
Kedua bocah kembar itu melihat kak Dev hanya mengambil beberapa es krim saja lalu menaruh ke dalam troli.
"Tat to bil ya uma ditit ci, asi anyar don(kak kok ambilnya cuma sedikit sih, kasi banyak dong)" ucap Galih.
"Udah ini udah cukup, ini juga udah banyak kok" ucap kak Dev.
"Ayat apa ni tan uma epulu(banyak apa ini kan cuma sepulu)" ucap Galah.
"Ia itit anet(iya dikit banget)" ucap Galih juga.
"Kalian ini" ucap kak Dev.
"Alo au atil ita anan elit-elit tat(kalau mau traktir kita jangan pelit-pelit kak)" ucap Galih, yang mendapat anggukan kepala dari sang kembaran.
"Udah ayo kita liat cemilan lain" ajak kak Dev.
"Ni et tim ya da ukup tat(ini es krim nya udah cukup kak)" tanya Galih.
"Iya" ucap kak Dev.
"Itit anet(dikit banget)" ucap Galih.
"Ini tat ial ita aja yan olon roli(sini kak biar kita yang dorong troli)" ucap Galah.
"Ini tapi pelan-pelan ya" ucap kak Dev.
"Ia tat(iya kak)" ucap kedua bocah kembar itu.
Si kembar mendorong troli dengan pelan mengikuti kak Dev, berjalan menuju rak cemilan.
Kak Dev mengambil beberapa macam cemilan di rak, lalu menaruh ke dalam troli yang di dorong oleh si kembar.
"Ita ga di awalin ni tat(kita gak di tawarin nih kak)" tanya Galih.
"Kalian pengen cemilan apa?" tanya kak Dev.
"Ita enen entan dolen tat(kita pengen kentang goreng kak)" ucap Galah.
"Ia ita enen entan dolen(iya kita pengen kentang goreng)" ucap Galih.
"Ambil deh dua" ucap kak Dev.
"To ua ci tat empa don tan ama Ibal ama Ipli uga(kok dua sih kak empat dong kan sama Iqbal dan Kifli juga)" ucap Galih.
"Iya deh ambil empat" ucap kak Dev.
"Ima aja ya tat, uat stot(lima aja ya kak, buat stok)" ucap Galih.
"Iya-iya ambil deh" ucap kak Dev, dari pada berdebat dengan kedua bocah kembar itu.
"Alah bil ayat aja(Galah ambil banyak aja)" ucap Galih.
"Anan anti tat Dep arah agi(jangan nanti kak Dev marah)" ucap Galah.
"Iam ama tat Dep(diam sama kak Dev)" ucap Galih.
"Ia de(iya deh)" ucap Galah.
Galah mengambil kentang goreng banyak dan memasukan ke dalam troli dorong, membaut kak Dev gak tau. Karena saat ini kak Dev sedang asik dengan ponsel miliknya.
"Setelah mengambil banyak kentang goreng bungkusan besar-besar, si kembar langsung mengajak kak Dev ke kasir, untuk membayar belanjaan mereka.
Si kembar kembali mendorong troli ke arah meja kasir, membuat semau pengunjung pusat perbelanjaan itu melihat ke arah dua bocah kembar itu.
"Aduh kembar, lucu lagi" ucap seorang ibu-ibu.
"Iya jadi pengen cubit dan bawa pulang deh" ucap ibu-ibu yang lain.
"Man ita alan apa(emang kita barang apa)" ucap Galih yang mendengar perkataan ibu-ibu itu.
"Tat ita au ayal(kak kita mau bayar)" ucap Galih dari balik meja kasir.
__ADS_1
Seorang penjaga kasir melihat ke sana, kemari tapi tak menemukan suara barusan. Sedangkan si kembar yang berdiri di bali troli saling pandang lalu melihat ke arah si penjaga kasir.
"Aya ya tat tu ga iat ita de(kayak nya kaka itu gak liat kita deh)" ucap Galah.
"Ia amu agil aja agi(iya kamu panggil aja lagi)" ucap Galih.
"Tat, iat ini don(kak, liat sini dong)" ucap Galah.
Si penjaga kasir melihat ke arah troli yang berjalan sendiri di dorong oleh Galih, lalu melihat kedua bocah kecil itu di sana.
"Ternyata kalian" ucap si penjaga kasir.
"Ita au ayal tat(kita mau bayar kak)" ucap Galah.
"Ini belanjaan kalian?" tanya si penjaga kasir.
"Ia la tat(iya lah kak)" ucap Galah.
"Kalian sama siapa ke sini" tanya si penjaga kasir lagi.
"Ama tat Dep(sama kak Dev)" ucap Galih, menunjuk ke arah kak Dev yang asik dengan ponsel miliknya.
"Tat Dep ala ain pe(kak Dev mala main hp)" ucap Galah.
"Ia ita tan da au ayal (iya kita kan udah mau bayar)" ucap Galih.
Sedangkan si penjaga kasir menjumlah belanjaan mereka sambil melihat kedua bocah kembar itu, yang sedari tadi berceloteh tampa henti.
"Sudah dek totalnya 1 juta 200 ribu" ucap si penjaga kasir.
"Etal ya tat ita agil tat Dep ulu(bentar ya kak kita panggil kak Dev dulu)" ucap Galih.
"Iya dek" ucap si penjaga kasir.
Kedua bocah kembar itu mendekat ke arah kak Dev yang sedang sibuk dengan ponsel miliknya.
"Tat, uluan ayal(kak, buruan bayar)" ucap Galah.
Si kembar pun kembali ke arah kasir, dan memberikan uang yang di kasih kak Dev tadi pada penjaga kasir.
"Dek uang nya gak cukup" ucap si penjaga kasir.
"Ga utup, etal ita inta agi ama tat Dep(gak cukup, bentar kita minta lagi sama kak Dev)" ucap Galah.
Galah kembali lagi meminta uang pada kak Dev, sedangkan Galih sudah menunggu di dekat troli kosong.
"Tat ga utup uan ya, amba agi(kak gak cukup uang nya, tamba lagi)" ucap Galah.
Kak Dev melihat ke arah Galah, sedangkan uang yang ia kasih tadi sudah 500 ribu.
"Kok gak cukup sih, kan belanjaan sedikit aja" ucap kak Dev.
"Ga utup tat, tu iat anjaan ita ayat(gak cukup kak, tuh lia belanjaan kita banyak)" ucap Galah menunjuk kea arah tas belanjaan.
Kak Dev melotot kaget melihat tiga tas plastik besar berisikan belanjaan mereka, kak Dev baru sadar kalau si kembar mengambil banyak cemilan ternyata.
"Tat to enon ci, yo ayal(kak kok bengong sih, ayo bayar" ucap Galah.
Kak Dev pun berjalan ke arah kasir, dan memberikan kartu tampa limit miliknya, sedangkan si kembar masi berdiri di dekat troli.
"Makasih ya kak" ucap penjaga kasir.
"Ayo kita pulang" ajak kak Dev.
Si kembar pun ikut berjalan dengan kak Dev, kak Dev sudah seperti pengangkat barang membawa tiga plastik besar.
"Tat elat ya(kak berat ya)" tanya Galih.
"Gak kok" ucap kak Dev.
Setibanya di parkiran, kak Dev membuka mobil dan meletakan plastik berisi belanjaan mereka ke kursi belakang.
__ADS_1
"Ayo masuk, kita ke rumah sahabat kalian" ajak kak Dev.
"Ote tat(oke kak)" ucap kedua bocah kembar itu.
Si kembar dan kak Dev pun masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari parkiran mall.
Galih yang sekarang duduk si kursi belakang, langsung membuka satu plastik yang berisi kentang goreng.
"Alih amu da atan ya(Galih kamu udah makan ya)" tanya Galah, yang sekarang duduk di depan.
"Ia bis atu ga aan ci iat etan dolen(iya habis aku gak tahan sih liat kentang goreng)" ucap Galih.
Sedangkan kak Dev hanya menggeleng kepala melihat tingkah bocah kecil itu, apa lagi kalau Galah sudah ikut-ikutan.
"Alih atu inta don(Galih aku minta dong)" ucap Galah dari kursi depan.
"Ana anan amu(mana tangan kamu)" ucap Galih.
"Ni amu uta aja atu ya(ini kamu buka aja satu ya)" ucap Galih memberikan sebungkus kentang goreng.
"Kalian udah makan, terus kaka gimana?" tanya kak Dev.
"Uda tat Dep okus etil aja(udah kak Dev fokus nyetir aja)" ucap Galih dari kursi belakang.
"Kalian ini" ucap kak Dev.
"Tun aja ita bil emilan ayat ya Alah(untung aja kita ambil cemilan banyak ya Galah)" ucap Galih sambil memakan kentang goreng nya.
"Ia adi ita isa atan uas de(iya jadi kita bisa makan puas deh)" ucap Galah.
Mobil yang di kendarai oleh kak Dev memasuki gang menuju rumah Iqbal dan Kifli, Galih melihat sang sahabat baru saja keluar dari salah satu warung.
"Tat top, tu ibal(kak stop, itu Iqbal)" ucap Galih menunjuk ke arah Iqbal.
"Ia tu Ibal(iya itu Iqbal)" ucap Galah.
Galih membuka jendela mobil dan memanggil Iqbal, Iqbal yang di panggil oleh sang sahabat pun mendekat sambil membawa sesuatu.
"Ibal amu ali ana(Iqbal kamu dari mana)" tanya Galih.
"Atu bis eli elul ni(aku habis beli telur ni)" ucap Iqbal.
"Yo asut ita atal amu(ayo masuk kita antar kamu)" ajak Galah.
Iqbal pun langsung masuk ke dalam mobil sport milik Galah, dan mobil kembali berjalan ke arah rumah Iqbal.
"Alian ali ana(kalian dari mana)" tanya Iqbal.
"Ita bis ali ol, alian ci ga ain te uma dini tan ita te ol(kita habis dari mall, kalian sih gak main ke rumah gini kan kita ke mall)" ucap Galah.
"Ni Bal etan dolen (nih Bal kentang goreng)" ucap Galih.
"Maaci ya(makasih ya)" ucap Iqbal.
"Atu ama Ipli anti au ain esot te uma alian(aku sama Kifli nanti mau main besok ke rumah kalian)" ucap Iqbal.
"Ipli agi pain(Kifli lagi ngapain)" tanya Galah.
"Ipli agi tuin bapa ya di uma(Kifli lagi bantuin baik nya di rumah)" ucap Iqbal.
Tak lama kemudian mobil yang di kendari oleh kak Dev tiba di depan rumah Iqbal, ketiga bocah kecil itu lalu keluar, di susul olah kak Dev juga membawa tas berisi belanjaan.
"Ita au atan milin di tini(kita mau makan cemilan di sini)" ucap Galih.
"Ia yo asut, atu atel elul ulu ya ama nenet(iya ayo masuk, aku anter telur dulu ya sama nenek)" ucap Iqbal.
"Ia, epat alit ya ita agil Ipli uga(iya, vepat balik ya kita panggil Kifli juga)" ucap Galih.
Iqbal pun pergi ke dapur mengantar telur yang ia beli pada sang nenek.
Next...
__ADS_1
Like, komen sama Vote ya...