
Di kembar saat ini sedang menunggu kedatangan sang sahabat di depan gerbang, tepatnya di dekat pos satpam.
"Du Ibal ama Ipli ama anet ci(aduh Iqbal sama Kifli lama banget sih)" ucap Galih melihat keluar gerbang.
Sedangkan Galah masuk dan duduk di dekat pak satpam, membiarkan sang kembaran yang mengoceh sedari tadi.
"Den ngapain sih di sini" tanya pak satpam.
"Ita agi ungu abat ita pa(kita lagi nunggu sahabat kita pak)" ucap Galih.
Galih melihat lagi keluar gerbang, dan melihat Iqbal dan Kifli sedang menyeberangi jalan bersama kakek Iqbal, Galih dengan cepat memanggil kedua sahabatnya itu.
"Ibal, Ipli(Iqbal, Kifli)" panggil Galih.
"Alih, amu pain di tini(Galih kamu ngapain di sini)" tanya Iqbal.
"Atu ama Alah agi ungu alian, yo asut ayo tet(aku sama Galah lagi nunggu kalian, ayo masuk, ayo kek)" ajak Galih.
"Makasih ya nak" ucap kakek dan langsung pergi ke halaman belakang untuk berkebun.
Sedangkan Iqbal dan Kifli bersama si kembar berjalan ke arah ayunan yang ada di samping.
"Ipli, Ibal ini de atu au elita (Kifli, Iqbal sini deh aku mau cerita)" ucap Galih.
"Au lita apa(mau cerita apa?)" tanya Iqbal.
"Atu emalam iat antu, di edela amal ita(aku semalam liat hantu, di jendela kamar kita)" ucap Galih.
"Antu, man amu isa iat antu(hantu, emang kamu bisa liat hantu)" tanya Iqbal.
"Ia antu ya oyan-oyan dini(iya hantu nya goyang-goyang gini)" ucap Galih sambil memperagakan apa yang ia liat semalam.
"Amu ala iat ali(kamu salah liat kal)" ucap Kifli.
"Ih enal, atu iat dili(ih benar, aku liat sendiri)" ucap Galih.
"Eman enal Alah(emang benar Galah)" tanya Iqbal pada Galah yang sedari tadi diam mendengarkan sang kembaran berceloteh.
"Atu ga iat, ata ya Alih iat(aku gak liat, kata nya Galih yang liat)" ucap Galah.
"Alih ata akek atu ita ga isa iat antu, uma antu ya isa iat ita(Galih kata kakek aku kita gak bisa liat hantu, cuma hantu yang bisa liat kita)" ucap Iqbal.
__ADS_1
"Api atu emalam iat to antu ya(tapi aku semalam liat kok hantunya)" ucap Galih.
"Uda yo ita iat inci aja(udah ayo kita liat kelinci aja)" ajak Galah menyudahi celotehan sang kembaran.
"Yo(ayo)" ajak ketiga sohibnya.
Keempat bocah kecil itu pun pergi melihat kelinci peliharaan mereka, kandang yang kemari mereka taruh di samping sekarang berpindah tempat.
"Lo tot andan inci ya inda ci(loh kok kandang kelincinya pindah sih)" tanya ucap Galih.
"Ia inda emalin tan ita alu di ini(iya pindah kemarin kan kita taruh di sini)" ucap Galah.
Para bocah kecil itu melihat kandang kelinci yang sudah terbuka, dan melihat kelinci yang hanya tinggal tiga saja, yang satunya sudah hilang.
"Alah inci amu ga ada(Galah kelinci kamu gak ada)" ucap Galih.
"Tot isa ci(kok bisa sih)" ucap Galah.
"Inci atu ana ya(kelinci aku mana ya)" ucap Galah hampir menangis karena kelinci miliknya gak ada.
"Abal ya anan agis, yo ita ali aleng(sabar ya jangan nangis, ayo kita cari bareng)" ajak Iqbal.
Keempat bocah kecil itu mencari kelinci Galah yang menghilang, di semua sudah di cari oleh keempat bocah kecil itu, bahkan sampai di taman di mana kakek Iqbal sedang berkebun.
"Akek, akek ga iat inci ya(kakek, kakek gak liat kelinci ya)" tanya Galah.
"Tadi kakek liat lari ke sana nak, yang warnah puti itu kan" ucap kakek.
"Ia te tu inci atu(iya kek itu kelinci aku)" ucap Galah.
"Yo ita iat te ana(ayo kita liat ke sana)" ajak Galih.
Keempat bocah kecil itu pun mencari ke arah yang di tunjuk oleh kakek, dan benar saja mereka melihat seekor kunci sedang memakan rerumputan di balik pot bunga besar.
Galih mengisyaratkan untuk jangan berisik, mereka akan menangkap kelincinya dengan diam-diam.
"Syut iam anan icit ya anti inci ya abul(syut diam jangan berisik ya nanti kelincinya kabur)" ucap Galih.
Dengan pelan Galih mengedap-gedap menangkap kelinci itu, tapi kelinci itu malah kabur dengan cepat.
"Ya abul inci ya(yah kabur kelinci nya)" ucap Galih.
__ADS_1
"Yo ita edal agi(ayo kita kejar lagi)" ajak Iqbal.
Keempat bocah kecil itu pun mengejar kelinci yang kabur itu, dari balik jendela dapur mami Ambar melihat keempat bocah kecil itu yang sedang kejar-kejaran.
Mami Ambar pun keluar dari dapur, lalu berjalan ke arah taman belakang, mami Ambar melihat si kembar dan temannya sedang mengejar seekor kelinci.
"Sayang kenapa" tanya mami Ambar.
"Inci Alah abul mi(kelinci Galah kabur mi)" ucap Galih.
"Kok bisa sayang" tanya mami Ambar.
"Ia mi adi andan inci ya da ebuta(iya mi tadi kandang kelinci nya udah kebuka)" ucap Galih.
"Mi ita edal inci ulu ya(mi kita kejar kelinci dulu ya)" ucap Galih.
"Hati-hati nanti jatuh sayang" ucap mami Ambar.
"Ayo alian ali ana ya, atu ali ini ial inci ya gaisa abul agi(ayo kalian dari san ya, aku dari sini biar kelinci nya gak kabur lagi)" ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu pun membentuk lingkaran, sedangkan kelinci berada di tenga-tengah mereka.
"Elan-elan ya(pelan-pelan ya)" ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu pun dengan pelan mendekat dan langsung menangkap kelinci itu, kelinci pun berhasil di tangkap oleh Iqbal.
"Oleh inci ya etantap(hore kelinci nya ke tangkap)" ucap Galih.
Galah pun mengambil kelincinya dari tangan Iqbal, mereka lalu membawa kelincinya kembali ke kandang, di mana para sahabatnya juga berada di sana.
"Amu anan abul agi ya inci(kamu jangan Kabir lagi ya kelinci)" ucap Galah.
Gali, Iqbal dan Kifli mengeluarkan kelinci mereka dari dalam kandang, lalu memberikan makan kelinci-kelinci itu memakan wortel nya dengan lahap, selesai memberikan kelinci peliharaan mereka makan, keempat bocah kecil itu kembali memasukan kelinci itu kedalam kandang.
"Alian iam di alam andan ya anan abul agi(kalian diam di dalam kandang ya jangan kabur lagi)" ucap Galah.
Keempat bocah kecil itu meletakan kembali kandang kelincinya di tempat semula, tak lupa juga keempat bocah kecil itu mengunci rapat-rapat kandang kelinci, sebelum pergi dari sana.
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....
__ADS_1