
Mobil kak Dev memasuki gerbang rumah besar sang kaka sepupu, tapi kedua bocah kembar yang ada di dalam mobil tiba-tiba histeris melihat ke luar jendela mobil.
"Wa arah ni, ucel Blian ama ucel Alven da ait tuda itu luan(wah parah nih, uncle Brian sama uncle Marvel udah naik kuda kita duluan)" ucap Galih tak sabar ingin segera turun dari dalam mobil.
"Epat tat atil obil ya, ita au ulun ni(cepat kak parkir mobilnya, kita mau turun ni)" ucap Galih.
"Ia tat cepat(iya kak cepat)" ucap Galah juga.
"Abal ya Alah, Alih(sabar ya Galah, Galih)" ucap Iqbal menenangkan si kembar.
Setelah memikirkan mobilnya, kak Dev pun melihat si kembar dan kedua sahabatnya itu bergantian.
"Udah, silahkan turun ya, pelan-pelan aja nanti jatuh," ucap kak Dev.
Si kembar dengan cepat turun dari mobil dan pergi ke halaman, untuk melihat kedua uncle mereka yang sedang menumpangi kuda milik mereka.
"Ucel(uncle)" panggil si kembar dari tengah-tengah lapangan, membuat ucnle Brian dan uncle Marvel melihat ke asal suara.
"Hey, kalian udah pulang ya," ucap uncle Brian santai.
Sedangkan kedua wajah si kembar sudah masem tak berbentuk, karena kuda mereka sudah di naikin oleh kedua uncle mereka.
Dengan santai uncle Brian dan uncle Marvel membawa kuda yang mereka naikin, mendekati keempat bocah kecil itu.
"Ucel to tuda ita di ait ci, ita tan lum ait luan(uncle kok kuda kita di naik sih, kan kita belum naik duluan)" tanya Galih dengan raut wajah kesal melihat kedua uncle mereka.
"Hehehe,, pinjam boy, kan kalian lagi keluar juga," ucap uncle Marvel santai. semakin membuat wajah kedua bocah kembar itu kesal.
__ADS_1
"Api ita tan ga idin ucel(tapi kita kan gak ijin)" ucap Galah dengan tatapan tajam nya.
Uncle Brian dan uncle Marvel saling pandang, lalu tertawa melihat si kembar, membuat kedua bocah kembar itu jadi bertambah kesal saja.
"Sabar bro, kita bisa main bersama oke," ucap uncle Brian sambil terkekeh geli melihat wajah kedua ponakan nya itu.
"Ita ga ua ucel, ita agi arah ni anan eltanda(gak mau uncle, kita lagi marah nih jangan bercanda)" ucap Galih.
"Gak siapa yang bercanda sih," ucap uncle Brian.
"Alah yo ita apol ama akek, ial ucel di etat ali antol(Galah ayo kita lapor sama kakek, biar uncle di pecat dari kantor)" ucap Galih, membuat uncle Brian dan uncle Marvel melengos.
"Ia yo, yo ais(iya ayo, ayo guys)" ajak Galah juga.
Keempat bocah kecil itu berlalu dari hadapan kuda yang di tumpangi oleh uncle Brian dan uncle Marvel, uncle Brian kembali memanggil si kembar tapi tak di dengarkan oleh kedua ponakan nya itu, malah terus berjalan dan melambai tangan seolah engan melihat ke belakang.
"Kaya loh lah waktu kecil," ucap uncle Brian sambil terkekeh geli melihat wajah sohibnya itu.
"Lo juga," ucap uncle Marvel.
Si kembar dan kedua sahabatnya masuk ke dalam rumah, keempat bocah kecil itu mencari keberadaan sang kakek.
"Boy, sudah pulang?" tanya papi Gilang melihat keempat bocah kecil itu.
Bukan menjawab pertanyaan sang papi, si kembar mala sibuk menanyakan keberadaan sang kakek.
"Ia om ita da ulan(iya om kita udah pulang)" jawab Iqbal.
__ADS_1
"Pi, akek ana pi(pi, kakek mana pi)" tanya Galih.
"Ada tuh lagi main catur di halaman belakang sama," ucap papi Gilang.
"Yo ais ita apol akek(ayo guys kita lapor kakek)" ajak Galih.
"Memangnya ada apa boy?" tanya papi Gilang.
"Ucel Blian ama ucel Alvel da ait tuda ita ga idin pi(uncle Brian sama uncle Marvel udah naik kuda kita gak ijin pi)" ucap Galih.
"Yo ais(ayo guys)" ajak Galih lagi.
Keempat bocah kecil itu berlalu dari hadapan papi Gilang yang masi berdiri dengan diam, tak lama kemudian mami Ambar datang menghampiri sang suami.
"Sayang, ada apa?" tanya mami Ambar.
"Anak-anak sayang, kesal sama uncle mereka," ucap papi Gilang.
Di taman belakang si kembar dan kedua sahabatnya melihat kakek Nicko, kakek Reza dan kakek Leo sedang asik bermain catur sambil ngopi.
"Akek(kakek)" panggil si kembar.
Membuat ketiga pria paru baya itu melihat ke asal suara, si kembar berlari terlebih dahulu agar bisa cepat sampai di dekat kakek mereka.
"Ada apa boy?" tanya kakek Reza.
"Ita au apol ke(kita mau lapor kek)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari Galah sang kembaran.
__ADS_1