
Kak Dev dengan cepat mengajak keempat bocah kecil itu keluar dari dalam restoran itu, sebelum Galih si biang kerok berbuat ulah lagi.
"Tat to adat ita lual ci(kak kok ngajak kita keluar sih?)" tanya Galih dengan kesal.
"Iya sebelum kalian bikin ulah," ucap kak Dev.
"Ish, tat Dep ni(ish, kak Dev ini)" ucap Galih kesal.
"Ayo masuk," ajak kak Dev.
Tapi kedua mata Galih tak sengaja melihat seorang nenek, yang sedang duduk di pinggir jalan sambil menjual kacang dagangannya.
"Ais iat de tu nenet, acian ya(guys liat deh tuh nenek, kasian ya)" ucap Galih menunjuk ke arah nenek itu.
"Ia atian anet, atu adi edi de(iya kasian banget, aku jadi sedih deh)" ucap Galah juga.
"Ita antu nenet tu yo(kita bantu nenek itu yuk)" ajak Galih.
"Api ita tan ga unya uan Alih(tapi kita kan gak punya uang Galih)" ucap Iqbal.
"Ia ya(iya yah)" ucap Galih.
"Atu unya ide, ungu ental ya(aku punya ide, tunggu bentar ya)" ucap Galih.
Di dalam mobil kak Dev menunggu keempat bocah kecil itu yang tak kunjung masuk, tapi tiba-tiba Galih masuk sendirian.
"Yang lain mana, kok gak pada masuk sih?" tanya kak Dev melihat Galih.
__ADS_1
"Tat ita inta uan don(kak kita minta uang dong)" ucap Galih, bukanya menanggapi omongan kak Dev, tapi mala minta uang.
"Minta uang, uang buat apa?" tanya kak Dev.
"Buat edeta tat, ana uan ya(buat sedekah kak, mama uang nya)" ucap Galih lagi.
Mendengar kata sedekah, kak Dev pun dengan cepat mengambil uang dari dalam dompetnya, kak Dev memberikan Galih uang 300 ribu.
"Ini..." ucap kak Dev memberikan uang itu.
"Maaci ya tat, atu oain de ledeti tat Dep ancal(makasih ya kak, aku doain deh rejeki kak Dev lancar)" ucap Galih lalu keluar dari dalam mobil.
Kak Dev melihat Galih yang keluar dari dalam mobil sambil membawa uang yang di kasih kak Dev.
"Ais ni uan ya da apet(guys nih uang nya udah dapat)" ucap Galih, memperlihatkan uang yang di kasih kak Dev.
"Ia, yo ita asi ama nenet tu(iya, ayo kita kasih sama nenek itu)" ajak Galih, pergi mendekati nenek yang sedang menawarkan jualannya pada orang-orang yang berjalan di depannya.
Keempat bocah kecil itu pergi mendekati nenek itu, sedangkan kak Dev mengamati keempat bocah kecil itu dari dalam mobil.
"Net,(nek)" panggil Galih.
Nenek itu pun melihat ke arah arah empat bocah kecil itu, lalu nenek mengambil kacang dan menawarkan pada mereka.
"Nak, mau beli kacang?" tanya nenek.
"Net, ita ga eli acan, ni ita au asi uan buat nenet(nek, kita gak beli kacang, ini kita mau kasih uang buat nenek)" ucap Galih memberikan uang 300 ratus ribu itu buat nenek.
__ADS_1
"Ini benar buat nenek nak?" tanya nenek itu lagi.
"Ia net, ni uat nenet, di elima ya(iya nek, ini buat nenek, di terima ya)" ucap Galah juga.
"Alhamdulillah,, terimakasih ya nak," ucap nenek mengucap syukur.
"Ama-ama net, alo ditu ita elgi ulu ya(sama-sama nek, kalau gitu kita pergi dulu ya)" ucap Galih.
"Iya nak, terimakasih ya," ucap nenek itu.
Keempat bocah kecil itu lalu pergi dari hadapan nenek itu, si kembar dan kedua sahabatnya kembali dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Udah?" tanya kak Dev.
"Uda don tat, yo ita ulan(udah dong kak, ayo kita pulang)" ucap Galih.
Kak Dev pun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran restoran Jepang itu, Galih terlihat kembali memakai topi kecilnya itu.
Galih lalu mengeluarkan ponsel miliknya, dan melihat hasil jepretannya tadi.
"Wa adus anet ya ais(wah bagus banget ya guys)" tanya Galih memperlihatkan hasil foto nya pada ketiga sohibnya yang duduk di kursi belakang.
"Ia adus(iya bagus)" jawab Kifli.
"Atu uka anet poto atanan, bis enat ci, anti atu udutin ama ucel ni(aku suka banget foto makanan, habis enak sih, nanti aku tunjukkin sama uncle ini)" ucap Galih.
Sedangkan kak Dev hanya diam saja menyetir mobil, tampa menangapi ocehan bocah kecil yang duduk di dekat nya itu.
__ADS_1