
Galih dan kedua sahabatnya sedang kejar-kejaran di halaman depan, Galih terlihat ngos-ngosan karena berlari sangat cepat.
"Alih anan epat-epat don ali ya(Galih jangan cepat-cepat dong lari nya)" ucap Iqbal.
"Yo edal atu(ayo kejar aku)" ucap Galih sambil berlari.
Iqbal berhenti mengejar Galih, karena bocah kecil itu larinya sangat cepat. Galih lalu melihat ke arah sang sahabat.
"Ibal to lenti ci(Iqbal kok berhenti sih)" tanya Galih.
"Ia lus istaa alo ga anti atu isa isan agi(iya harus istirahat kalau gak nanti aku pingsan lagi)" ucap Iqbal.
Galih melihat Galah dan Kifli yang sedang saling kejaran juga, lalu Galih mendekat ke arah Iqbal yang sedang beristirahat.
"To amu te tini ci(kok kamu ke sini sih)" tanya Iqbal.
"Ia atu au emanin amu la(iya aku mau temanin kamu lah)" ucap Galih duduk di dekat Iqbal.
"Du amu ait anet ci ma atu Alih(aduh kamu baik banget sih sama aku Galih)" ucap Iqbal sambil tersenyum.
"Ia la amu tan abat ait atu(ia lah kamu kan sahabat baik aku)" ucap Galih memeluk sang sahabat.
Galih dan Iqbal berpelukan, membuat Galah dan Kifli melihat ke arah ke dua sohibnya itu.
"Alin agi pain ci to elutan ga adat ita(kalian lagi ngapain sih kok pelukan gak ajak kita)" tanya Galah.
"Ita tan abat adi lus elutan don(kita kan sahabat jadi harus pelukan dong)" ucap Galih.
"To ga adat ita ci(kok gak ajak kita sih)" tanya Galah.
"Yo ita elutan(ayo kita pelukan)" ajak Galih.
Keempat bocah kecil itu berpelukan bersama, layaknya teletabis di halaman depan.
"Ita anan ante ya(kita jangan berantem ya)" ucap Iqbal.
"Ia alo eldebat isa ya(kalau berdebat bisa ya)" ucap Galih sambil terkikik geli.
"Amu ni(kamu ini)" ucap Galah.
Galih tertawa melihat wajah sang kembaran, keempat bocah kecil itu kembali bermain bersama.
Pak satpam terlihat membukakan pintu gerbang, pertanda kalau akan ada mobil yang akan masuk.
Keempat bocah kecil itu melihat ke arah pintu gerbang, dan masuklah dua mobil sport dengan warnah yang berbeda, mereka hafal betul siapa pemilik mobil itu.
Si kembar langsung mengajak kedua sahabatnya mendekati mobil sport ita yang terparkir di di depan rumah mereka.
"Ais yo ita te ana(guys yuk kita ke sana)" ajak Galih.
"Yo(ayo)" ucap ketiga sohibnya.
Si kembar dan kedua sahabatnya berlari kecil ke arah mobil sport yang terparkir itu, si pemilik mobil keluar dengan mengenakan kacamata hitam milik mereka.
"Ucel, om Laffa, tata ela(uncle, om Raffa, kaka Sheila)" panggil si kembar dan kedua temannya.
"Hey sayang kalian ngapain di sini?" tanya kak Sheila.
"Ita agi ain tata ela(kita lagi main kaka Sheila)" ucap Galih.
"Tata awa apa tu(kaka bawa apa itu)" tanya Galah melihat plastik di bawa oleh kak Sheila.
"Kaka bawa oleh-oleh buat kalian" ucap kak Sheila.
"Asit, yo tat ita asut(asik, ayo kak kita masuk)" ajak si kembar.
"Loh uncle sama, om Raffa gak di ajak masuk juga)" tanya uncle Brian.
"Ia upa yo ucel, om Laffa ita asut(iya lupa ayo uncle, om Raffa kita masuk)" ajak Galih.
__ADS_1
Keempat bocah kecil itu masuk bersama kak Sheila, uncle Brian dan juga om Raffa. Si kembar sangat antusias mengobrol bersama kak Sheila.
"Tat ita anen anet lo ama tata ela(kak kita kangen banget loh sama kaka Sheila)" ucap Galih.
"Ia bis ucel alan ci adat tata ela te uma ita(iya habis uncle jarang sih ajak kaka Sheila ke rumah kita)" ucap Galah.
"Iya kaka juga lagi sibuk Kuliah sayang" ucap kak Sheila.
"Akek, eyan oba iat de iapa yan ateng(kakek, eyang coba liat deh siapa yang dateng)" ucap Galih memasuki ruang tengah.
"Sayang mommy kangen" ucap eyang Nisa.
"Mom, aku juga" ucap Sheila membalas pelukan eyang Nisa.
"Anak mommy si jarang ngajak kamu ke rumah sayang" ucap eyang Nisa cemberut melihat putranya.
Brian menatap sang mommy dengan cemberut, karena lagi-lagi dia yang kena sasaran.
"Ia ga au ni ucel(iya gak tau nih uncle)" ucap Galah.
Membuat uncle Brian bertambah kesal di tambah bulian si kembar, karena pasti dia akan menjadi bulan-bulanan kedua bocah kembar itu.
Sedangkan Raffa hanya tersenyum melihat sang sahabat sengsara, apa lagi berada di rumah si kembar.
"Om Laffa apa abal, to alu ain te uma ita ci(om Raffa apa kabar, kok baru main ke rumah kita sih)" tanya Galih.
"Iya om Raffa lagi sibuk" ucap Raffa.
"Ia tata ela awa oye-oye apa tu(iya kaka Sheila bawa oleh-oleh apa tuh)"Galah.
"Ni kaka Sheila bawain kalian telur gulung" ucap kak Sheila.
"Wa elul dulun, enat tu tat(wah telur gulung, enak tuh kak)" ucap Galih.
"Ini di buka ya" ucap kak Sheila memberikan plastik berisi telur gulung.
"Wa enat ni, yo ais ita atan elul dulun ya(wah enak nih, ayo guys kita makan telur gulung ya)" ajak Galih.
Keempat bocah kecil itu langsung menyerbu telur gulung itu, Galih satu kali mengambil telur gulung 3, membuat Galah menatap tak percaya pada sang kembaran.
"Alih amu to bil ayat ci(Galih kamu kok ambil banyak si)" tanya Galah.
"Ia bis atu uka ci(iya habis aku suka sih)" ucap Galih.
"Uncle gak di tawarin nih" tanya uncle Brian.
"Ucel tan da esal adi ga uca ya(uncle kak udah besar jadi gak usah ya)" ucap Galah.
Semua yang ada di situ tersenyum melihat Brian berdebat lagi dengan si kembar, uncle Brian memang tidak pernah menang kalau aduh mulut dengan kedua ponakan nakalnya itu.
"Ni igal epat ita agi atu atu ya(ini tinggal empat kita bagi satu satu ya)" ucap Galih, membagikan telur gulung sisa empat itu pada ketiga sohibnya.
"Maaci ya Alih(makasih ya Galih)" ucap Iqbal dan Kifli.
"Ia ama-ama ita tan abat ati(iya sama-sama kita kan sahabat sejati)" ucap Galih sambil tersenyum.
Membuat semua yang ada di sana tersenyum, melihat si kembar yang sangat baik kepada kedua sahabatnya itu.
"Yo ita te abil uci anan(ayo kita ke dapur cuci tangan)" ajak Galah.
Keempat bocah kecil itu pun pergi ke dapur untuk mencuci tangan mereka, Galah dan Iqbal terlihat membawa sampah plastik ke dapur juga.
"Bi ita au uci anan don(bi kita mau cuci tangan dong)" ucap Galih.
"Iya den mari sini" ucap bibi.
"Maaci ya bi(makasih ya bi)" ucap Galih.
"Iya den" ucap bibi.
__ADS_1
Selesai mencuci tangan, keempat bocah kecil itu kembali lagi ke ruang tengah, mami Ambar juga sudah duduk di dekat eyang Nisa di ruang tengah.
"Sudah sayang?" tanya mami Ambar.
"Uda mi(udah mi)" ucap si kembar.
Galih dan Galah duduk di dekat kak Sheila, membuat uncle Brian menatap sinis kedua ponakannya itu.
"Anan iat init ditu don ucel(jangan liat sinis gitu dong uncle)" ucap Galih.
"Ia ucel iat ita init(iya uncle liat kita sinis)" ucap Galah juga.
"Ukin ucel bulu ama ita, tan ita etat ama tata ela(mungkin uncle cemburu sama kita, kan kita dekat sama kaka Sheila)" ucap Galih.
"Anat etil do idi buluin ci(anak kecil kok di cemburin sih)" ucap Galih.
"Gak kok uncle gak cemburu, buat apa juga cemburu sama orang nakal" ucap uncle Brian, membuat si kembar saling pandang.
"Aya ucel ga elna akal aja(kaya uncle gak pernah nakal aja)" ucap Galih.
Membuat uncle Brian menetap kedua ponakan nya cukup lama, lalu menatap sang sahabat yang hanya bisa menertawakan dirinya.
"Sabar men" ucap Raffa.
"Loh senang kan gue di buli" ucap Brian.
"Iya senang karena kalian lucu" ucap Raffa sambil terkekeh geli.
"Om Laffa au te ual egi agi ya(om Raffa mau ke laut negri lagi y" tanya Galah.
"Iya uncle mau ke luar negri, kalian berempat mau di bawakan oleh-oleh apa?" tanya om Raffa.
Membaut mata keempat bocah kecil itu berbinar senang mendengar perkataan om Raffa.
"Enal ni om, ita isa inta oye-oye(benar nih om, kita bisa minta oleh-oleh)" tanya Galah.
"Ia don enal(iya song benar)" ucap om Raffa.
"Alo ditu ita inta obot aja ya ais(kalau gitu kita minta robot aja ya guys)" ucap Galah.
"Ia" ucap ketiga sohibnya.
"Oke nanti om Raffa akan belikan robot yang bagus buat kalian oke" ucap om Raffa.
"Ote om Laffa (oke om Raffa)" ucap keempat bocah kecil itu bersama.
"Ucel anan ili ya ama ita au apet oye-oye ali ual elgi(uncle jangan iri yah sama kita mau dapat oleh-oleh dari luar negri)" ucap Galah.
"Siapa juga yang iri" ucap uncle Brian.
"Tata ela(kaka Sheila)" panggi Galih.
"Iya sayang kenapa hemm" tanya kak Sheila.
"Anti alo te ini agi awa oye-oye elul dulun agi ya tat(nanti kalau ke sini lagi bawa oleh-oleh telur gulung lagi ya kak)" ucap Galih.
"Iya sayang, kalian suka ya?" tanya kak Sheila.
"Ia tat ita uka anet, ia tan ais(iya kak kita suka banget, ia kan guys)" ucap Galih.
"Minta di bawain oleh-oleh mulu" ucap uncle Brian.
"Ialin aja uka -uka ita don(biarin aja suka-suka kita dong)" ucap Galih.
Si kembar melihat uncle Brian dengan wajah mengejek, membuat uncle Brian menatap kesal kedua ponakan nya itu.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote...
__ADS_1