar kota" tanya salah satu teman Melodi.
"Jadi dong" ucap Melodi.
"Sayang kamu gak papa kan aku tinggal ke luar kota?" tanya Melodi melihat Raffa.
"Iya gak papa kok" ucap Raffa.
"Cowok loh pengertian banget sih" ucap salah satu teman Melodi.
"Iya dong" ucap Melodi dengan bangga.
Raffa hanya raganya bersama Melodi, tapi hati dan pikiran Raffa ada di tempat lain, karena sat ini yang ada di pikiran Raffa adalah Melatih.
Next...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....