Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Brian Bertemu Tio


__ADS_3

Keesokan Harinya.....


Terlihat seorang pria tampan nan tinggi baru saja keluar dari, gedung perkantoran yang ada di depan sana.


"Aku harus semangat mencari kerja, buat bantu bapak sama ibu" ucap pria itu, memegang sebuah berkas di tangannya.


Pria itu baru saja melamar di kantor yang ia datangi tadi, tapi karena cuma ijazah seadanya membuat ia tak di terima.


Pria itu berjalan jauh sampai ia keringatan, dan berhentilah tepat di gedung besar yang ada di depannya, ini adalah gedung ke 7 ia datangi untuk melamar pekerjaan dan ini adalah kantor terbesar dari yang pernah ia datangi sebelumnya.


"Bismillah aja" ucap pria itu pelan, lalu melangkah mendekati resepsionis.


"Permisi mbak, apa di sini masih ada lowongan kerja" tanya pria itu, wajahnya sudah tidak berkeringat lagi karena sebelum mendekati resepsionis ia mengelap keringat nya.


"Belum ada lowongan mas" ucap resepsionis itu dengan ramah.


"Ya udah makasih ya mbak" ucap pria itu berbalik dan hendak meninggalkan area situ.


Tapi tiba-tiba ia tak sengaja menabrak seseorang yang sedang buru-buru.


"Maaf pak saya gak sengaja" ucap pria itu sopan melihat pria yang memakai kacamata hitam yang ia tabrak itu.


Orang yang di tabrak melepas kacamatanya lalu melihat pria yang ada di depannya dengan intens.


"Tio, loh Tio kan" tanya pria yang di tabrak tadi adalah Brian.


"Kok bapak tau nama saya" tanya pria itu.


"Tau lah, loh udah gak kenal gue ya" tanya Brian.


Pria itu menatap wajah pria yang berjas rapi yang ada di depannya itu, lalu senyum terbit di bibirnya.

__ADS_1


"Brian" ucap pria itu yang tak lain adalah Tio.


"Apa kabar loh men" ucap Brian memeluk sahabat kecilnya itu.


"Alhamdulillah gue baik, loh apa kabar" tanya Tio setelah mereka melepas pelukan mereka.


"Seperti loh liat, eh loh ngapain di sini loh kerja di sini" tanya Brian.


"Gak, gue baru aja mau ngelamar pekerjaan tapi kata resepsionis gak ada lowongan" ucap Tio sambil tersenyum.


"Memang lagi gak ada lowongan sih sekarang, ayo loh ikut gue aja" ajak Brian, mereka memasuki lift khusus.


Tingg...


Kedua pria itu tiba di lantai di mana ruangan Brian berada, Brian di sambut hormat oleh sekretarisnya Kevin.


Sebelum masuk Tio melihat nama yang ada di atas pintu, ia tau kalau itu adalah ruangan CEO ia pun mengikuti sang sahabat masuk ke dalam.


"Silahkan duduk" ucap Brian.


"Ia setelah lulus SMP gue dapat beasiswa SMA di Semarang sampai kuliah di sana" ucap Tio


"Loh uda jadi CEO hebat banget loh" ucap Tio.


"Loh bisa aja" ucap Brian tersenyum.


"Terus habis ini loh mau ngelamar di mana" tanya Brian.


"Nanti gue cari di tempat lain, siapa tau ada" ucap Tio.


"Gak usah, loh mau gak jadi asisten pribadi gue" ucap Brian.

__ADS_1


"Loh serius" tanya Tio gak percaya.


"Sejak kapan gue gak pernah serius sama loh" ucap Brian, dan hanya di tanggapi tawa oleh Tio.


Keduanya mengobrol cukup lama, dan mulai besok Tio akan bekerja menjadi asisten pribadi dari sahabatnya, sudah lama Brian ingin mencari asisten pribadi karena merasa kasian dengan sekertaris nya Kevin yang selalu meng handel semua pekerjaan sendiri....


☘☘☘☘


Di kediaman si kembar saat ini sedang ramai, bagaimana tidak kedua bocah kembar itu sedang bermain dengan ke dua sahabatnya, yaitu Iqbal dan Kifli.


"Yo Ibal ali epat agan au alah ama Alih(ayo Iqbal lari cepat jangan mau kalah sama Galih)" ucap Galah dan Kifli yang sedang menonton kedua sahabatnya lari mengambil balok.


Sedangkan Kifli sedang mendukung Galih, membuat Galih semakin bersemangat berlari kencang.


Hanya tersisa 1 balok lagi, dan dengan cepat Iqbal mengambil balik itu dan Iqbal lah yang menjadi pemenangnya.


"Oleh atu enan (hore aku menang)" ucap Iqbal.


"Du ape anet, Alah anta olong bil inum don(Aduh capek banget, Galah minta tolong ambil minum dong)" ucap Galih.


"Ental atu abil ya(bentar aku ambil ya)" ucap Galah beranjak masuk mengambil minuman.


"Ni inum ya, uat ita el empat(ini minuman nya, buat kita berempat)" ucap Galah membawa susu kotak yang sedikit dingin.


Keempat bocah kecil itu asik berbincang soal permainan mereka hari ini.


"Ibal amu uat anet ali ya(Iqbal kamu kuat banget lari nya)" ucap Galih.


"Amu uga uat to Alih(kamu juga kuat kok Galih)" ucap Iqbal.


Si kembar dan kedua temannya asik mengobrol di halaman taman belakang, sedangkan kakek Iqbal terlihat sedang merapikan cabang bunga yang sudah tumbuh tinggi.

__ADS_1


Next....


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys....


__ADS_2