Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Menganggu Tidur Kak Dev


__ADS_3

"Api atit apa ya to inta ami te tantol ci(papi sakit apa ya kok minta mami ke kantor sih)" ucap Galih.


"Ia atu uga elan de(iya aku juga heran deh)" ucap Galah.


"Ita eldoa aja, emoga om ilan ait-ait aja(kita berdoa aja, semoga om Gilang baik-baik saja)" ucap Iqbal, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.


"Lus ita au pain don(terus kita mau ngapain dong)" tanya Kifli.


"Yo itut atu(ayo ikut aku)" ajak Galih.


Iqbal, Kifli dan Galah mengikuti Galih keluar dari dalam rumah, membuat ketiga bocah kecil itu menjadi heran melihat Galih.


"Alih, ita au te ana(Galih, kita mau ke mana) tanya Galah.


"Itut aja anan aya anya(ikut aja jangan banyak tanya)" jawab Galih.


Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam garasi mobil, mereka melihat ada beberapa mobil di sana, dan mobil sport milik si kembar berada di paling belakang.


Selama ini si kembar belum pernah mengatakan tentang mobil sport mereka pada kedua sahabatnya itu.


Iqbal dan Kifli melihat dua mobil sport dengan warnah yang sama, ya itu warna merah. Karena penasaran, Iqbal pun bertanya.


"Alih ni obil iapa (Galih ini mobil siapa)" tanya Iqbal kepo.


"Ni obil pot ita Ibal, ya ni unya atu yan ni punya Alah(ini mobil sport kita Iqbal, yang ini punya aku yang ini punya Galah)" ucap Galih.


"Wah ni enelan obil pot alian(wah ini beneran mobil sport kalian)" ucap Kifli.


"Ia di alam ada ama ita, ia tan Alah(iya di dalam ada nama kita, iya kan Galah)" ucap Galih.


"Wah, api alian eli obil ni uan ali ana(wah, tapi kalian beli mobil ita uang dari mana)" tanya Iqbal.


"Ita inta di liin ama akek Nit ama akek Esa(kita minta di beliin sama kakek Nick sama kakek Reza)" ucap Galih.


"Alian eman elen de(kalian memang keren deh)" ucap Kifli dan Iqbal.


"Elus ita pain te tini Alih(terus kita ngapain ke sini Galih)" tanya Galah.


"Ita te tantol api yo(kita ke kantor papi yuk)" ajak Galih.


"Lus iapa don ya awa obil ya(terus siapa dong yang bawa mobilnya)" ucap Iqbal.

__ADS_1


"Yo itut atu(ayo ikut aku)" ajak Galih lagi.


Galih mengajak ketiga sohibnya masuk ke dalam rumah lagi, keempat bocah kecil itu naik ke lantai atas. Lalu Galih membuka kamar yang ada di sebelah kamar mereka.


"Ni tan amal ya tat Dep(ini kan kamarnya kak Dev)" ucap Galah.


"Yan ilan ni amal pa apam iapa Alah(yang bilang ini kamar pak satpam siapa Galah)" ucap Galih.


Keempat bocah kecil itu masuk kedalam, mereka melihat seorang pria bule sedang tertidur pules di atas ranjang king size miliknya.


Karena kelelahan dari perjalanan jauh, hari ini Dev tak jadi mendaftar sekolah, jadi Gilang bisa pergi ke kantor pagi-pagi, dan nanti akan pergi ke sekolah baru Dev lusa.


Galih naik ke atas ranjang besar itu, lalu menggoyangkan badan besar Dev yang masih tertidur pules.


"Tat Dep anun tatat(kak Dev bangun kaka)" ucap Galih terus menggoyangkan Dev.


Dev yang mengira gempa bumi pun dengan cepat bangun dari tidurnya, membuat keempat bocah kecil itu terkikik geli.


"Astaga kalian, kalian ngapain di sini gangguin kaka tidur lagi" ucap Dev melihat keempat bocah kecil itu.


"Tat Dep ita te tantol api yo, ata ami adi api atit(kak Dev kita ke kantor papi yuk, kata mami tadi papi lagi sakit)" ucap Galih memasang wajah andalan.


"Api adi api elpon ami, ata ya agi atit lus ami eldi te tantol api de(papi tadi pagi telpon mami, kata nya lagi sakit terus mami pergi ke kantor papi deh)" ucap Galih lagi, yang mendapat anggukan kepala dari ketiga sohibnya.


Dev mengusap wajahnya dengan kasar, pria bule itu turun dari atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kalian tunggu di sini, kaka mandi dulu" ucap Dev.


"Ote tat Dep(oke kak Dev)" ucap keempat bocah Kecil itu.


Setelah Dev masuk ke dalam kamar mandi, keempat bocah kecil itu duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu, sambil menunggu kak Dev.


"Alih tu tata ule yan di ilan ante ya(Galih itu kaka bule yang di bilang tante ya)" tanya Iqbal.


"Ia Ibal, api ama ya tat Dep utan tata Ule(iya Iqbal, tapi namanya kak Dev bukan kaka Bule)" ucap Galih.


"Ga apa atu agil tata Ule aja(gak papa aku panggil kaka bule aja)" ucap Iqbal.


"Etela amu de(terserah kamu deh)" ucap Galih.


Menunggu hampir dua dulu menit Dev belum juga keluar dari kamar mandi, membuat keempat bocah kecil itu lelah menunggu.

__ADS_1


"Tat Dep andi ya ama anet ci(kak Dev mandinya lama banget sih)" ucap Galah.


"Ia tan da ali adi(iya kan udah dari tadi)" ucap Galah.


"Tata Ule idul agi ali(kaka bule tidur lagi kali)" ucap Kifli.


Clekk...


Tak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka, pria tampan berkulit putih keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Tata Dep to ama anet ci(kaka kok lama banget sih)" tanya Galih.


"Yah kan lagi pup dulu" ucap Dev berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai miliknya.


Keempat bocah kecil itu menunggu kak Dev yang sedang bersiap-siap.


☘☘☘☘


Mami Ambar baru saja tiba di lobby kantor, Ambar langsung berjalan cepat masuk ke dalam lift. Karena saat ini wanita cantik itu sedang menghawatirkan sang suami.


Lift membawa mami Ambar ke lantai di mana ruangan sang suami berada.


Ting...


Ambar keluar dari dalam lift dan langsung masuk ke dalam ruangan sang suami, melewatkan sekertaris suaminya begitu saja, membuat sekertaris Gilang menatap istri dari bos nya heran.


Clekk....


"Sayang..." panggil Ambar yang tak menemukan sang suami di ruangan kerjanya.


Ambar mengedarkan pandangannya, dan kedua telinga Ambar tak sengaja mendengar suara sang suami yang sedang muntah-muntah berasal dari kamar mandi.


"Oouukkk,, oouukkk..." Gilang terus memuntahkan isi perutnya, tapi tak ada yang mau keluar.


Kepala Gilang juga semakin pusing di buatnya, Ambar langsung mendekati sang suami.


"Sayang kamu kenapa" tanya Ambar panik dan tiba-tiba Gilang tak sadarkan diri dalam pelukan sang istri.


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....

__ADS_1


__ADS_2