
Galih menggeliat dati tidurnya saat mendengar kicauan burung-burung ayang ada di luar sana, Galih melihat sang kembaran yang masih tertidur pules.
"Atu eldail Alah ah(aku kerjain Galah ah)" ucap Galih dalam hati sambil tersenyum.
Galih mengambil kertas kecil di atas meja nakas, lalu menggulungnya hinga kecil lalu ia memasukan ke dalam telinga sang kembaran dengan pelan, sangat pelan sambil tersenyum.
Galih memutar-mutar gulungan kertas itu hinga membuat rasa geli yang di rasakan oleh sang kembaran.
"Hihih" terdengar suara cekikik kan Galih sambil mengerjai sang kembaran.
Galah yang merasa terusik karena merasa geli di telinganya pun membuka kedua matanya, dan hal pertama ia liat adalah sang adik yang sedang tertawa mengerjainya.
"Alih amu pa pa an cih(Galih kamu apa-apaan sih)" ucap Galah dengan kesal.
"Hihihi,, atu uma eldain amu aja(hihihi,, aku cuma ngerjain kamu aja)" ucap Galih tampah rasa bersalah.
"Amu tu da anguin idul atu au ga(kamu tuh udah gangguin tidur aku tau gak)" ucap Galah marah.
"Uma elyanda to(cuma bercanda kok)" ucap Galih.
"Eltanda amu ga ucu au ga(bercanda kamu gak lucu tau gak)" ucap Galah.
Lalu beranjak turun dari tempat tidur, kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi biasanya ia mandi dengan Galih sang kembaran tapi karena marah, ia pun mandi sendiri.
Sedangkan di luar kamar mandi Galih sedang mengatur tempat tidur mereka yang berantakan, sambil menunggu sang kembaran selesai mandi.
Cclekk...
Ambar melihat putra bungsunya yang sedang membereskan tempat tidur, biasanya berdua dengan Galah.
"Kaka kamu mana sayang" tanya Ambar.
"Agi andi my(lagi mandi my)" jawab Galih masih membereskan tempat tidur.
Lagi-lagi Ambar di buat heran dengan tingkah kedua putra kembarnya.
__ADS_1
"Kenapa gak mandi bareng" tanya Ambar membuka kain garden jendela.
"Alah agi arah ama Alih my(Galah lagi marah sama Galih My)" ucap Galih berbalik melihat sang mami.
"Marah kenapa, kalian berantem" tanya mami Ambar.
"Atu uma eldain Alah aja my, api Alah da arah ama Alih(aku cuma ngerjain Galah aja my. tapi Galah udah marah sama Galih)" ucap Galih.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, lalu Galah keluar dan mengambil baju gantinya tampa melihat sang kembaran, hal itu membuat Ambar dan Galih saling pandang.
Galah dan Galah hanya sama wajah saja, tapi berbeda sifat. Kalau Galah orangnya dingin jika ada yang membuat dia kesal, sedangkan Galih orangnya ceria kalau ada yang membuat Galih kesal ia akan menangapi dengan biasa saja, berbeda dengan sang kaka.
Masih ingat kan guys gimana dinginnya Galah pas di ganggu gadis yang bernama Puput, hanya Galih lah yang meladeni gadis kecil itu.
"Sekarang kamu mandi ya" ucap Ambar pada Galih.
"Iya my" ucap Galih pergi ke kamar mandi.
"My, atu ulun uluan ya(my. aku turun duluan ya)" ucap Galah setelah selesai berpakaian.
Sepeninggalan putra sulungnya, Ambar hanya menggeleng kepala saja.
Di meja makan Gilang melihat putra sulungnya datang sendiri, tidak seperti biasanya datang bersama sang kembaran sambil bercanda.
"Boy, mommy dan adik mu mana" tanya Gilang.
"Asi di amal py(masih di kamar pi)" ucap Galah duduk di kursi dekat sang papi, bukan di kursi biasa dekat sang kembaran.
Hal itu membuat Gilang mengernyit kening heran, kenapa putranya duduk di dekatnya.
Tak berselang lama Mami Ambar datang bersama putra sulungnya mereka, Ambar melihat Galah yang duduk di kursi yang di dekat sang papi, membuat Ambar dan Gilang saling pandang.
"Kalian lagi berantem" tanya papi Gilang pada kedua putra kembarnya.
Diam tak ada jawaban dari si kembar, sedangkan mami Ambar hanya mendengar sang suami yang akan menegur kedua putra kembar mereka.
__ADS_1
"Boy,, papi bertanya pada kalian" ucap Gilang lagi.
"Ga pi(gak pi)" ucap Galah pelan.
"Kalau gak kenapa kalian duduk berjauhan" ucap Gilang menatap putranya bergantian.
"Atu arah ama Alih pi(aku marah sama Galih pi)" ucap Galah membuka mulut.
"Marah kenapa sayang" tanya Mami Nisa dengan lembut.
"Alih eldain atu idul, Alih olet eliga atu ake eltas ecil tan eli(Galih ngerjain aku tidur, Galih korek telinga aku pake kertas kecil kan geli)" ucap Galah memandang sang kembaran dengan kesal.
"Ia atu inta aap, da eldain amu(iya aku minta maaf udah ngerjain kamu)" ucap Galih.
"Boy,, lain kali gak boleh gitu ya gak bagus untung aja kertasnya gak masuk ke telinga kaka kamu" ucap Gilang dengan lembut menasehati Galih.
"Ia api, Alih inta aap (iya papi Galih minta maaf)" ucap Galih menunduk sedih.
"Udah, sekarang Galih minta maaf sama kaka ya" ucap Ambar.
"Ia my" ucap Galih, lalu turun dari kursinya berjalan mendekati sang kembaran.
"Alah atu inta aap ya, atu anji ga atalan eldain amu agi(Galah aku minta maaf ya, aku janji gak bakalan ngerjain kamu lagi)" ucap Galih mengulurkan tangannya pada sang kembaran.
"Ia atu da aapin amu to(iya aku udah maafin kamu kok)" ucap Galah memeluk sang adik.
Membuat Gilang dan Ambar tersenyum melihat kedua putra kembar mereka sudah berbaikan, mereka lalu melanjutkan sarapan pagi mereka dengan celotehan si kembar.
Next....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Adu du, Galah nih pake cara ngambek sama Galih, hihihi lucu ya guys....
Boleh dong kasih saran guys***...
__ADS_1