
Satu sekolah di hebohkan dengan 4 tuyul yang berada di kelas 11 IPS 3, banyak murid-murid yang tak percaya dengan semua itu.
"Kenapa sih tuh anak-anka 11 IPS 3 heboh banget kaya kedatangan artis aja" ucap salah satu teman Dev.
"Katanya ada 4 tuyul di kelas mereka, dan loh tau gak 2 tuyul katanya kembar" ucap salah satu teman Dev.
"Emang tuyul beneran ada ya?" tanya Dev.
"Loh nanya gue, mana gue tau gue aja belu pernah liat tuyul" ucap teman Dev.
"Salah liat kali tuh mereka" ucap Dev.
Salah satu teman Dev hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.
Si kembar dan kedua sahabat nya saling kejar-kejaran di dalam kesal, tampa memperdulikan di luar sana sudah heboh dengan keberadaan mereka.
"Yo Ibal edal atu(ayo Iqbal kejar aku)" ucap Galih.
"Mana tuy...." ucapan salah satu murid terhenti melihat ke arah keempat bocah kecil itu yang saling kejar-kejaran.
"Hey stop, kalian beneran tuyul ya?" tanya salah seorang murid laki-laki dari ambang pintu.
Keempat bocah kecil itu saling pandang lalu menggeleng kepala bersama.
"Ita utan uyul tat(kita bukan tuyul kak)" ucap Galih.
"Ia ita utan uyul(iya kita bukan tuyul)" ucap Galah juga.
"Kalian manusia, kenapa bisa ada di sini?" tanya salah satu murid.
"Ita agi ali tatat ita tat(kita lagi cari kakak kita kak)" ucap Galah.
"Kalian kembar?" tanya murid itu.
"Ia la tat, ita embal ajah ita tan ama ni tata atu Alah, alo ni abat ita ama ya Ibal ama Ipli(iya lah kak kita kembar wajah kita kan sama ini kaka aku Galah, kalau ini sahabat kita nama nya Iqbal dan Kifli)" ucap Galih.
"Jadi kalian beneran bukan tuyul?" tanya murid yang satu nya.
"Utan lah tat (bukan lah kak)" jawab Galah.
Saat ini kelas 11 IPS 3 sudah di penuhi banyak orang, karena penasaran sama tuyul yang menggemparkan sekolah.
"Guys, ada yang kenal 4 anak kecil ini gak, apa mungkin adik kalian atau ponakan kalian?" tanya salah satu murid laki-laki.
"Gak ada, kita gak kenal" ucap semua murid yang ada di situ.
"Terus ini anak-anak nya siapa dong" ucap murid yang tadi.
__ADS_1
"Adek-adek nama kaka kalian siapa?" tanya murid yang tadi.
"Tat Dep(kak Dev)" ucap si kembar bersama.
"Dev?" tanya banyak orang.
"Ia tat, tata ita ama ya tat Dep(iya kak, kaka kita namanya kak Dev)" ucap Galih.
"Wah ternyata adik nya sih Dev ini" ucap salah seorang murid laki-laki.
"Luh buruan panghilin si Dev deh" kata salah satu murid.
"Gue cari Dev dulu" ucap murid itu pergi dari sana.
"Kalian ke sini sama siapa" tanya murid yang menginterogasi keempat bocah kecil itu.
"Ama tat Dep la tat, api ita iam-iam asut adati obil tat Dep(sama kak Dev lah kak, tapi kita diam-diam masuk bagasi mobil kak Dev)" ucap Galih.
"Wah parah nih bocah, kecil-kecil udah nakal" ucap murid yang gadi.
"Iasa aja ali tat (biasa aja kali kak)" ucap Galah.
Sementara itu di sisi lain, murid yang tadi pergi mencari Dev melihat pria itu sedang mengobrol bersama sahabatnya.
"Dev" panggil murid itu.
Dev dan teman-temannya pun melihat ke asal suara, lalu murid itu mendekati Dev dengan napas naik-turun karena berlari mencari keberadaan Dev.
"Di kelas, ada adik loh" ucap murid itu.
"Adik, adik siapa?" tanya Dev bingung.
"Adik loh, yang katanya tuyul itu ternyata adik-adik loh" ucap murid itu.
"Maksud loh apa sih gue gak ngerti?" tanya Dev making bingung.
"Katanya mereka itu adik loh, yang dua yang kembar yang dua gak ngomong nya cadel gitu" ucap murid itu.
"Udah ayo kita liat aja" ajak murid itu.
Semaunya pun pergi ke kelas 11 di lantai dua, Dev dan para sahabatnya juga ikut bersama murid yang tadi.
Setibanya di depan kelas Dev gak bisa melihat keempat bocah kecil itu karena sedang di kerumugi banyak siswa siswi.
"Permisi dong mau lewat" ucap Dev.
Lara siswa pun membuka jalan agar Dev bisa masuk dan melihat di dalam sana, dan benar saja setelah Dev tiba di dalam kelas, suara cadel keempat bocah kecil itu lansung memenuhi seisi ruangan.
__ADS_1
"Tat Dep(kak Dev)" panggil si kembar dan kedua sahabatnya dan langsung mendekati kaka Dev.
Dev masih kaget dan tak percaya, dengan apa yang ia liat sekarang.
"Tat tot iam ci(kak kok diam sih)" tanya Galih.
Keterkejutan Dev buyar saat Galih kembali menggoyang tangan kak Dev, kak Dev pun langsung berjongkok dan mensejajarkan tingginya dengan keempat bocah kecil itu.
"Kalian kok bisa ada di sini sih?" tanya kak Dev belum percaya.
"Ia ita itut tat Dep kola(iya kita ikut kak Dev sekolah)" ucap Galih.
"Kalian ke sini sama siapa?" tanya kak Dev.
"Ama tat Dep la, asut adati obil tat(sama kak Dev lah, masuk bagasi mobil kak)" ucap Iqbal.
Kak Dev di buat geleng kelas oleh keempat bocah kecil itu.
"Dev ini beneran adek kamu?" tanya salah satu sahabat Dev.
"Iya si kembar ini anak dari kaka sepupu gue, kalau yang dua ini sahabat si kembar" ucap Dev.
"Kok bisa sih masuk bagasi mobil loh" tanya teman Dev lagi.
"Gue juga gak tau kalau mereka diam-diam masuk ke dalam bagasi mobil" ucap Dev melihat keempat bocah kecil itu.
"Tat asa ita di ilan uyul adi(kak masa kita di bilang tuyul tadi)" ucap Galah.
"Habis kalian bikin heboh satu sekolah sih" ucap Kak Dev.
"Mami kalian pasti kuatir nyariin kalian gak ada di rumah" ucap kak Dev.
"Ia ya asian ami, asti ami agis agi de alna ita ga ada(iya ya kasian mami, pasti mami nangis lagi deh karena kita gak ada)" ucap Galih.
"Ni tan ide amu, amu yan adat ita(ini kan ide kami, kamu yang ajak kita)" ucap Galah.
"Alian uga au itut tan(kalian juga mau ikut kan)" ucap Galih.
Perdebatan mereka di lihat oleh banyak murid di sana, malahan ada yang beberapa tertawa mendengan perdebatan si kembar dengan suara cadel mereka.
"Sudah-sudah jangan berdebat lagi ya" ucap kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap si kembar.
Kak Dev mengajak keempat bocah kecil itu keluar dari dalam kelas 11, dan membawa mereka ke kelas kak Dev.
Next...
__ADS_1
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
"Jangan lupa mampir di cerita baru aku ya, judulnya (cinta sejati abdi negara) bisa langsung masuk di profil ya***.