Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Iqbal Bandu Doa


__ADS_3

Semuanya duduk di ruang tengah, kakek buyut sedang melihat kedua cicit nya yang sedang menunduk karena sudah berbuat salah dengan memancing ikan hias peliharaannya.


Si kembar duduk di sofa berdekatan, sedangkan Iqbal duduk di dekat eyang buyut Tania.


"Ekkhheemm..." kakek buyut mulai berdehem sambil melihat si kembar.


"Cicit-cicit kakek buyut liat sini" ucap kakek buyut.


Dengan pelan si kembar mengangkat kepala mereka dengan pelan, lalu melihat kakek buyut..


"Aap akek uyut, ita au ita ala da ancin itan ias(maaf kakek buyut, kita tau kita salah udah mancing ikan hias)" ucap Galah dengan pelan.


"Kalau kakek gak maafin gimana" ucap kakek buyut.


Membuat si kembar saling pandang, lalu kembali menunduk sedih karena kakek buyut gak mau maafin mereka berdua.


Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum melihat si kembar kembali menunduk.


"Eyan uyut udut akek uyut don uat aapin ita(eyang buyut bujuk kakek buyut dong buat maafin kita)" ucap Galih melihat eyang buyut.


"Kok harus eyang yang bujuk sih, yang bikin salah siapa" ucap eyang buyut menyembunyikan senyumnya.


"Imana don akek uyut ga au aapin ita(gimana dong kakek buyut gak mau maafin kita)" bisik Galih pada sang kembaran.


"Ato ita aja yan udut akek uyut(atau kita aja yang bujuk kakek buyut)" ucap Galah.


"Ia amu enal uga(iya kamu benar juga)" ucap Galih.


"Yo ita udut akek uyut(ayo kita bujuk kakek buyut)" ajak Galih.


Kedua bocah kembar itu turun dari atas sofa mendekati sang kakek buyut, Galah lalu duduk di sisi kanan sedangkan Galih duduk di sisi kiri kakek buyut.


"Akek aapin ita don, asa akek ega cih ama ita(kakek maafin kita dong, masa kakek tega sih sama kita)" ucap Galih memeluk lengan kakek.


Kakek buyut masih diam tak merespon si kembar, kakek akan melihat sejuah mana mereka membujuk kakek.


"Ia akek uyut ata pa utas ga oleh lo iam alo ada yan inta aap(iya kakek buyut kata pak ustad gak boleh loh diam kalau ada yang minta maaf)" ucap Galah.


"Ia enal itu kek, ata pa utas osa(iya benar itu kek, kata pak ustad dosa)" ucap Galih juga.


Sedangkan eyang Nisa, kakek Nicko, papi Gilang dan mami Ambar juga eyang buyut sudah menahan tawa melihat usaha si kembar untuk membujuk sang kakek buyut.

__ADS_1


"Ibal to amu iam cih, ga au antu ita(Iqbal kok kamu diam sih, gak mau bantu kita)" ucap Galih melihat sang sohib.


"Atu antu oa aja ya(aku bantu doa aja ya)" ucap Iqbal.


Si kembar saling pandang, lalu kembali melihat sang kakek buyut yang masi setia mendiami mereka.


"Ita ulut akek deh, ya(kita urut kakek deh, ya)" ucap Galih.


"Alah aya ya akek uyut arah anet de ama ita(Galah kaya nya kakek buyut marah banget sama kita)" ucap Galih berbisik, tapi masih bisa di dengar oleh kakek buyut.


"Alih amu ulut ungun akek, atu yan ulut agan akek(Galih kamu urut punggung kakek, aku yang urut tangan kakek)" ucap Galah.


Si kembar pun mulai mengurut sang kakek, biarpun kakek diam saja tapi mereka membujuk nya dengan mengurut siapa tau langsung di maafin.


☘☘☘☘


Kantor Wijaya Group....


Tok... Tokk..


"Masuk" ucap dari dalam ruangan.


"Bos, kita berangkat sekarang" ucap Tio yang baru saja memasuki ruangan sang bos.


"Iya kita berangkat sekarang" ucap Tio.


Brian kembali memakai jas nya yang ia letakan di belakang sandaran kursinya, lalu keluar dari ruangannya di ikuti oleh Tio dari belakang, keduanya masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.


Tiba di lobby Tio langsung membukakan pintu mobil untuk sang bos, pada saat ini memutar ingin masuk ke dalam kursi kemudi, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


"Tio..." panggil seseorang.


Tio yang merasa namanya di panggil pun melihat ke asal suara, berdiri tak jauh darinya seorang pria yang sangat ia kenal. Pria itu terlihat mendekat ke arah Tio.


"Loh jadi sopir ya" ucap pria itu sambil tersenyum mengejek.


Tio hanya diam saja, sudah tau sifat dari temannya itu selalu saja mengatainya kalau bertemu.


"Gue pikir loh bakalan sukses setelah besar, gak taunya malah jadi sopir" ucap pria itu lagi.


"Gak papa jadi sopir, kan kerjaan nya halal" ucap Tio.

__ADS_1


"Tapi tunggu, kok loh gak make seragam sopir sih malah pake setelan jas rapi" ucap pria itu lagi lagi bernama Rudi.


Ya pria yang memanggil Tio tadi adalah Rudi, teman kelas Tio dulu waktu di TK Bakti Bangsa, mereka sama sekolah dari TK, SD sampai SMP.


"Loh liat gue dong, sekarang gue udah punya perusahaan sendiri dan sedang bekerja sama dengan perusahaan besar ini" ucap Rudi dengan sombong sambil tersenyum remeh melihat Tio.


"Alhamdulillah kalau kamu udah punya perusahaan sendiri bagus itu" ucap Tio memuji sambil tersenyum.


Brian yang melihat Tio sedang mengobrol dengan seseorang pun keluar, membuat Tio dan Rudi melihat ke arah Brian.


"Pak Brian" ucap Rudi dengan sopan.


"Kamu Rudi kan" tanya Brian.


"Iya pak, saya rudi pemilik perusahaan xx yang sedang bekerjasama dengan perusahaan bapak" ucap Rudi dengan bangga.


Dan Brian hanya mengangguk saja, sedangkan Tio diam mendengarkan keduanya sambil berinteraksi.


"Kita pergi sekarang bos" ucap Tio.


"Iya" ucap Brian, pamit pada Rudi lalu kembali masuk ke dalam mobil, di susul oleh Tio masuk di kursi kemudi.


Mobil pun keluar dari gedung besar itu, dengan Rudi yang masi berdiri di sana melihat mobil itu hilang sampai tak terlihat lagi.


"Kok si Tio bisa sih sama pak Brian, apa jangan-jangan Tio adalah asisten pribadi nya lagi" ucap Rudi dalam hati menerka-nerka tentang Tio.


Mobil yang di kendarai oleh Tio membela jalan raya, untung saja suasana jalan tidak terlalu macet.


"Rudi masih menghina kamu" tanya Brian.


"Begitu lah, dari dulu dia kan gak pernah suka sama saya bos" ucap Tio fokus menyetir.


"Gue pikir dia udah berubah ternyata gak, masih sama" ucap Brian sambil tersenyum.


"Biarkan saja lah bos, saya sih gak pernah masukin hati perkataannya" ucap Tio melihat bosnya tersenyum.


Mobil pun tiba di restoran yang akan di adakan meeting siang ini, Tio memikirkan mobil lalu keduanya turun dari mobil dan masuk kedalam restoran itu.


Next...


***Maaf kemarin author gak up, jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya...

__ADS_1


Terimakasih***...


__ADS_2