
Ambar memaksa memampang tubuh kekar sang suami keluar dari kamar mandi, Ambar lalu berteriak memanggil Arman dan tak lama kemudian Arman masuk ke ruangan sang bos.
"Arman tolong panggilkan dokter" ucap Ambar sambil menangis.
"Pak Gilang kenapa bu" tanya Arman kaget.
"Suami saya pingsan di kamar mandi" ucap Ambar.
Arman pun langsung menelpon dokter dan memintanya untuk segera ke kantor, Arman memampang tubuh sang bos ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan itu.
"Sayang bangun" panggil Ambar menggoyangkan tubuh sang suami.
Tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka, dan masuklah Arman dan seorang dokter.
"Permisi bu, saya mau memeriksa keadaan pak Gilang" ucap Dokter.
"Silahkan dok" ucap Ambar.
Dokter pun mulai memeriksa keadaan Gilang, Ambar dan Arman menunggu di kamar itu juga.
"Bagaimana keadaan suami saya dok" tanya Ambar dengan raut wajah cemas.
"Pak Gilang gak papa bu, hanya kelelahan saja" ucap Dokter.
"Tapi tadi suami saya muntah-muntah dok" ucap Ambar.
"Itu hal biasa bu, nanti sebentar lagi pak Gilang sadar kok" ucap dokter itu.
Ambar pun duduk di dekat sang suami, Ambar mengoleskan minyak ke hidung sang suami agar cepat sadar. Sedangkan dokter langsung keluar dari kamar itu, dan di antar oleh Arman keluar.
Gilang membuka kedua matanya dengan pelan, dan melihat sang istri yang sedang duduk di samping ranjang.
"Sayang kamu udah sadar, ada yang sakit gak" tanya Ambar masi dengan rasa panik, karena ini kali pertama nya Gilang sakit seperti ini selama mereka menikah.
"Gak papa sayang, kepala aku hanya pusing dan pengen mual aja" ucap Gilang memijit keningnya.
"Aku buatkan teh ya" ucap Ambar.
"Iya sayang" ucap Gilang.
Ambar keluar dari kamar itu, dan ingin membuatkan teh untuk sang suami.
"Aku kenapa sih, jadi melow gini" ucap Gilang dalam hati.
Tak lama kemudian Ambar masuk dengan membawa segelas teh untuk sang suami, Ambar melihat sang suami masih berbaring.
"Sayang ini teh nya" ucap Ambar membantu sang suami untuk meminum teh.
"Makasih sayang" ucap Gilang tersenyum melihat wajah cantik istrinya.
__ADS_1
"Iya, sayang kamu pengen sesuatu gak" tanya Ambar.
"Aku pengen makan sayur bayam buatan mommy Nisa sayang" ucap Gilang, membuat Ambar mengernyit kening nya heran.
"Kamu yakin sayang" tanya Ambar lagi.
"Iya sayang, aku pengen banget sekarang" ucap Gilang dengan wajah memohon.
"Ya sudah, aku telpon mommy ya" ucap Ambar.
"Iya sayang" ucap Gilang.
Ambar pun menelpon sang mommy, untuk mengatakan kalau sang suami saat ini kepengen makan sayur bayam buatnya.
☘☘☘☘
Di rumah si kembar dan kedua sahabatnya masih menunggu pemuda tampan yang sedang bersiap-siap yang sedari tadi belum selesai-selesai juga.
"Tat to ama anet cih, ita tan da ungu ali adi(kak kok lama banget sih, kita kan udah nunggu dari tadi)" ucap Galih.
"Iya sabar dong, namanya juga cowok ganteng" ucap Dev sambil merapikan rambutnya di depan cermin.
Keempat bocah kecil itu hanya menggeleng kepala melihat tingkah kam Dev.
"Ayo kita berangkat" ajak Dev.
"Apa lagi" tanya Dev.
"Enalin ulu ni eman ita, ama ya Ibal ama Ipli(kenalin dulu ni teman kita, namanya Iqbal sama Kifli)" ucap Galah.
"Hay, Iqbal, hay Kifli" ucap Dev.
"Ai tata ule(hay kaka bule)" ucap Iqbal dan Kifli.
Dev mengernyit kening heran mendengar panggilan kedua bocah kecil itu.
"Ita da ilan ama tata Dep, api eleta enen agil tata Ule(kita udah bilang nama kaka Dev, tapi mereka pengen manggil kaka Bule)" ucap Galih.
"Gak papa itu lebih cocok dengan wajah kaka, iya gak" tanya Dev sok keren.
"Ish iasa aja(ish biasa aja)" ucap si kembar.
"Udah ayo kita berangkat" ajak Dev, keempat bocah kecil itu pun mengikuti Dev menuruni tangga.
"Etal tata(bentar kak)" ucap Galih, kembali menaiki tangga menuju ke kamar nya dan Galah.
Tak lama kemudian Galih kembali dengan membawa empat kacamata kecil dan kunci mobil miliknya.
"Ni ais uat alian (ni guys buat kalian)" ucap Galih membagikan kacamata hitam.
__ADS_1
"Ni unci obil agu tat(ini kunci mobil aku kak)" ucap Galih menyerahkan kunci mobil sport miliknya pada Dev.
Mereka pun pergi ke garasi mobil, tujuan Galih adalah kak Dev yang akan mengemudi mobil sport nya.
Dev melihat ada banyak mobil di garasi, dan ada dua mobil dengan warnah yang sama yang menjadi pusat perhatian nya. Dev menekan remote kunci dan mobil Galih pun berbunyi.
"Ni obil atu tat, yan ni obil Alah(yang ini mobil aku kak, yang ini mobil Galah)" ucap Galih,membuat Dev menurunkan sedikit kacamata hitam miliknya melihat si kembar.
"Kalian serius?" tanya Dev.
"Ya elius la tat(ya serius lah kak)" ucap Galah.
"Kalian kecil-kecil udah punya mobil sport" ucap Dev.
"Ia don akek ya eli(iya dong kakek yang beli)" ucap Galih.
"Kaka pinjam ya buat di bawa ke sekolah" ucap Dev melihat si kembar.
"Ijam, ga oleh, tat Dep ijam obil api aja tan da ayat tu igal pili(pinjam, gak boleh, kak Dev pinjam mobil papi aja kan ada banyak tuh tinggal milih)" ucap Galih sambil menunjuk deretan mobil papi Gilang di dalam garasi.
"Kalian kecil-kecil pelit" ucap Dev.
"Ialin aja ni tan onil pot ita(biarin aja ini kan mobil sport kita)" ucap Galih.
"Ayo naik kita berangkat" ajak Dev kembali membetulkan kacamatanya.
Keempat bocah kecil itu pun naik ke dalam mobil, Galih duduk di kursi depan bersama kak Dev, sedangkan di kursi belakang Galah, Iqbal dan Kifli.
Keempat bocah kecil itu memakai kacamata hitam kecil mereka, membuat Dev yang melihat itu menggeleng kepala di buatnya.
Mobil yang di kendarai oleh Dev pun keluar dari pintu gerbang tinggi itu, Dev melihat Galih yang duduk di sampingnya.
"Galah" panggil kak Dev.
"Atu utan Alah tat, atu Alih(aku bukan Galah kak, aku Galih)" ucap Galih melihat kak Dev dengan kacamata kecilnya, yang terlihat lucu di mata Dev.
"Ooh Galah yang di belakang ya" ucap Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap Galih.
"Yang kaka Galah apa Galih" tanya Dev.
"Atu tat, Alih ade atu(aku kak, Galih adek aku)" ucap Galah.
Dev hanya Menganggu kan kepalanya, dan kembali lagi fokus menyetir, menikmati indahnya suasana kota Jakarta yang panasnya minta ampun.
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....
__ADS_1