
Galah terlihat sedang berlari ke arah ruang tengah, sambil celingak celinguk mencari sang kembaran, Galah memutari ruang tengah tapi tak menemukan sang kembaran di sana. Membuat bocah kecil itu menyerah dan duduk di salah satu sofa.
Eyang Nisa yang baru saja masuk ke ruang tengah, melihat sang cucu sedang duduk sendiri di sana. Eyang Nisa lalu mencari keberadaan si kembar satu.
"Boy, adik kamu kemana kok gak ada?" tanya eyang Nisa.
"Alih ga ada eyan, atu da ali te mua uanan ga ada(Galih gak ada eyang, aku udah cari ke semua ruangan gak ada)" ucap Galah melihat sang eyang.
"Ke taman belakang udah di liat belum, mungkin aja lagi sama kakek" ucap eyang Nisa.
"Elum eyan(belum eyang)" ucap Galih.
"Ayo kita liat cari adik kamu ke taman belakang" ajak eyang Nisa.
Galah pun mengikuti sang eyang, pergi ke taman belakang untuk melihat sang kembaran.
Di taman belakang Galih sedang sedang bersama kakek Nicko, Galih dan kakek Nicko sedang memancing ikang di kolam ikan.
"Ayo ke, tu yan esal(ayo kek, itu yang besar)" ucap Galih.
"Alih, amu di tini ya atu aliin uga(Galih, kamu di sini ya aku cariin juga)" ucap Galah mendekati sang kembaran.
"Ia atu agi iat akek ancin itan uat di olen (iya aku lagi liat kakek mancing ikan buat di goreng)" ucap Galih.
"To amu ga adat atu ci(kok kamu gak jak aku sih)" tanya Galah.
"Bis amu pup ya ama ci, atu igalin de(habis kamu pup nya lama sih, aku tinggalin deh)" ucap Galih.
"Alah iat de ni akek apet itan esal uat di olen (Galah liat deh ini kakek dapat ikan besar buat di goreng)" ucap Galih.
"Tu apet agi atu(tuh dapet lagi satu)" ucap Galih, menunjuk ikan yang ada di pancingan.
"Siniin boy ember nya" ucap kakek Nicko.
"Ni tet, yan tu uat atu ya kek(ini kek, yang itu buat aku ya kek)" ucap Galah.
"Iya boy" ucap kakek Nicko.
Hari ini Iqbal dan Kifli tidak datang ke rumah si kembar, karena harus membantu kedua orang tua mereka.
Galih melihat ikan yang sangat besar, dan meminta seng kakek untuk memancing yang besar itu.
"Ke acing itan yan esal don(kek mancing ikan yang besar dong)" ucap Galih.
"Ikan yang besar gak mau makan boy" ucap kakek Nicko.
Galih pergi dari sana untuk mengambil jaring penangkap ikan, mungkin dengan itu pasti ikan yang besar akan ke tangkap.
"Akek ita antap itan ya ake ni aja(kakek kita tangkap ikan nya pake ini aja)" ucap Galih.
"Sayang kamu dapat jaring di mana?" tanya eyang Nisa.
"Di itu eyan(di situ eyang)" ucap Galih menunjuk ke arah gudang.
"Ayo kita tangkap ikannya, tapi kalian bantu kakek ya" ucap kakek Nicko.
"Ote ke(oke kek)" jawab si kembar bersama.
"Mas kamu yakin mau ajak si kembar" tanya eyang Nisa.
"Gak papa sayang kan cuma di kolam ikan" ucap kakek Nicko, melihat sang istri.
"Tu egal ga apa ayang(tuh dengar gak papa sayang)" ucap Galih meniru cara bicara sang kakek.
"Kamu ini bisa aja" ucap eyang Nisa.
Kakek dan si kembar pun turun ke dalam kolam ikan, kakek Nicko memegang jaring sedangkan kedua bocah kembar itu di minta untuk membuat agar ikan-ikan itu berlari ke dalam jaring.
"Ayo dikit lagi boy, ikannya akan masuk jaring" ucap kakek Nicko.
"Yo Alah itit agi(ayo Galah dikit lagi)" ucap Galih.
__ADS_1
"Uda kek itan esal ya da asut te alam alin ke(udah kek ikan besar nya udah masuk ke dalam jaring kek)" teriak Galih.
Kakek langsung mengangkat jaring itu, dan ikan besar masuk ke dalam.
"Akhirnya ketangkep juga boy" ucap kakek.
"Ia tet(iya kek)" ucap si kembar.
"Ayo sekarang naik lagi, kan ikannya udah ke tangkap" ucap eyang Nisa.
"Ia eyan" ucap Galih.
"Alo da Ibal ama Ipli asti elu anet ya(kalau ada Iqbal sama Kifli pasti seru banget ya)" ucap Galih.
"Ia ayan eleta ga ada(iya sayang mereka gak ada)" ucap Galah.
"Ayo sekarang masuk kalian mandi dulu ya, udah bau amis nih" ucap eyang Nisa.
"Lus itan ya imana eyan(terus ikan nya gimana eyang)" tanya Galih.
"Nanti biar eyang sama kakek yang bawa" ucap eyang Nisa.
Kedua bocah kembar itu lalu masuk ke dalam rumah, tampa mengenakan pakaian. Karena pakaian mereka sudah basah.
"Hay, hey kok udah telanjang gitu, mana baju nya" tanya mami Ambar.
"Ita bis antu akek antat itan esal mi di olam itan(kita habis bantu kakek tangkap ikan besar mi di kolam ikan)" ucap Galih.
"Ya udah sana mandi dulu ya, baru ganti baju" ucap mami Ambar.
"Ia mi, ita te amal ulu ya mi(iya mi, kita ke kamar dulu ya mi)" ucap kedua bocah kembar itu.
"Iya sayang" ucap mami Ambar.
Kedua bocah kembar itu menaiki tangga menuju lantai dua, kak Dev juga terlihat baru saja keluar dari kamar.
"Kok kalian gak pake baju sih?" tanya kak Dev.
"Ia ita bis antu akek antap itan tat(iya kita habis mantu kakek tangkap ikan kak)" ucap Galah.
"Apet itan ya esal anet, anti di dolen ama eyan(dapet ikannya besar banget, nanti di goreng sama eyang)" ucap Galih.
"Uda ita andi ulu ya tat(udah kita mandi dulu ya kak)" ucap Galih.
Si kembar lalu masuk ke dalam kamar mereka, Galah dan Galih langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
☘☘☘☘
Vila...
Melatih dan Vani sedang jalan-jalan di dekat-dekat Vila untuk melihat pemandangan yang indah, sesekali keduanya mengambil gambar di sana.
"Pemandangannya bagus banget ya Mel" ucap Vani.
"Iya, aku suka" ucap Melatih, melihat ke arah gunung yang jauh di sana.
"Mel ke sana yuk, kayaknya bagus deh kalau foto di sana" tunjuk Vani ke arah kebun teh.
"Iya ayo kita ke sana" ajak Melatih juga.
Kedua gadis itu pergi ke arah kebun teh yang sedikit jauh dari Vila, sedangkan kedua orang tua Melatih sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton TV.
"Wah gila ini keren banget" ucap Melatih.
"Van, fotoin gue dong" ucap Melatih.
"Mana ponsel loh" ucap Vani.
"Nih" Melatih memberikan ponsel miliknya pada sang sahabat.
Melatih mulai berpose, dari jarak yang tak terlalu jauh, terlihat seorang pria sedang melihat keseruan kedua gadis itu.
__ADS_1
Yang menjadi pusat perhatian pria itu saat ini adalah Melatih, yang terlihat sangat ceria.
"Udah ni foto loh udah banyak, sekarang gantian ya" ucap Vani.
"Iya, mana biar gue yang fotoin loh" ucap Melatih.
Melatih bergantian memotret seng sahabat, hal itu tak luput dari pandangan pria yang sedang berdiri di balkon Vila, entah kenapa melihat pemandangan itu hatinya menjadi adem.
"Daf, loh lagi liatin apa sih, gue panggil in juga dari tadi" ucap Brian yang baru saja mendekati sang sahabat.
Arah pandang Brian tertuju pada arah yang di liat oleh Raffa, Brian lalu melihat sang sahabat dengan kening mengernyit heran.
Brian melihat di sana ada dua gadis, entah gadis yang mana yang di liat oleh sahabatnya itu.
"Samperin dong, jangan cuma di liatin aja" ucap Brian, membaut Raffa melihat ke arah sang sahabat.
"Kenapa?" tanya Raffa.
"Udah di tungguin tuh sama yang lain di dalam" ucap Brian.
"Iya duluan aja, gue masi pengen liat pemandangan" ucap Raffa.
"Liat pemandangan apa liat cewek?" ucap Brian sambil terkekeh geli.
"Sial loh, sana masuk" ucap Raffa.
Brian masuk sambil terkekeh geli, membuat ketiga sahabatnya melihat ke arah Brian dengan heran.
"Kenapa loh?" tanya Marvel.
"Raffa mana?" tanya Rasya.
"Lagi liat cewek tuh di depan" ucap Brian.
"Udah biarin aja dia, mungkin lagi nenangin pikirannya" ucap Marvel.
Di luar sana Raffa terus melihat Melatih dan Vani, kedua gadis itu terlihat sedang memotret para ibu-ibu yang sedang memetik daun teh.
"Bu, boleh bantu gak?" tanya Melatih.
"Boleh neng" ucap ibu itu.
Melatih dan Vani pun membantu ibu itu memetik daun teh, tapi tiba-tiba Vani melihat seekor ular yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Mel, ada ular" ucap Vani.
"Mana Van?" tanya Melatih ketakutan.
"Itu, ayo kabur" ajak Vani berlari ke arah depan, sedangkan Melatih berlari ke arah belakang, membaut keduanya terpisah.
Vani berlari kembali ke arah Vila, sedangkan Melatih entah lari kemana, karena ia tidak ikut jalan yang mereka lalui tadi.
Raffa yang melihat hal itu pun langsung keluar dari Vila, berjalan ke arah di mana Melatih dan Vani terpisah tadi.
Sedangkan Melatih, berlari entah ke mana gadis itu terlihat sedang melihat pepohonan yang sedang berada di sekiranya.
"Aku ada di mana, vani kemana" ucap Melatih seorang diri.
"Vani kamu di mana?" teriak Melatih.
Gadis itu berjalan semakin jauh, sudah bukan lagi di kebun teh, tapi sudah berada di hutan saat ini.
"Aku ada di mana ini, aku mau pulang papa mama" ucap Melatih sambil menangis.
Ponselnya sudah jatuh tadi pas berlari karena ketakutan melihat ular, Melatih terus berjalan menyusuri hutan dengan pepohonan yang sangat besar.
Sedangkan Raffa mengikuti jejak gadis itu, tapi Raffa belum bisa menemukannya.
"Gadis itu lari ke mana ya" ucap Raffa seorang diri.
Raffa terus memasuki hutan, karena ia tau saat ini gadis itu sudah tersesat di dalam hutan, Raffa terus berjalan semakin dalam memasuki hutan itu. Tapi belum ada tanda-tanda akan keberadaan gadis itu.
__ADS_1
Next...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...