Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Kirain Tuyul


__ADS_3

Kedua bocah kembar itu terlihat sangat nyenyak dalam tidur mereka, tiba-tiba terdengar suara sesuatu dari luar jendela, membuat Galih terbangun dari tidurnya.


Galih melihat sekelilingnya dan melihat sang kembaran yang sedang nyenyak tidurnya, lagi-lagi Galih mendengar suara dari luar jendela.


"Tu uala apa ya(itu suara apa ya)" ucap Galih.


"Atu iat aja de(aku liat aja deh)" ucap Galih turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah jendela.


Dengan pelan Galih membuka kain garden jendela itu, dan melihat sesuatu yang bergerak di luar sana.


"Tu apa ya(itu apa ya)" ucap Galih.


Galih melihat apa yang ia lihat bergerak-gerak membuat bocah kecil itu ketakutan, Galih pun kembali naik ke atas ranjang dan langsung menutup seluruh wajahnya dengan selimut tebal.


"Tu atu ali ya(itu hantu kali ya)" ucap Galih.


Lagi-lagi Balik mendengar suara itu, karena sudah merasa takut, Galih pun kembali turun dari atas ranjang dan membuka pintu langsung keluar.


Sasaran empuk Galih saat ini adalah kamar kak Dev yang ada di dekat kamar mereka, Galih membuka kamar kak Dev dan langsung masuk ke dalam.


Galih melihat kak Dev masi menonton sesuatu di lap top miliknya, membuat kak Dev menjadi kaget melihat badan kecil yang mendekat ke arah nya, karena saat ini dalam kamar kak Dev sangat remang.


"Tat ni atu Alih(kak ini aku Galih)" ucap Galih naik ke atas ranjang kak Dev.


"Kirain kamu tuyul, ngapain di sini" tanya kak Dev.


"Atu au idul ama tat Dep(aku mau tidur sama kak Dev)" ucap Galih.


"Kenapa gak tidur di kamar kamu aja, terus Galah mana?" tanya kak Dev.


"Alah agi idul, di edela amal ita da antu tat(Galah lagi tidur, di jendela kamar kita ada hantu kak)" ucap Galih.


"Ha, mana mungkin ada hantu, perasaan kamu aja kali" ucap kak Dev.


"Enal tat, adi atu iat dili ali endela (benar kak, tadi aku liat sendiri dari jendela)" ucap Galih dan langsung berbaring di sebelah kak Dev.


"Terus Galah gimana, nanti kalau di culik hantu" ucap kak Dev.


"Ia ya atu upa(iya ya aku lupa)" ucap Galih kembali bangun dan duduk melihat kak Dev.


"Yo ta ita iat Alah(ayo kak kita liat Galah)" ajak Galih.

__ADS_1


"Ck kamu ini ganggu aja" ucap kak Dev.


"Yo tat agan alas de anti atu duin ama eyan inta(ayo kak jangan malas deh nanti aku aduin sama eyang Sinta)" ucap Galih.


Mendengar nama aunty nya di sebut kak Dev pun gak bisa berkutik, karena ia gak mau berurusan dengan aunty Sinta yang hobinya menjewer telinga.


"Iya-iya ayo" ucap kak Dev.


"Ditu don tat yo(gitu dong kak ayo)" ajak Galih.


Kak Dev dan Galih pun keluar dari dalam kamar kak Dev, kak Dev membuka kembali kamar si kembar dan langsung menyalakan lampu besar.


Kak Dev dan Galih melihat ke arah ranjang yang kosong, Galah tak ada di sana membuat kak Dev dan Galih saling pandang.


"Tat Alah di ulit antuh iamana don(kak Galah di culik hantu gimana dong)" ucap Galih sedih.


"Udah gak usah sedih, ayo kita cari Galah)" ucap kak Dev.


Galih pun mencari sang kembaran di dalam kamar mandi tapi tak menemukannya, lalu Galih mencari Galah ke semua sudah dan tak ada juga.


Lalu kak Dev dan Galih keluar kamar dan bersamaan Galah yang baru masuk sambil membawa segelas air.


"Agu bis bil inum atu aus, amu ali ana to ga ada ci(aku habis ambil minum aku haus, kamu dari mana kok gak ada si)" tanya Galah masuk dan meletakan gelasnya di atas meja nakas.


"Atu bis ali amal tat Dep adi atu egal uala antu ali endela (aku habis dari kamar kak Dev, tadi aku dengar suara hantu dari jendela)" ucap Galih.


"Adi atu uga egal(tadi aku juga dengar)" ucap Galah.


"Elus amu ga atut(terus kamu gak takut)" tanya Galih.


"Ga tu tan uma uala inci yan ada di alam andan(gak itu kan cuma suara kelinci yang ada di dalam kandang)" ucap Galah.


Dan Galih pun baru ingat, kalau mereka meletakan kelinci di ruang samping, di mana di atasnya adalah kamar mereka, tapi tadi Galih melihat sesuatu bergerak apa dong.


"Api atu adi iat uwatu el delat(tapi aku tadi liat sesuatu bergerak)" ucap Galih.


"Gak ada apa-apa kok" ucap kak Dev membuka jendela dan melihat ke arah luar.


"Api atu adi tu iat tat(tapi aku tadi tuh liat kak)" ucap Galih bersih keras.


"Udah kak Dev mau balik ke kamar dulu mau tidur ngantuk nih" ucap kak Dev.

__ADS_1


Sedangkan Galah kembali naik ke atas ranjang dan menutup selimut sebatas dada, Galih melihat kak Dev yang masi berdiri di dekatnya.


"Ada apa sana tidur" ucap kak Dev.


"Atu atut tat(aku takut kak)" ucap Galih lagi.


Di antara keempat bocah kecil itu, Galih yang paling ceria dan Galih yang paling penakut.


"Udah sana tidur, gak ada apa-apa kok di takutin" ucap kak Dev.


Galih pun dengan terpaksa naik ke atas ranjang ikut bergabung di bawa selimut dengan sang kembaran, sedangkan kak Dev sebelum keluar ingin mematikan lampu besar tapi Galih melarangnya.


"Anan di atiin tat atu atut(jangan di matiin kak aku takut)" ucap Galih.


"Iya-iya gak, kaka kembali ke kamar ya" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap Galih.


"Alah amu da idul ya(Galah kamu udah tidur ya)" tanya Galih.


"Ia Alih(iya Galih)" ucap Galah.


"Idul to isa ayab atu ci(tidur kok bisa jawab aku sih)" ucap Galih.


"Bis amu aya ci(habis kamu nanya sih)" ucap Galah.


"Uda yo idul agi ni asi alam(udah ayo tidur lagi ini masi malam)" ucap Galah membuka kedua matanya melihat sang adik.


"Ia api anan atiin ampu ya(iya tapi jangan matiin lampu ya)" ucap Galih.


"Ia ga tot, ini atu elut ial amu ga agut agi(iya gak kok, sini aku peluk biar kamu gak takut lagi)" ucap Galah memeluk sang adik dengan erat.


"Maaci ya tat(makasih ya kak)" ucap Galih membalas pelukan sang kaka.


Kedua bocah kembar itu pun kembali tertidur setelah saling memeluk, rasa takut hilang bersamaan mereka ke alam mimpi.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....


Jangan lupa mampir di cerita Jovian dan Maura ya guys***.

__ADS_1


__ADS_2