
Kedua bocah kembar yang sedang berjalan ke arah ruang bermain tak henti-hentinya mendumal, karena uncle Brian dan kak Sheila tidak mengajak mereka jalan-jaaln.
"Ucel ama tata ela ga elu, asa ita ga di adat ti alan-alan(uncle sama kaka Sheila gak seru, masa kita gak di ajak sih jalan-jala" ucap Galih, duduk di karpet bulu.
"Ia ni ucel ama tata ela ga adat ita, ita tan uga enen alan-alan(iya ni uncle sama kaka Sheila gak ngajak kita, kita kan juga pengen jalan-jalan)" ucap Galah.
"Lus ia au pain don alan(terus kita mau ngapain dong sekarang)" tanya Galih melihat sang kembaran.
"Ga au ni atu uga usin(gak tau nih aku juga pusing)" ucap Galah, sambil bersedekap dada.
"Atu unya ide(aku punya ide)" ucap Galih melihat sang kembaran sambil tersenyum.
"Apa tu(apa itu)" tanya Galah.
"Yo amu itut atu aja(ayo kamu ikut aku aja)" ajak Galih, Galah pun beranjak berdiri lalu mengikuti sang kembaran keluar dari ruang bermain.
"Adi ita ga adi ain ni(jadi kita gak jadi main nih)" tanya Galah.
"Ia ga yo itut atu(iya gak ayo ikut aku)" ajak Galih.
Kedua bocah kembar itu keluar dari ruang bermain, Galih mengajak sang kembaran ke halaman belakang rumah mereka.
"Alih ita au pain tr ini(Galih kita mau ngapain ke sini)" tanya Galah.
"Amu tu ayat anya de, da iam aja itut atu(kamu tuh banyak tanya deh, udah daim ajak ikut aku)" ucap Galih.
"Ish amu ni, tan atu yan tata(ish kamu ini, kan aku yang kaka)" ucap Galah menatap kesal sang kembaran.
Kedua bocah kecil itu berjalan ke arah kolam ikan hias, ikan yang baru di beli tiga hari yang lalu oleh papi Gilang.
"Tu iat de itan ias ya antit tan(tuh liat deh ikan bisanya cantik kan)" tanya Galih, menunjuk ke arah kolam ikan hias yang bersebelahan dengan kolam ikan mujair.
"Ia itat ya anyat anet(iya ikannya bnyak banget)" ucap Galah melihat ke arah kolam ikan hias.
"Ita asi atan yo(kita kasih makan yuk)" ajak Galih.
"Ana atan ya don(mana makannya dong)" tanya Galah.
"Etal atu bil ulu ya(bentar aku ambil dulu ya)" ucap Galih pergi mengambil makanan ikan hias itu.
Galih mengambil makanan ikan hias itu dan membawanya mendekat ke arah Galah.
"Iat de ni ayat tan(liat deh ini banyak kan)" ucap Galih.
Galah mengambil makanan ikan hias itu lalu menaburkan ke arah kolam ikan, semau ikan-ikan berkumpul saling berebut makanan yang di berikan oleh Galah.
"Agi ya ial itan-itan ye epat ede(lagi ya biar ikan-ikannya cepat gede)" ucap Galah.
"Ia atu uga(iya aku juga)" ucap Galih meletakan kotak makanan ikannya di atas pinggiran beton, kedua bocah kembar itu lalu memberikan banyak makan ikan.
"Yo agi Alah ial itan ya cepat ede(ayo lagi Galah biar ikannya cepat gede)" ucap Galih.
Si kembar memberikan semua makanan ikan itu ke dalam kolam ikan, sampai membuat beberapa ikan kesusahan untuk berenang karena banyak makan.
"Alih iat de tu itan to apun ci(Galih liat deh tuh ikan kok ngapung sih)" tanya Galah.
Galih melihat ke arah yang di tunjuk oleh Galih, dan benar saja ada tiga ikan yang mengapung dan sudah tidak bisa berenang lagi, kedua bocah kembar itu lalu saling pandang.
"Alah itan ya ati, iaana don ni(Galih ikannya mati, gimana dong ini)" ucap Galah.
"Di asi atan to ati ya itan ya(di kasih makan kok mati ya ikannya)" ucap Galih melihat sang kembaran.
__ADS_1
"Ia lus ya tan epat ede(iya harus nya kan cepat gede)" ucap Galah.
"Los iana don(terus gimana dong)" tanya Galih.
"Ita asti di arah api(kita pasti di marah papi)" ucap Galah.
"Ita lus ia di arah api, tan ita yan uat itan ya ati(kita harus siap di marah papi, kan kita yang buat ikannya mati)" ucap Galah melihat Galih.
"Ia mau enal, ita lus ia anun awab (iya kamu benar, kita harus siap tanggung jawab)" ucap Galih.
"Alih tu iat ada agi yan ati(Galih tuh liat ada lagi yang mati)" tunjuk Galah ke arah kolam ikan.
"Du ia adi anyat ya(aduh ia jadi banyak yal" ucap Galih.
"Yo ita agil api aja(ayo kita panggil papi aja)" ajak Galih.
"Yo(ayo)" ajak Galah, kedua bocah kembar itu lalu berlari masuk ke dalam rumah, melewati ruang tengah dengan cepat. Membuat para eyang dan kakek di sana melihat ke arah si kembar.
"Sayang kenapa kok lari-lari sih?" tanya eyang Nisa.
"Ita au agil api eyan(kita mau panggil papi eyang)" ucap Galah.
Si kembar melihat pintu kamar kedua orang tuanya masi terkunci, Lalu Galih langsung mengetuk dengan keras.
"Api uka inti ya, itan ias ati(papi buka pintunya, ikan hias mati)" ucap Galih sambil mengetuk pintu.
Clekk...
"Ada apa boy?" tanya papi Gilang membuka pintu.
"Api itan ias ati(papi ikan hias mati)" ucap Galah.
"Kok bisa mati sih boy, kalian anak lagi ya?" tanya papi Gilang melihat kedua putra kembarnya.
Papi Gilang hanya menggeleng mendengar pengakuan dari kedua putra kembarnya itu, lalu mami Ambar keluar dan melihat si kembar di ambang pintu.
"Sayang ada apa?" tanya mami Ambar melihat kedua putranya.
"Ita itan ias ati mi(ikan hias mati mi)" ucap Galah melihat sang mami.
"Mati kenapa kok bisa?" tanya mami Ambar lagi.
"Ita asi atan anyat mi(kita kasi makan banyak mi)" ucap Galih.
"Ya sudah gak papa, udah jangan sedih ya" ucap mami Ambar memeluk kedua putra kembarnya.
"Enal mi ga apa(benar mi gak papa)" tanya Galih dengan mata berbinar melihat sang mami.
"Iya gak papa kok sayang" ucap mami Ambar.
"Pi, ami ga arah ami ita(pi, mami gak marah sama kita)" ucap Galah tertawa senang.
Sedangkan papi Gilang sudah di melototkan oleh mami Ambar, agar tidak memarahi kedua bocah kembar itu yang berbuat nakal lagi.
"Ayo kita liat ikannya" ajak papi Gilang.
Si kembar mengikuti sang papi ke halaman belakang, melihat ikan yang mati karena kebanyakan di kasih makan, bibit ikan hias yang bertaksir jutaan mati sekejap karena ulah kenakalan si kembar.
Papi Gilang meminta pak Tono untuk mengangkat ikan yang sudah mati, si kemar masi berada di sana melihat itu.
"Anyat ya ati itan ya(banyak ya mati ikannya)" ucap Galih.
__ADS_1
"Ia ayat anet(iya banyak banget)" ucap Galah.
"Atian ya itan ya da ati(kasian ya ikannya udah mati)" ucap Galih.
"Ia ayan(iya sayang)" ucap Galah.
"Amu ci asi atan ya anyat(kamu sih kasi makannya banyak)" ucap Galih melihat sang kembaran.
"To atu ci tan amu uga ya luan(kok aku sih kan kamu juga yang duluan)" ucap Galah tak mau kalah.
"Amu uga itut-itut tan(kamu juga ikut-ikutan)" ucap Galih terkekeh sambil melihat sang kaka.
"Ia ita eldua atal ya(iya kita berdua nakal ya)" ucap Galah.
"Hihihi,, hihihi" suara cekikik kan kedua bocah kecil itu terdengar di halaman belakang, sampai pak Tomo yang sedang mengangkat ikan-ikan yang sudah mati itu pun melihat ke arah dua bocah kembar itu.
"Elti pa ata eyan ita akal ali ucel hehehe(seperti apa kata eyang kita nakal dari uncle hehehe)" ucap Galah.
"Ia hahhaha(iya hahha)" ucap Galah juga.
☘☘☘☘
Brian dan Sheila berjalan masuk ke dalam salah satu restoran yang ada di dalam mall itu. Saat ini keduanya sedang berada di salah satu mall di pusat kota jakarta.
"Sayang duduk di situ aja yuk kosong" ajak Brian menunjuk salah satu meja kosong.
Sheila pun mengikuti kemana Brian menarik tangan nya dengan pelan, keduanya duduk di sana sambil Sheila membuka buku menu.
"Kak mau pesan apa?" tanya Sheila melihat ke arah Brian.
"Yang biasa aja sayang" ucap Brian.
Sheila lalu memanggil pelayan mengunakan tangan mungil miliknya, seorang pelayang dagang menghampiri meja Sheila dan juga Brian.
"Iya kak, mau pesan apa?" tanya pelayan itu dengan sopan sambil memegang polpen dan juga buku kecil.
Sheila mengatakan pesanan mereka, pelayan itu mencatat pesanan Sheila dan Brian, lalu pelayan itu kembali ke belakang.
"Brian" panggil seorang wanita.
Brian dan Sheila melihat ke asal suara, yang ternyata seorang wanita yang memanggil Brian berjalan ke arah mereka.
Brian tau siapa wanita itu, sedangkan Sheila menatap Brian dengan tatapan bertanya.
"Brian, kamu di sini juga ya gak nyangka ya kita ketemu lagi" ucap wanita itu yang tak lain adalah Sindi teman TK Brian dan Marvel dulu.
Sindi melihat ke arah Sheila yang duduk di dekat Brian, Sindi tersenyum sinis melihat Sheila yang hanya berpenampilan sangat sederhana, bukan seperti dirimu yang mengenakan pakaian branded semua.
"Aku boleh duduk sini gak?" tanya Sindi.
"Boleh kak silahkan" ucap Sheila dengan lembut, membuat Brian menatap sang kekasih dengan lembut.
"Ia makasih" ucap Sindi langsung duduk di salah satu kursi.
"Kamu siapa nya Brian?" tanya Sindi sinis.
"Calon istri gue" ucap Brian.
Sindi melihat ke arah Brian, lalu melihat ke arah Sheila, membuat Brian menatap Sindi dengan tajam, Brian tidak suka dengan kehadiran wanita itu.
"Calon ist..." ucapan Sindi terhenti oleh perkataan Brian...
__ADS_1
Next..