
Puas bermain gitar kado dari sang uncle, si kembar dan kedua sahabat membawa gitar itu ke dalam kamar si kembar, yang ada di lantai atas.
"Wiiihh, dapat gitar dari siapa tuh?" tanya kak Dev yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Ni ado ali ucel Blian, ucel Alvel ama om Laffa tat(ini kado dari uncle Brian, uncle Marvel sama om Raffa kak)" ucap Galih sambil memegang gitar miliknya.
"Tat Dep ga asi ado ama ita(kak Dev gak kasih kado sama kita)" tanya Galah.
"Iya yah, kaka belum kasih kalian kado" ucap kak Dev.
"Ia la, tat Dep anan ula-ula upa ya(iya lah, kak Dev jangan pura-pura lupa ya)" ucap Galih menatap kak Dev.
"Hehehe tenang, kak Dev gak lupa kok" ucap kak Dev sambil terkekeh geli.
"Lus tat Dep au asi ita ado apa(terus kak Dev mau kasih kado kita apa)" tanya Galah.
"Gimana kalau kak Dev traktir kalian aja, kalian kan udah punya banyak mainan" ucap kak Dev melihat keempat bocah kecil itu.
"Oleh de, api atan di es tolan ya tat(boleh deh, tapi makan di restoran ya)" ucap Galih.
"Makan bakso aja ya" ucap kak Dev.
__ADS_1
"Ga tat, ita enen atan di es tolan, ia tan ais(gak kak, kita pengen makan di restoran, iya kang guys)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.
"Ya udah deh, kita ke restoran aja" ucap kak Dev mengalah.
"Ditu don tat, alo ditu ita anti anti lus anti aju ya tat(gitu dong kak, kalau gitu kita ganti baju dulu ya kak)" ucap Galih, mengajak ketiga sohibnya masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
"Ni ital alian au di alo di ana(ini gitar kalian mau di taro di mana)" tanya Iqbal.
"Alo di tini aja ais(taro di sini aja guys)" ucap Galih menunjuk ke arah sofa santai.
"Yo inta andi(ayo kita mandi)" ajak Galah.
Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam kamar mandi, Galih terlihat sedang membawa sesuatu, membaut Iqbal Galah dan Kifli saling pandang.
"Ni ampo, ial ambut ita angi (ini sambo biar rambut kita wangi)" ucap Galih.
"Amu apet tu ali ana(kamu dapat itu dari mana)" tanya Galah sang kembaran.
"Atu bil di amal andi tat Dep, bis au ya alum ci adi atu bil aja de(aku ambil di kamar mandi kak Dev, habis bau nya harus sih jadi aku ambil aja deh)" ucap Galih sambil membuka dan menuang sampo itu ke telapak tangan.
"Oba de ais ium au ya alum tan(coba deh guys cium bau nya harum kan)" tanya Galih menyodorkan telapak tangannya yang ada sampo ke dekat ketiga sohibnya.
__ADS_1
"Ia lum anet, atu uga au don(iya harum banget, aku juga mau dong)" ucap Galah.
"Ia atu uga, atu uga(iya aku juga. aku juga)" ucap Iqbal dan Kifli bersama.
Keempat bocah kecil itu asik keramas mengunakan sampo milik kak Dev, yang tak lain adalah shampo buatan Jerman itu, tentunya sampo yang sangat fantastis harganya.
"Alum anet ya, antes aja tat Dep ambut ya alum anet(harum banget ya, pantes aja kak Dev rambut nya wangi banget.
"Ia asti alga ya ahal de(iya pasti harganya mahal deh)" ucap Iqbal juga.
"Ia ni tan tat Dep eli ali elman(iya ini kan kak Dev beli dari jerman)" ucap Galih.
Sementara itu di dalam kamar mandi nya kak Dev kelimpungan mencari sampo yang baru saja seminggu lalu ia pesan dari negara asalnya itu.
"Perasaan sampo nya gue taru di sini deh, kok gak ada sih" ucap kak Dev seorang diri.
Kak Dev kembali memakai handuk dan melilitnya di pinggang, kak Dev kembali melihat di depan meja kecil yang terdapat banyak barang pribadinya di sana, tetap gak ada.
"Siapa sih yang ngambil, emang tuh sampo punya kaki bisa jalan sendiri apa" ucap kak Dev dengan wajah kesal, karena sampo yang ia cari tak kunjung di temukan.
Kak Dev kembali masuk ke dalam kamar mandi, terpaksa ia keramas tidak mengunakan sampo, karena sampo miliknya hilang entah siapa yang ngambil.
__ADS_1
Kak Dev juga bersiap-siap mandi karena akan mengajak keempat bocah kecil itu makan di salah satu restoran di alan xx, selesai membersihkan diri kak Dev keluar dari dalam kamar mandi.