
Mobil sport milik uncle Marvel memasuki gerbang rumah si kembar, uncle Marvel memarkirkan mobilnya di halaman depan.
"Ais tu uala obil ucel Alvel, yo ita iat(guys itu suara mobil uncle Marvel, ayo kita liat)" ajak Galih pada ketiga sohibnya.
Si kembar dan kedua sahabatnya pun turun dari atas sofa, berlari cepat ke arah depan, keempat bocah kecil itu melihat uncle Marvel yang baru saja keluar dari dalam mobil.
"Hay" sapa uncle Marvel keluar dari dalam mobil.
"Ucel ana ado ita(uncle mana kado kita)" tanya Galih, karena uncle Marvel keluar dari mobil tidak membawa apa-apa.
"Oh iya uncle lupa, bentar ya uncle ambil dulu" ucap uncle Marvel kembali masuk kedalam mobil untuk mengambil kado untuk si kembar.
Si kembar dan kedua sahabatnya masi menunggu di depan pintu, sedangkan uncle Marvel berjalan ke arah mereka sambil membawa sesuatu.
Membaut kedua mata bocah kembar itu berbinar senang, melihat kado yang di bawa oleh uncle Marvel.
"Wa tu ado ita ucel(wah itu kado kita uncle)" tanya Galah.
"Iya ini buat kalian, dari uncle dan uncle Brian" ucap uncle Marvel, memberikan kado itu.
"Adi ni ado ali ucel Alvel ama ucel Blian(jadi ini kado dari uncle Marvel dan uncle Brian)" tanya Galih.
"Iya" ucap uncle Marvel.
"Dini don ado ya, masa ita di asi empes ci(gini dong kado nya, masa kita di kasih pem pers sih)" ucap Galih berceloteh sampai di ruang tengah, membaut semua yang ada di sana menahan senyum.
__ADS_1
"Mana popok nya beby Aqil?" tanya uncle Marvel.
"Tu di ofa ucel(itu di sofa uncle)" tunjuk Galah ke arah salah satu sofa.
"Loh kok udah di buka sih popoknya" tanya uncle Marvel.
"Bis ata ucel Blian tu ado uat ita(habis kata uncle Brian itu kado buat kita)" ucap Galih.
Marvel melihat sang sohib yang sedang tertawa, sedangkan si kembar sedang membolak balik kado yang di berikan oleh kedua uncle mereka.
"Ucel ni iti ya apa(uncle ini isinya apa)" tanya Galih melihat uncle Brian dan uncle Marvel.
"Buka aja, itu kado bukan cuma dari uncle dan uncle Brian" ucap uncle Marvel.
"Lus agi iapa agi don(terus dari siapa lagi dong)" tanya si kembar bersama.
"Om Laffa? om Laffa tan ada di ancis to isa asi ita ado uga ci(om Raffa? om Raffa kan adi di prancis kok bisa kasih kita kado sih)" ucap Galih.
"Udah buka aja kadonya, kalian gak penasaran apa sama isinya" ucap Uncle Brian.
"Enatalan ci, ais ita uka yo ado ya(penasaran sih, guys kita buka yuk kado nya)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
Si kembar dan kedua sahabatnya membuka kado pemberian dari uncle Marvel, uncle Brian dan juga om Raffa.
Galah terlihat menggunting pembungkus kadonya, dan isi nya mulai terlihat.
__ADS_1
"Wa, ini elen ni tan ital(wah keren ini kan gitar)" ucap Galih.
"Ia adus anet, atu uka ni" iya bagus banget, aku suka ini)" ucap Galah juga.
Keempat bocah kecil itu lalu membuka dan melihat dua gitar kecil yang sangat keren itu, Galih pun langsung memainkan gitarnya sambil bergaya layak seorang gitaris penyanyi ben.
"Wi amu elen Alih(wih kamu keren Galih)" ucap Iqbal.
"Amu amu oba ni(kamu mau coba nih)" ucap Galih menawari sang sahabat.
"Oleh atu oba ya(boleh aku coba ya)" ucap Iqbal.
Sedangkan Galah juga mencoba gitar miliknya, Galah terlihat sangat kaku karena ia tak seperti Galih.
"Alah amu ga isa ain ya(Galah kamu gak bisa main ya)" tanya Galih melihat sang kembaran.
"Ia atu aku ain ya(iya aku kaku main nya)" ucap Galah melihat Galih.
"Tini de atu adalin ial amu au(sini deh aku ajarin biar kamu tau)" ucap Galih mai mengajari sang kembaran.
Sedangkan Iqbal asik bermain gitar, bergantian dengan Kifli yang juga bisa main dengan gampang, berbeda dengan Galah yang harus di ajarkan oleh Galih sang adik.
Uncle Brian dan uncle Marvel saling pandang melihat keempat bocah kecil itu, apa lagi Galih yang sangat antusias mengajari sang kaka yang memang tidak tau bermain gitar.
"Oba de amu ain dili, asti isa(coba deh kamu main sendiri, pasti bisa)" ucap Galih.
__ADS_1
"Ia de atu oba agi ya(iya deh aku coba lagi ya)" ucap Galah.
Dan pelan-pelan Galah sudah mulai bisa bermain gitar, seperti ketiga sohibnya.