Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Bikin Vidio


__ADS_3

"To uma alin el tida ci, atu ga(kok cuma kalian bertiga sih, aku gak)" ucap Galih.


"Lus iapa don ya edan pe atu(terus siapa dong pegang hp aku)" ucap Galih.


"Alo aja di tini(taro aja di sini)" ucap Iqbal.


"Nan Ibal anti pe alu atu utuh(jangan Iqbal nanti hp baru aku jatuh)" ucap Galih.


"Tan isa inta agi ama ucel(kan bisa minta lagi sama uncle)" ucap Iqbal.


"Anan anti ucel da ga ua asi agi(jangan nanti uncle udah gak mau kasih lagi)" ucap Galih.


"Lus diana don(terus gimana dong)" tanya Kifli.


"Alah aja yan egan pe atu(Galah aja yang pegang hp aku)" ucap Galih.


"Atu ga ua Alih(aku gak mau Galih)" ucap Galah.


"Alian undu ini ya atu te amal tat Dep ulu(kalian tunggu sini ya aku ke kamar kak Dev dulu)" ucap Galih meletakan hp nya di atas meja.


"Amu au pain te amal tat Depk(kamu mau ngapain ke kamar kak Dev)" tanya Galah.


"Ada de(ada deh)" ucap Galih.


Galih keluar dari ruang bermain, pergi ke lantai atas di mana kamar kak Dev berada. Bocah kecil itu membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar kak Dev.


Galih melihat benda yang pernah ia liat tempo hari di kamar kak Dev, benda yang di maksud Galih adalah tripod.


Melihat ke seluruh penjuru kamar, akhirnya Galih menemukan benda itu, terletak di sudah lemari kaca, Galih langsung mengambil dan membawanya keluar dari kamar kak Dev, karena saat ini pemilik nya sedang berada di sekolah.


Galih membawa tripod itu turun ke lantai bawa, membaut mami Ambar yang melihat itu pun bertanya.


"Sayang iu buat apa?" tanya mami Ambar.


"Ni uat itit dio mi(ini buat bikin vidio mi)" ucap Galih.


"Mi atu te uan ain ulu ya(mi aku ke ruang main dulu ya)" ucap Galih.


Bocah kecil itu membawa tripod masuk ke dalam ruang bermain, membaut Galah, Iqbal dan Kifli melihat ke arah Galih yang baru saja masuk.


"Alih tu apa (Galih itu apa)" tanya Galah.


"Ni ama ya ipot(ini nama nya tripod)" ucap Galih, meletakan benda itu di depan ketiga sohibnya.


"Tu unya tat Dep ya(itu punya kak Dev ya)" tanya Galah.


"Ia ita ijam, anti alo tat Dep da ulan kola alu ita ilan(iya kita pinjam, nanti kalau kak Dev udah pulang sekolah baru kita bilang)" ucap Galih.


"Api tu ama ya uli(tapi itu nama nya nyuri)" ucap Iqbal.


"Ga Ibal ita ijam (gak Iqbal kita pinjam)" ucap Galih.


Galih mulai memasang kan tripod nya, lalu meletakan hp miliknya di sana, Galih melakukan itu karena ia pernah melihat kak Dev membuat vidio tugas sekolah.


"Ni adi tan(ini jadi kan)" ucap Galih.


"Ia ya elen(iya ya keren)" ucap Galah.


"Ia don, yo ita ulai itin dio(iya dong, ayo kita mulai bikin vidio)" ucap Galih.


"Yo(ayo)" ucap ketiga sohibnya.


Keempat bocah kecil itu pun membuat vidio singkat, seperti yang ada di tik tok, entah gaya apa yang mereka peragakan, tapi hanya Galih yang berjoget di sana, yang lain seperti bersilat.


☘☘☘☘


Di sisi lain Melodi datang ke kantor Raffa, karena sudah beberapa hari ini Raffa sangat susah di hubungin.


Melodi melangkah masuk ke dalam kantor Mahendra dengan gaya angkuhnya, merasa sudah seperti orang biasa.

__ADS_1


"Selamat siang bu" ucap karyawan yang berpas pasan dengannya.


Tapi Melodi hanya memandang mereka dengan biasa saja, seolah-oleh pada karyawan gak selewel dengannya.


Melodi masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai atas, di mana ruangan Raffa berada.


Ting...


Melodi keluar dari lift dengan gaya angkuhnya, membuat sekertaris Raffa melihat ke arah Melodi.


"Selamat siang bu, maaf pak Raffa sedang tidak bisa di ganggu saat ini" ucap sekertaris Raffa.


"Kamu siapa yang a melarang saya?" tanya Melodi.


"Maaf bu tapi ini perintah dari pak Raffa langsung bu" ucap sekertaris Raffa.


"Gak ada yang bisa melarang saya buat ketemu sama calon suami saya" ucap Melodi dengan bangga.


Terlihat sekertaris Raffa menghela nafasnya kasar, memang susah berdebat dengan wanita yang ada di depan nya saat ini.


Melodi memaksa masuk ke ruangan Raffa, Raffa yang sedang sibuk dengan kerjaan nya pun melihat ke arah pintu yang terbuka.


Raffa melihat wanita yang ia hindari beberapa hari ini masuk ke dalam ruangan kerjanya, Raffa kembali melihat berkas yang sedang ia kerjakan itu.


"Beb, kok kamu gak pernah mau angkat telpon dari aku?" tanya Melodi.


"Aku lagi sibuk" ucap Raffa.


"Sibuk jalan-jalan sama teman-teman kamu" ucap Melodi.


Raffa melihat ke arah melodi, kata-kata Melodi barusan membuat Raffa naik darah, ingin sekali mencekik wanita yang berdiri di hadapannya sekarang.


"Memangnya kenapa kalau aku jalan sama teman-teman aku, itu bukan urusan kamu" ucap Raffa marah.


"Ya jelas lah itu urusan aku, aku kan pacar kamu" ucap Melodi dengan bangga mengatakan kata pacar.


"Iya aku kan pacar kamu" ucap Melodi dengan bangga.


"Kalau gitu mulai detik ini kita putus dan kamu bukan lagi pacar saya oke" ucap Raffa, membaut Melodi melotot kaget mendengar apa yang di kata akan oleh Raffa barusan.


"Beb kamu bercanda ya?" tanya Melodi.


"Saya gak bercanda, sekarang kamu bukan lagi pacar saya, dan kamu keluar dari kantor ini" ucap Raffa, karena ia juga melihat Melodi punya pria lain selain Raffa.


"Beb, ak.." belum sempat Melodi bersua, Raffa sudah menebaknya untuk keluar.


"Stop, kamu keluar dari kantor saya sekarang" bentak Raffa dengan kilat marah.


Membuat Melodi ketakutan, dan dengan cepat keluar dari ruangan Raffa, sekertaris Raffa melihat Melodi sekilas lalu kembali melihat ke arah lap top miliknya.


"Sial, gue gak akan lepasin loh Raffa" ucap Melodi seorang diri masuk ke dalam lift.


Melodi pergi ke kafe setelah janjian dengan ketiga temannya, ia akan memikirkan rencana akan bertemu dengan Raffa lagi, karena ia sudah bermimpi menjadi nyonya Mahendra, semenjak berpacaran dengan Raffa.


Di dalam ruangannya Raffa kembali mengingat gadis kecil nya yang sampai saat ini belum ketemu, pikiran Raffa lalu mengarah ke arah Melatih yang ia tolong di puncak beberapa hari lalu.


"Apa itu kamu, tapi aku rasa gak mungkin" ucap Raffa seorang diri.


Raffa melihat berkas yanga ada di atas meja, Raffa sudah tidak ada semangat bekerja lagi setelah kedatangan Melodi tadi.


Raffa menyambar kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya, Raffa mengatakan pada sekertaris, kalau ia akan keluar sebentar. Tujuan Raffa saat ini adalah kantor Brian.


☘☘☘☘


Sudah banyak vidio yang di buat oleh keempat bocah kecil itu, dan tak ada satu pun vidio yang bagus.


"Idio ya elet mua ga ada yan adus(vidio nya jelek semua gak ada yang bagus)" ucap Galih.


"Alian ci ga ua dodet(kalian sih gak mau joget)" ucap Galih.

__ADS_1


"Ita ga au dodet(kita gak mau joget)" ucap Galah.


Clekk...


Eyang Nisa membuka pintu ruangan main si kembar, keempat bocah kecil itu melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Eyan(eyang)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Sayang kalian di sini eyang cariin juga" ucap eyang Nisa.


"Da apa eyan(ada apa eyang)" tanya Galih.


"Ayo kita makan soto eyang baru aja selesai bikin soto masi panas-panas loh" ucap eyang Nisa.


"Yo ais ita atan oto(ayo guys kita makan soto)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu pun mengikuti eyang nisa ke ruang makan, dan benar saja di sana kakek Nicko sudah melahap soto buatan sang istri.


"Akek da atan oto ya(kakek udah makan soto ya)" tanya Galih.


"Iya boy, ayo duduk sini, kita makan soto bareng" ucap kakek Nicko.


Si kembar dan kedua sahabatnya pun duduk di dekat kakek Nicko, bunda Nisa sudah menyiapkan soto di mangkuk yang sudah di siapkan di sana.


"Wa ada aso ya uga(wah ada bakso nya juga)" ucap Galih.


"Ia ni da elul ya uga(iya nih ada telur nya juga)" ucap Galah menunjuk telur rebus.


"Eyan ama atu elul ya atu ya(eyang sama aku telur nya satu ya)" ucap Galah.


"Alo ama atu ua ya eyan(kalau sama aku dua ya eyang)" ucap Galih.


Selesai menyiapkan soto keempat bocah kecil itu, eyang Nisa juga menyiapkan soto untuk nya.


"Ayo kita makan, jangan lupa berdoa dulu ya" ucap eyang Nisa.


Selesai berdoa, si kembar dan kedua sahabatnya pun mulai melahap soto nya.


"Pelan-pelan boy, panas" ucap kakek Nicko.


"Ia kek" ucap Galah.


"Enat anet eyan aso ya uga(enak banget eyang baksonya juga)" ucap Galih.


"Ia enat(iya enak)" ucap Iqbal.


Eyang Nisa tersenyum melihat keempat bocah kecil itu, apa lagi si kembar yang sangat lahap memakan sotonya.


"Eyan atu inta elul agi don(eyang aku minta telur lagi dong)" ucap Galih.


"Elul amu da abis ya Alih(telur kamu sudah habis ya Galih)" tanya Galah.


"Ia da abis da atu atan mua(iya udah habis udah aku makan semua)" ucap Galih.


"Siniin sayang mangkuk nya" ucap eyang Nisa.


"Ua agi ya eyan(dua lagi ya eyang)" ucap Galih.


Galih memang suka nambah kalau dia makan yang ia rasa enak, bocah kecil itu pasti akan nambah terus sampai perutnya kenyang.


"Sayang mau tamba bakso lagi gak?" tanya eyang pada Iqbal dan Kifli.


"Ditit aja eyan, ia eyan ditit aja(dikit aja eyang, iya eyang dikit aja)" ucap Iqbal dan Kifli.


Eyang Nisa lalu menambah bakso ke mangkuk Iqbal dan Kifli, lalu kedua bocah kecil itu kembali melahap soto mereka.


Next...


Jangan lupa Like, komen sama Vote ya guys...

__ADS_1


__ADS_2