Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Es Jeruk


__ADS_3

Kakek Nick melihat Iqbal dan Galih yang sedang menyusun buku-buku di rak paling bawa, sedangkan Galah dan Kifli sedang mengelap buku-buku yang berdebu.


Terlihat Galah dan Kifli mengenakan masker agar debu tidak masuk ke dalam hidung mereka.


"Du utu ya atun agi(aduh bukunya jatuh lagi)" ucap Galih.


"Ati-ati don Alih(hati-hati dong Galih)" ucap Galah.


"Utu atun dili to ati-ati ci(buku jatuh sendiri kok hati-hati sih)" ucap Galih.


"Ibal olon bil utu ya don(Iqbal tolong ambil buku nya dong)" ucap ucap Galih.


Saat ini Galih sedang berdiri di atas kursi yang ada di dekat rak, ia ingin menyusun buku di rak paling atas.


"Ni, awas amu anti atu(ini, awas kamu nanti jatuh)" ucap Iqbal.


"Alo atu atuh, amu olon ya(kalau aku jatuh kamu tolong ya)" ucap Galih.


"Pelan-pelan boy" ucap kakek Nick.


"Ia ke(iya kek)" ucap Galih.


Cllekk...

__ADS_1


Pintu terbuka dan masuklah uncle Brian bersama om Tio, membuat keempat bocah kecil itu melihat ke asal suara.


"Ucel(uncle)" sapa si kembar.


"Hey,, wah ponakan uncle rajin banget sih" ucap uncle Brian.


"Ia don ucel ita tan agi ali uwan(iya dong uncle kita kan lagi cari uang)" ucap Galah.


"Memangnya uang nya buat apa" tanya uncle Brian.


"Uat edeta ucel, ata pa utas ial apa paalah(buat sedekah uncle, kata pak ustad biar dapat pahala)" ucap Galih.


Brian tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh si kembar, Brian gak nyangka ternyata si juga mewarisi sifat baiknya sejak kecil dulu.


"Ia ucel, ati-ati ya(iya uncle hati-hati ya)' ucap si kembar.


Setelah uncle Brian dan om Tio keluar dari dalam ruangan buku itu, si kembar dan kedua sahabatnya kembali membantu kakek Nick lagi.


Saat ini terlihat pekerjaan mereka sudah hampir selesai, tak lama kemudian eyang Nisa masuk dengan membawa nampang berisi es jeruk untuk sang suami dan keempat bocah kecil itu.


"Taraa nih eyang bawa es jeruk buat kalian" ucap eyang Nisa.


"Ole ad et elut (hore ada es jeruk)" ucap keempat bocah kecil itu dengan girang.

__ADS_1


"Ini ambil satu-satu ya, awas hati-hati nanti jatuh" ucap eyang Nisa.


Setelah keempat bocah itu mengambil es jeruk mereka, giliran eyang Nisa memberikan es jeruk pada kakek Nick.


"Ini buat daddy" ucap mom Nisa.


"Makasih sayang" ucap daddy Nicko mengambil gelas es jeruk yang di tangan sang istri.


"Tie-tie akek omatis ni(cie-cie kakek romantis ni)" ucap ucap Galah.


"Kamu tuh ya" ucap eyang Nisa mengusap kepala sang cucu.


Eyang Nisa melihat hampir semua pekerjaan sang suami dan keempat bocah kecil itu hampir selesai, pas waktu makan siang nanti semuanya sudah beres.


"Eemmm egal(emm... segar)" ucap Galih menghabiskan es jeruk nya.


"Etalan ita ajut agi elja ya(sekarang kita lanjut lagi kerja nya)" ucap Galih.


"Ayo" ucap Galah, Iqbal dan Kifli bersama.


Eyang Nisa dan kakek Nicko tertawa melihat kekocakan keempat bocah kecil itu, demi mendapat uang agar bisa bersedekah mereka berempat sangat antusias, setelah itu mom Nisa keluar dari ruangan itu membawa nampang yang sudah berisi gelas kosong.


Next....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...


__ADS_2