
Keempat bocah kecil itu mengikuti kakek Nicko masuk ke dalam lift, Kifli terlihat kembali ketakutan dan Iqbal memegang tangan sahabatnya itu.
"Kenapa nak" tanya kakek Nicko.
"Ipli atut ait ip ke(Kifli takut naik lift kek)" ucap Galih.
"Udah gak usah takut ya" ucap kakek Nicko mengusap kepala Kifli.
Ting...
Pintu lift terbuka, Kakek Nicko mengajak keempat bocah kecil itu berkeliling di lantai 10, si kembar terlihat sangat antusias melihat-lihat semua karyawan yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Ni uanan apa ke(ini ruangan apa kek)" tanya Galah.
"Ini ruangan rapat bersama karyawan kantor boy" ucap kakek Nicko.
"Uanan ya esal ya ke(ruangan nya besar ya kek)" ucap Galih.
"Iya kan ada banyak karyawan kantor boy" ucap kakek Nicko.
"Nanti kalau udah besar kalian akan tau" ucap kakek Nicko.
Kakek terus mengajak keempat nya untuk berkeliling, sampai mereka memasuki sebuah ruangan yang terletak di paling pojok, lalu kakek mengajak keempat bocah kecil itu masuk.
"Wah elen anet(wah keren banget)" ucap Galih.
"Ayo sini duduk, kita ngobrol di sini ya" ucap kakek Nicko.
"Ni uanan apa ke(ini ruangan apa kek)" tanya Galih.
"Ini ruangan santai, yang biasa kakek gunakan untuk bersantai kalau lagi sama eyang kalian)" ucap kakek Nicko.
__ADS_1
"Akek uka adat eyan atalan di ini ya(kakek suka ajak eyang pacaran di sini ya)" tanya Galih dengan curiga.
"Hahahaha,,, kau ini ya,, iya kakek suka bawa eyang kalian ke sini" ucap kakek Nicko sambil tertawa.
"Ish akek, da ua uga, asi aja adat eyan atalan(ish kakek, udah tua juga, masi aja ajak eyang pacaran)" ucap Galih.
"Ga apa don tan akek au uaan ama eyan(gak papa dong kan kakek mau berduaan sama eyang)" ucap Galah.
Kakek Nicko hanya tertawa mendengar omongan kedua cucunya itu, sedangkan Kifli dan Iqbal hanya menjadi pendengar untuk si kembar dan sang kakek.
Si kembar melihat bingkai foto kedua bayi laki-laki dan perempuan yang ada di atas meja di salah satu sudut.
"Tuh oto iapa ke(itu foto siapa kek)" tanya Galih menunjuk meja sudut.
"Itu kakek sama eyang Nara waktu bayi" ucap kakek Nicko.
"Akek atu ayi edut ya(kakek waktu bayi gendut ya)" ucap Galah.
Kakek Nicko dan keempat bocah kecil itu asik mengobrol sampai lupa waktu, apa lagi si kembar yang banyak bikin lelucon sampai membuat kakek tertawa bersama kedua sahabatnya.
☘☘☘☘
Di dalam ruangan Brian baru saja di sadari dengan tak adanya si kembar dan kedua temannya.
Brian mencari semua sudut ruangan, tapi tak menemukan keempat bocah kecil itu Brian keluar dan bertanya pada Kevin.
"Kevin apa kamu liat si kembar dan teman-temannya" tanya Brian.
"Tidak bos, saya tadi habis bikin kopi" ucap Kevin.
Brian terlihat mengusap wajahnya dengan kasar, Brian lalu melangkah menuju ruangan sang asisten.
__ADS_1
Cllekk...
"Tio apa si kembar berada di sini" tanya Brian melihat semua sudut ruang Tio.
"Kembar, tidak ada bos bukannya tadi mereka di ruangan bos" tanya Tio.
"Mereka gak ada, dan aku gak tau mereka pergi kemana" ucap Tio dengan kuatir.
"Bos tenang dulu, kita cari mereka sekarang saya yakin mereka belum jauh" ucap Tio keluar dari ruangannya bersama Brian.
Tio melihat seorang karyawan yang baru saja melintas di hadapan mereka.
"Maaf apa kau melihat keempat bocah kecil" tanya Tio.
"Tidak pak, saya baru saja tiba di sini" ucap karyawan itu.
"Kita ke ruangan keamanan cctv sekarang" ajak Brian dan langsung di ikuti oleh Tio.
Di salah satu ruangan kakek Nick, si kembar dan kedua sahabatnya sedang menikmati makanan yang baru saja di pesan oleh Leo sang asisten dari Nicko.
"Ayam dolen ya enat ya(ayam goreng nya enak ya)" ucap Galih.
"Ia enat anet(iya enak banget)" ucap Iqbal.
Sedangkan Galah dan Kifli asik memegang ayam goreng dan menggigitnya, mereka tak tau kalau saat ini uncle Brian sedang di landa panik mencari mereka.
Next....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Author mau kasih tau ni, cerita Jovuan dan Maura sudah bisa di baca ya judulnya (Jovian & Maura ) kalian bisa liat di frofil ku atau liat di bawa ini ya di sana juga ada si kembar dan yang lain loh***.
__ADS_1