Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Perdebatan Tak Habis-Habis


__ADS_3

Om Raffa terlihat sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam dompet miliknya.


"Alah om Laffa agi ualin uit tu(Galah om Raffa lagi ngeluarin duit tuh)" ucap Galih berbisik pada sang kembaran.


"Ia ita akan apat uit hihihi(iya kita akan dapat duit hihihi)" ucap si kembar sambil terkikik geli.


"Nih om bayar ces 500 ribu" ucap om Raffa, memberikan uang 500 ribu itu pada si kembar.


"Wah ditu don, alo dini tan adus om(wah gitu dong, kalau gini kan bagus om)" ucap Galih mengambil uang itu.


"Masih kecil-kecil udah mata duitan" ucap uncle Brian menyindir kedua ponakan kembar nya.


Tapi bukan si kembar namanya kalau tidak melawan sang uncle, Galah dan Galih saling pandang kemudian kembali melihat sang uncle.


"Ali ada ucel anat omon eninan asi ita uit(dari pada uncle banyak ngomong mendingan kasi kita duit)" ucap Galih.


"Kerja dulu yah baru di kasi duit" ucap uncle Brian.


"Etalan tan ita agi ewa inan obot ucel(sekarang kan kita lagi nyewa mainan robot uncle)" ucap Galah.


Om Raffa hanya tersenyum melihat perdebatan si kembar dan sang uncle, uncle Brian memang gak pernah menang melawan si kembar.


"Om Laffa ain aja obot ya(om Raffa main aja robotnya)" ucap Galah.


"Iya ini om udah mau main kok" ucap om Raffa yang mulai bermain robot.


"Robotnya keren banget ya" ucap om Raffa.


"Ia don tan eli ya ali ameika (iya dong kan beli nya dari Amerika)" ucap Galih.


Tak lama kemudian mami Ambar datang memanggil mereka, kalau makan mala sudah siap.


"Sayang, Bri, Raf ayo kita makan malem" ucap mami Ambar.


"Ia mi" ucap si kembar.


"Iya kak kita ke sana" ucap Brian dan Raffa.


Si kembar beranjak terlebih dahulu bersama sang mami, sedangkan uncle Brian dan om Raffa menyusul di belakang.


"Mi ita apet uan mi ali om Laffa (mi kita dapat uang mi dari om Raffa)" ucap si kembar.


"Kok bisa sayang" tanya mami Ambar.


"Ia om Laffa ain obot ita aya di ewa ditu mi(iya om Raffa main robot kita kaya di sewa gitu mi)" ucap Galah.

__ADS_1


"Kalian ini" ucap mami Ambar.


Sampa di meja makan, terlihat papi Gilang sudah menunggu di sana.


"Boy, uncle sama om Raffa mana" tanya papi Gilang pada kedua putra kembar nya.


"Etal agi ateng pi(bentar lagi datang pi)" ucap si kembar.


Dan benar saja tak lama kemudian uncle Brian dan om Raffa memasuki ruang makan, kedua pria itu duduk di dekat si kembar.


"Wah pas banget ni laper, menu nya banyak" ucap uncle Brian.


"Ish ucel, tu tan ayam dolen unya ita(ish uncle, itu kan ayam goreng punya kita)" ucap Galah.


"Bagi lah, kan ada banyak" ucap uncle Brian yang langsung mengambil menu makannya.


Sedangkan Gilang, Ambar sudah biasa melihat kelakuan Brian dan kedua ponakan kembarnya seperti itu, gak di meja makan gak di tempat lain mereka akan berdebat dan Gilang juga Ambar tak ambil pusing.


"Ayo Raf, ni menu makan malam nya banyak" ucap Ambar.


"Iya kak, ini udah ambil lauk" ucap Raffa.


"Gak usah dengerin mereka Raf" ucap Gilang sambil tersenyum.


☘☘☘☘


Sepulang dari rumah si kembar, Raffa dan Brian singgah mampir di kafe milik Brian, pandangan Raffa tak sengaja melihat seseorang yang sudah dua kali menabrak dirinya.


Di salah satu meja Melati dan Vani sahabatnya sedang asik mengobrol sambil menikmati menu pesanan mereka, Brian yang melihat arah pandang Raffa pun hanya menyenggol lengan sang sahabat.


"Kenapa loh liatin tuh cewek terus" tanya Brian.


"Siapa yang liatin mereka" ucap Raffa mengelak, padahal udah keliatan jelas oleh Brian.


"Gue bukan anak kecil kali" ucap Brian.


"Udah ayo kita ke ruangan kerja loh" ajak Raffa kedua pria itu pun menaiki tangga menuju lantai dua di mana ruangan Brian berada.


Pikiran Raffa masi kepada gadis tadi yang ia lihat di lantai bawa.


"Mau minum apa, nanti biar gue suruh pelayan buat nganterin" ucap Brian.


"Wing aja deh kalau ada" ucap Raffa.


"Wih kenapa nih teman gue jadi pengen minum wing)" ucap Brian sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ya pengen aja, ada gak" tanya Raffa.


"Ya ada lah" ucap Brian berjalan ke arah lemari kaca.


Di dalam lemari kaca itu Brian mengambil sebotol wing sekaligus gelasnya, kemudian meletakan di atas meja depan sang sahabat.


"Temani gue minum" ucap Raffa.


"Gue temani dari situ, gue mau periksa laporan keuangan dulu, kalau udah cukup gak buat nikah" ucap Brian beranjak sambil tersenyum.


"Sialan loh" umpat Raffa.


"Hahahha" umpatan Raffa membuat tawa Brian pecah di dalam ruangan itu.


Karena besar di luar negri pasti membuat Raffa tidak bisa kalau tidak menyentuh alkohol biar hanya sedikit saja, seperti sekarang ini ia sedang menikmati sebotol wing sendirian karena sang sahabat tak pernah menyentuhnya, Brian menyiapkan itu di lemari kaca hanya untuk temannya saja seperti Raffa, Rasya dan Ilham, hanya Brian dan Marvel yang tak pernah menyentuhnya alkohol.


Brian melihat sang sahabat yang sudah menghabiskan setengah botol minum wing, Brian hanya menggeleng kepala.


"Jangan banyak minum nanti loh mabuk lagi" ucap Brian.


"Kan ada loh yang bisa nganterin gue" ucap Raffa acuh kembali menuangkan minuman itu ke dalam gelasnya.


"Loh bikin sibuk aja" ucap Brian.


Dan benar saja, Raffa menghabiskan sebotol minuman itu dan sekarang ia mulai meracau gak jelas.


"Melatih, kamu di mana sih" ucap Raffa dengan mata terpejam.


Membuat pergerakan Brian terhenti yang sedang melihat berkas di tangannya, Brian melihat ke arah sang sahabat yang sedang duduk sambil menutup kedua matanya.


"Raffa nyebut Nama Melatih, Melatih siapa, apa Raffa sudah punya kekasih hanya diam saja sama kita-kita" ucap Brian dalam hati.


"Melatih, kamu di mana sih" gumum Raffa lagi.


Selesai memeriksa laporan keuangan dan beberapa berkas, Brian mengantar sang sahabat pulang ke apartemen miliknya.


Kalau lagi mabuk begini lah Raffa selalu membuat sang sahabat yang akan mengantarkannya pulang, tiba di lobby apartemen Raffa, Brian memampang sang sahabat keluar mobil lalu masuk ke dalam lift, Brian menekan angka 13 di mana unit Raffa berada.


Setelah tiba di lantai 13 pintu lift terbuka, Brian membawa sang sahabat masuk ke dalam unitnya, karena Brian memang tau password pintu apartemen Raffa, Brian langsung membawa sang sahabat ke dalam kamar setelah itu Brian pulang ke rumahnya, yang penting Raffa sudah di unit apartemen nya.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...


Jangan lupa guys, mampir ke cerita Jovian & Maura ya.

__ADS_1


__ADS_2