
Melatih terus berjalan menyusuri hutan dengan wajah yang sudah mulai ketakutan, saat ini jam sudah menunjukan pukul 4 sore, tapi gadis itu belum juga bisa keluar dari hutang itu.
"Tolonggg...." teriak Melatih, berharap ada yang mendengar suaranya.
"Tolonggg..." lagi-lagi Melatih berteriak dengan kuat.
"Papa, mama, Melatih takut banget" ucap Melatih sambil terisak.
"Akhh,, " Melatih menginjak ranting pohon yang tajam, sehingga membuat kaki nya berdarah.
Melatih meringis sakit, melihat kaki nya yang saat ini sudah mengeluarkan banyak darah, Melatih duduk di batang pohon yang lumayan besar.
Melatih melihat kaki nya yang berdarah, Melatih mengambil daun pohon dan mengelap darah yang keluar dari kakinya.
"Papa, mama Melatih takut" ucap melatih sambil terisak.
Melatih duduk cukup lama di bawa pohon, sambil menahan rasa sakit yang ada di kaki nya.
"Aku harus ke mana, sekarang udah mulai sora" ucap Melatih seorang diri.
Sementara itu di sisi lain Raffa terus mencari keberadaan gadis itu, Raffa sangat yakin kalau gadis itu berada di dalam hutan sekarang.
Raffa menyusuri hutan yang tadi di lalui oleh Melatih, karena saat ini Melatih berada di hutan paling dalam jadi membaut Raffa tak bisa menemukan gadis itu.
"Kemana sih gadis itu, apa jangan-jangan dia masuk hutan lebih dalam lagi" ucap Raffa seorang diri.
Raffa terus berjalan, ia tak bersua takut nanti Melatih mendengar suaranya dan takut.
Raffa melihat rumput yang melayu, pertanda kalau gadis itu baru saja lewat sekitar situ.
☘☘☘☘
Vani berlari ke dalam Vila sambil berteriak dan menangis, membaut kedua orang tua Melatih bingung melihat Vani.
"Vani kamu kenapa sayang, Melatih mana?" tanya mama Melatih.
"Om, tante Melatih lari ke arah hutan, tadi gak sengaja kita liat ular di kebun teh dan Melatih lari ke dalam hutan bukan ikut Vani" ucap Vani sambil terisak.
"Apa, pa Melatih pa" ucap mama Melatih mulai terisak.
"Sabar ma, kita cari melatih sekarang ya" ucap papa Rehan.
"Ayo pa kita cari Melatih sekarang" ucap mama Melatih.
Papa Rehan, mama Melatih dan Vani pergi keluar Vila, mereka berjalan ke arah di mana Vani dan Melatih tadi sempat berfoto-foto.
"Melatih lari ke arah sana om, tante" tunjuk Vani.
"Ayo kita cari Melatih ke sana" ucap papa Rehan.
Mama Melatih, papa Rehan dan Vani masuk ke dalam hutan, mereka memanggil nama Melatih tapi tak ada sahutan.
"Pa, mama takut Melatih masuk ke dalam hutan" ucap mama sambil menangis.
"Mama tenang ya, kita cari Melatih lagi" ucap papa Rehan.
"Melatihh..." panggil Vani.
"Melatih di mana kamu sayang" terik mama Melatih juga.
Hari sudah semakin sore, dan sebentar lagi hari akan mulai gelap tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda ada Melatih di sana.
"Sekarang kita balik ya, papa akan telpon petugas yang akan mencari Melatih" ucap papa Rehan.
"Pa, Melatih" ucap mama Melatih sambil menangis.
"Mama tenang ya, kita berdoa semoga putri kita baik-baik saja" ucap papa Rehan.
" Mel, kamu kemana sih, kita kuatir banget tau sama loh, Ya Allah lindungilah sahabat hamba" ucap Vani dalam hati.
Papa Rehan mengajak sang istri dan juga Vani kembali ke Vila, karena hari sebentar lagi akan mulai gelap, papa Rehan akan meminta bantuan petugas untuk mencari sang putri.
☘☘☘☘
__ADS_1
Si kembar baru saja pulang dari masjid, hari ini mereka pulang sedikit sore karena ada kegiatan haram Qur'an di masjid.
Sedangkan Iqbal dan Kifli sudah pulang, di jemput oleh kakek Iqbal, dan si kembar di jemput oleh kakek Nicko.
Kedua bocah kembar itu masuk ke dalam rumah dan memberi salam, salam si kembar di jawab oleh eyang Nisa yang ada di ruang TV.
"Sudah pulang sayang" tanya eyang Nisa.
"Ia eyan, adi di asjid agi ada atam Qul'an(iya eyang, tadi di masjid lagi ada haram Qur'an)" ucap Galih duduk di dekat sang eyang.
"Udah lancar gak ngaji nya" tanya eyang Nisa.
"Uda to eyan(udah kok eyang)" ucap Galah.
Si kembar menceritakan tentang kaka-kaka yang haram Qur'an tadi di masjid, kalau mereka sangat bagus dan keren.
"Atu enen aya tata itu(aku pengen kaka itu)" ucap Galah.
"Ia atu uga(iya aku juga)" ucap Galih.
"Inya Allah, kalian akan menjadi pembaca Qur'an ya sayang" ucap eyang Nisa.
"Amin, maaci ya eyang(Amin, makasih yah eyang)" ucap kedua bocah kembar itu.
"Eyan ita te amal ulu ya au anti aju(eyang kita ke kamar dulu ya mau ganti baju)" ucap Galih.
"Iya sayang, kakek kalian mana kok belum ada sih?" tanya eyang Nisa.
"Akek agi di epan eyan(kakek lagi di depan eyang)" ucap Galah.
Kedua bocah kembar itu pun menaiki tangga menuju lantai atas, di mana kamar mereka berada.
"Tat Dep agi apa ya(kak Dev lagi apa ya)" tanya Galih.
"Agi idul ali(lagi tidur kali)" ucap Galah.
Clekk...
"Alih bis ni ita atan mi yo(Galih habis ini kita makan mie yuk)" ajak Galah.
"Ia mi olen ya(iya mie goreng ya)" ucap Galih.
"Ia" jawab Galah.
Selesai berganti baju, kedua bocah kembar itu kembali turun ke lantai bawa, melihat sang mami yang sedang mengobrol bersama sang eyang.
"Mi, ami ita enen atan mi dolen don(mi, mami kita pengen makan mie goreng dong)" ucap Galih berjalan mendekati sang mami.
"Minta tolong di buatkan sama bibi ya nak" ucap mami Ambar.
"Ia mi(iya mi)" ucap si kembar.
"Yo Alah ita te apul, inta olon bibi(ayo Galah kita ke dapur, minta tolong bibi)" ajak Galih.
Kedua bocah kembar itu lalu berjalan ke arah dapur, mencari keberadaan bibi di sana.
"Bi, bibi" panggil si kembar.
"Iya den, ada apa" tanya bibi yang barus saja keluar dari dapur.
"Bi, ita enen atan mi dolen don bi(bi, kita pengen makan mie goreng dong bi)" ucap Galah.
"Sebentar ya den bibi masak dulu" ucap bibi.
"Ia bi, maaci ya bi(iya bi, makasih ya bi)" ucap Galah dan Galih.
Kedua bocah kembar itu duduk di kursi meja makan, sambil menunggu mie goreng yang di buatkan oleh bibi.
"Den pake sayur gak?" tanya bibi.
"Ake bi, api itit aja ya(pake bi tapi dikit aja ya)" ucap Galih.
"Siap den" ucap bibi.
__ADS_1
Tak lama kemudian mie si kembar masak, bibi meletakan dua piring mie di atas meja, beserta telur mata sapi membuat siapa saja melihatnya akan ikut-ikutan juga.
"Mie goreng sudah siap den" ucap bibi.
"Oleh,(hore)" ucap kedua bocah kembar itu.
"Yo Alih ita atan di uan ega(ayo Galih kita makan di ruang tengah)" ajak Galah.
Kedua bocah kembar itu pun membawa piring yang berisi mie mereka ke ruang tengah, di mana di sana ada kakek, eyang, mami dan papi Gilang. Sedangkan kak Dev terlihat sedang menuruni tangga.
"Wih apa tuh?" tanya kak Dev. Si kembar melihat ke arah tangga.
"Ni mi dolen tat(ini mie goreng kak)" ucap si kembar.
"Kaka bole minta gak" tanya kak Dev.
"Ga oleh tat, ni unya ita(gak boleh kak, ini punya kita)" ucap Galah.
"Pelit banget sih" ucap kak Dev.
"Ialin aja, yo Alah ita atan(biarin aja, ayo Galah kita makan)" ajak Galih.
Si kembar meletakan piring mie goreng mereka di atas meja, lalu si kembar mulai memakan mie goreng nya.
Galih terlihat sengaja mengangkat tinggi-tinggi mie nya agar bisa menjahili kak Dev, membaut mie kriting-kriting menggantung di udara.
"Uumm, enat anet(uumm, enak banget)" ucap Galih, melirik kak Dev.
"Pelit" ucap kak Dev.
"Enat ya Alah(enak ya Galah)" tanya Galih, gak menghiraukan perkataan kak Dev.
"Tat Dep au(kak Dev mau)" tanya Galih.
"Mau lah" ucap kak Dev.
"Itin dili tat, da esal(bikin sendiri kak, udah besar)" ucap Galih.
Membuat kak Dev melihat si kembar dengan kesal, sedangkan semua yang ada di sana hanya tersenyum melihat perdebatan si kembar dan kak Dev.
"Alah atu inta elul dolen don(Galah aku minta telur goreng dong)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"Ga a ni igal ditit au(gak ah ini tinggal dikit tau)" ucap Galah.
"Is elit(ish pelit)" ucap Galih.
Kak Dev terlihat beranjak dari sofa, membuat si kembar melihat ke arah kak Dev.
"Tat Dep au te ana(kak Dev mau ke mana)" tanya Galah.
"Au itin mi ali(mau bikin mie kali)" ucap Galih, kembali memakan mie nya.
"Amu ci ga aci ama tat Dep, anti alo tat Dep ga adat ita alan iaman (kamu sih gak kasih sama kak Dev, nanti kalau kak Dev gak ngajak kita jalan gimana)" ucap Galah.
"Enan aja tat Dep asti adat ita alan tot(tenang aja kak Dev pasti ajak kita jalan kok)" ucap Galih.
"So au amu(sok tau kamu)" ucap Galah.
Kak Dev pergi ke dapur minta di bikini mie juga sama bibi, karena melihat si kembar makan mie membaut kak Dev juga pingin mie.
Sedangkan mie milik si kembar sudah habis, sekarang kedua bocah itu pergi ke dapur untuk mengantar piring kosong, si kembar melihat kak Dev di sana.
"Tat agi apa(kak lagi apa)" tanya Galih.
"Lagi nunggu mie lah, kalian kan gak mau ngasi" ucap kak Dev.
"Aap ya tat(maaf ya kak)" ucap Galah.
Si kembar meletakan piring yang sudah kosong ke atas meja, lalu duduk di kursi dekat kak Dev. Membaut kak Dev mengernyit keningnya heran.
Next....
Jangan lupa Like, komen sama Vote ya...
__ADS_1