Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Raffa Main Ke Rumah Si Kembar


__ADS_3

Sehabis makan siang Raffa tidak langsung pulang, ia kembali bersama Brian ke kantor karena ia ingin bermain ke rumah si kembar bersama dengan Brian.


"Loh kenapa sih pengen banget ketemu tuh dua bocah nakal" ucap Brian saat ini keduanya sudah berada di dalam ruangan Brian.


"Gue kangen aja sama mereka" ucap Raffa sambil tertawa.


"Ck, kangen bilang aja nanti kalian bakalan ngebuli gue lagi" ucap Brian, membuat tawa Raffa lepas.


"Kenapa loh takut" tanya Raffa.


"Gak, gue mah bisa apa kalau berdebat sama kedua ponakan nakal itu" ucap Brian semakin membuat Raffa tertawa lepas.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, membuat tawa Raffa terhenti.


"Om" sapa Raffa.


"Hey Raffa, sudah lama" tanya Nicko yang baru saja memasuki ruangan sang putra.


"Lumayan om, tadi juga habis makan siang sama Brian" ucap Raffa.


"Ada apa daddy ke ruangan aku" tanya Brian.


"Daddy mau minta berkas tadi yang di antar oleh om Leo boy sudah kamu tandatangani kan" tanya Nicko.


"Sudah dad, ini" ucap Brian menyerahkan berkas itu pada sang daddy.

__ADS_1


"Makasih boy, kalau gitu daddy ke ruangan daddy dulu" ucap Nicko.


"Raffa, om ke ruangan om dulu ya" ucap Nicko.


"Iya om" jawab Raffa.


Setelah Nicko menghilang dari balik pintu, Raffa dan Brian kembali melanjutkan obrolan mereka.


☘☘☘☘


Sementara itu di kediaman si kembar, saat ini Galih, Galah dan juga Iqbal sedang bermain pesawat remote di ha lama depan yang begitu luas.


"Alah, amu yan egan tawat ya don, to Ibal elus cih(Galah, kamu yang pegang pesawat nya dong, kok Iqbal terus sih)" ucap Galih.


Galih pun mulai menekan remote pesawatnya, lalu pesawat terbang di atas kepala sang kembaran, membuat Iqbal dan si kembar dapat melihat dari bawa sana.


"Wah tawat yaa elbang ingi(wah pesawatnya terbang tinggi)" ucap Iqbal.


Asik menerbangkan pesawat, tiba-tiba mobil sport milik Galah masuk dari pintu gerbang yang tinggi itu, lalu di susul oleh mobil sport berwarna puti, si kembar pun mengenali itu si pemilik mobil.


Galih menurunkan pesawat mengunakan remote, bersamaan Brian dan Raffa keluar dari mobil masing-masing.


"Om Laffa(om Raffa)" panggil Si kembar.


"Hey, kalian lagi apa" tanya Raffa.

__ADS_1


"Ita agi ain tawat om(kita lagi main pesawat om)" ucap Galah.


"Kok uncle gak di sapa sih" tanya Uncle Brian.


"Ucel tan da iap ali te umah(uncle kan udah tiap hari ke rumah)" ucap Galih, membuat Raffa terkekeh melihat wajah kesal sohibnya.


"Oh ia om Laffa, enalin ni eman ita ama yaa Ibal(oh iya om Raffa, kenalin ini teman kita namanya Iqbal)" ucap Galah memperkenalkan Iqbal.


"Hay Iqbal" sapa Raffa.


"Ai om Laffa (hay om Raffa)" sapa Iqbal juga.


"Yo ita asut te alam om Laffa, yo Iqbal ayo ucel(ayo kita masuk ke dalam om Raffa, ayo Iqbal ayo uncle)" ajak si kembar.


Mereka semua pun masuk ke dalam, lalu duduk di ruang tamu karena mendengar kedatangan sang adik, Ambar pun pergi menemui Brian dan Raffa yang ada di ruang tengah bersama ketiga bocah kecil itu.


"My, da om Laffa (mamy, ada om Raffa)" ucap Galih melihat sang mami memasuki ruang tamu.


"Iya sayang" ucap Ambar.


Mereka pun mengobrol, sesekali Raffa dan si kembar itu bersekutu untuk menjahili sang uncle sampai uncle Brian menjadi kesal di buatnya, hanya Iqbal yang sesekali membela uncle Brian.


Next...


Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys....

__ADS_1


__ADS_2