Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Kata Si Kembar Nenek Sihir


__ADS_3

Kak Dev membongkar semau belanjaan mereka, dan meletakan di atas meja kecil, sedangkan Iqbal dan Galah pergi memanggil Kifli, Galih berada di dalam melihat nenek Iqbal yang sedang memasak telur.


"Net, tu uma di olen aja ya(nek, itu cuma di goreng aja ya)" tanya Galih duduk di bangku kecil sambil memakan kentang goreng.


"Iya nak, Iqbal suka banget sama telur goreng" ucap nenek Iqbal.


"Ia atu ama Alah uga uka anet ama elul dolen, apa agi ate ecap(iya aku sama Galah juga suka banget sama telur goreng, apa lagi pake kecap)" ucap Galih.


Nenek Iqbal tersenyum melihat bocah kecil itu berceloteh sambil memakan kentang goreng nya.


"Net, akek di ama to ga ada(nek, kakek di mana kok gak ada)" tanya Galih.


"Kakek barusan ke rumah Galih, berkebun lagi ini kan udah seminggu jadi jadwalnya kakek berkebun" ucap nenek melihat bocah kecil itu.


"Net, tu apa (nek, itu apa)" tanya Galih menunjuk sesuatu di huk rumah.


"Itu tikus nak, di rumah kita banyak tikus" ucap nenek Iqbal.


"Aaaa ikus, lus ikus ya ga didit net(Aa tikus, terus tikusnya gak gigit nek)" tanya Galih.


"Gak kok nak, tikus di sini cuma berkeliaran aja cari makan" ucap nenek Iqbal.


"Ukul de alo ikus ya ga idit (syukur deh kalau gak gigit)" ucap Galih.


"Galih mau makan? tapi cuma ada sayur kangkung sama telur dan nasi" ucap nenek Iqbal.


"Atu atan ni ulu net, anti atan alen yan ain aja(aku makan ini dulu nek, nanti makan bareng yang lain aja)" ucap Galih.


"Ya sudah" ucap nenek Iqbal kembali membersihkan alat-alat masak.


"Alih amu ita aliin di tini(Galih kamu kita cariin di sini)" ucap Galah, ternyata bocah kecil itu sudah kembali bersama Iqbal.


"Ia atu agi iat nenet asat (ia aku lagi liat nenek masak)" ucap Galih, sambil mengunyah kentang goreng nya.


"Yo ita atan et tim, tat Dep da agil ita(ayo kita makan es krim, kak Dev udah manggil kita)" ucap Galah mengajak sang kembaran.


Gali pun turun dari atas bangku kecil, dan keluar dari dapur mengikuti ketiga sohibnya itu.


"Kamu habis dari mana" tanya kak Dev.


"Ali apul tat iat nenet asat (dari dapur kak liat nenek masak)" ucap Galih, lalu duduk di kursi dekat kak Dev.


Sedangkan Iqbal, Galah dan Kifli duduk di bangku yang bersebelahan dengan kak Dev dan juga Galih.


Galih meletakan bungkusan kentang goreng yang tadi ia makan, lalu bocah kecil itu mengambil satu bungkus es krim dan memberikan pada kak Dev.


"Tat olon uka don(kak tolong buka dong)" ucap Galih memberikan sebungkus es krim.


"Ama ita uga ya tat(sama kita juga ya kak)" ucap Galah.


"Iya sabar kaka buka punya Galih dulu ya" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap ketiga bocah kecil itu.


Selesai membuka es krim punya Galih, Kak Dev lanjut membuka es krim punya Galah, Iqbal dan Kifli. Galih sudah terlihat menikmati es krim miliknya, baru makan aja bibir bocah kecil itu sudah belepotan dengan coklat es krim.

__ADS_1


"Alu atan et tim aja Alih ada emon(baru makan es krim aja Galih udah cemong)" ucap Galah, memakan es krim miliknya dengan hati-hati berbeda dengan sang kembaran.


Galah melihat ada tiga anak kecil yang hendak lewat dari depan mereka, Galah memanggil ketiga anak kecil itu, anak kecil itu lalu mendekat.


"Ada apa agil ita ta(ada apa panggil kita ka)" tanya anak kecil yang satunya.


"Alian au te ana(kalian mau ke mana)" tanya Galah.


"Ita au ain di ana(kita mau main di sana)" ucap salah satu anak laki-laki.


"Ni et tim uat alian, ama milan(ini es krim buat kalian, sama cemilan)" ucap Galah memberikan es krim satu persatu untuk ke tiga anak laki-laki itu.


Ketiga mata anak kecil itu terlihat senang karena mendapat es krim dari Galah.


"Ni abil to enon ci(ini ambil kok bengong sih)" ucap Galah.


"Ia bil aja(iya ambil aja)" ucap Galih juga, yang mendapat anggukan dari Iqbal dan Kifli.


"Maaci ya tat(makasih ya kak)" ucap ketiga anak laki-laki itu.


"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap si kembar.


"Tat to ajah alian ama ci(kak kok wajah kalian sama sih)" tanya salah satu anak laki-laki.


"Ia ita tan ebal, adi ajah ita ama don(iya kita kan kembar, jadi wajah kita sama dong)" ucap Galih menjawab dengan mulut belepotan coklat es krim.


"Tat oleh inta atu agi ga uat adit atu anti ia inta agi(kak boleh minta satu lagi gak buat adik aku nanti dia minta lagi)" ucap salah satu anak laki-laki.


"Oleh, ni asi adit amu ya(boleh, ini kasih adik kamu ya)" ucap Galah, mengambil satu es krim dan satu bungkus cemilan lalu di berikan pada anak laki-laki itu.


"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap si kembar.


Ketiga anak laki-laki itu pamit kembali ke rumah, mereka tidak jadi pergi bermain karena sudah mendapatkan es krim dari si kembar.


"Kak Dev kebelet ini, kaka ke kamar mandi dulu ya" ucap kak Dev.


"Ia tat(iya kak)" ucap keempat bocah kecil itu.


Kak Dev meletakan ponsel miliknya di atas meja dekat cemilan, Galih yang duduk si sana melihat ponsel milik kak Dev bergetar, pertanda kalau panggilan masuk.


"Ais ada epon ni ali atal ya tat Dep(guys ada telpon nih dari pacarnya kak Dev)" ucap Galih melihat ketiga sohibnya.


"Antat aja Alih, ita eldain tu tewe ya tat Dep(angkat aja Galih, kita kerjain tuh cewek nya kak Dev)" ucap Galah.


Galih pun mengiyakan ucapan sang kembaran, lalu Galih mengangkat telpon itu dan tidak lupa mengaktifkan speaker hp.


"Hallo beb, kamu lama banget si bales chet aku, aku udah nunggu dari tadi tau beb" ucap seorang wanita dari seberang telpon, membuat keempat bocah kecil itu saling pandang tapi masi tetap diam mendengar ucapan wanita di balik telpon.


"Beb kok kamu diam ajak sih, kamu gak kangen aku ya sayang" ucap wanita itu lagi.


"Tat Dep ga ada, tat Dep agi alan-alan ama tewe alu(kak Dev gak ada, kak Dev lagi jalan-jalan sama cewek baru)" ucap Galih.


"Hallo siapa ini, kok suaranya kaya upin dan ipin sih" ucap wanita dari seberang telpon.


"Pa amu ilan ita pin upin, asal amu(apa kamu bilang kita ipin upin, dasar kamu)" ucap Galih kesal.

__ADS_1


"Iya ini kaya suara upin sam ipin, kaya cadel gak jelas gitu aduh Dev mana sih aku pacarnya pengen ngomong)" ucap wanita dari balik telpon.


"Uala amu uga aya nenet tiil(suara kamu juga kaya nenek sihir)" ucap Galah, membantu sang kembaran.


"Apa kamu bilang?" tanya wanita itu sudah mulai emosi.


"Nenet tiil, amu tu aya nenet tiil(nenek sihir, kamu itu kaya nenek sihir)" ucap Galih.


"Awas kalian ya" ucap wanita dari balik telpon.


"Enapa ita ga atut ama nenet tiil au(kenapa kita gak takut sama nenek sihir tau)" ucap Galah.


"Ia ita ga atut(iya aku gak takut)" ucap Galih juga.


Si kembar aduh mulut lewat telpon dengan wanita yang di kira pasti pacarnya kak Dev, wanita itu juga gak mau kalah dari seberang telpon.


"Nenet tiil, nwnet tiil(nenek akhir, nenek sihir)" ucap si kembar tak berhenti mengatakan wanita itu nenek sihir, sedangkan Iqbal dan Kifli diam saja asik memakan cemilan dan juga es krim.


Si kembar asik aduh mulut, sampai wanita itu lelah dan mematikan sambungan telpon itu.


"Ya ati(yah mati)" ucap Galih melihat layar ponsel, karena suara wanita itu sudah berhenti.


"Asti nenet tiil tu ga isa de el ebat ama ita(pasti nenek sihir itu gak bisa deh berdebat sama kita)" ucap Galih, dan kembali meletakan ponsel milik kak Dev di atas meja.


Kak Dev keluar dari kamar mandi, kembali bergabung bersama keempat bocah kecil itu lagi.


Kak Dev melihat si kembar bergantian, membuat si kembar menatap kak Dev kesal.


"Kenapa kok liat kaka gitu banget?" tanya kak Dev.


"Ebal bis adu ulut ama atal ya tat Dep di epon(kembar habis aduh mulut sama pacar nya kak Dev di telpon)" ucap Iqbal, melihat kak Dev.


Membaut kak Dev menatap si kembar tak percaya, kak Dev lalu dengan cepat mengambil ponsel miliknya dan melihat panggilan masuk.


Dan benar saja sang kekasih telpon dan durasi panggilannya selama 5 menit, berarti si kembar cukup lama ngomong sama Firlia pacarnya kak Dev.


"Ali atal to nenet tiil(cari pacar kok nenek sihir)" ucap Galih.


Membuat kak Dev melotot kaget mendengar perkataan Galih.


"Kok pacar kaka di bilang nenek sihir sih)" tanya kak Dev.


"Ia la, bis uala ya aya nenet tiil(iya lah, habis suaranya kaya nenek sihir)" ucap Galah menatap kak Dev.


"Kalian ini" ucap kak Dev.


"Tat au ga ita aliin atal alu(kak mau gak kita cariin pacar baru)" ucap Galih, membuat kak Dev melihat ke arah bocah kecil itu.


"Kalian masi kecil udah tau pacaran" ucap kak Dev.


"Ita eliut ni tat, au ga(kita serius nih kak, mau gak)" tanya Galih lagi.


"Terserah kalian deh" ucap kak Dev.


"Ote anti ita ali atal alu ya(oke nanti kita cari pacar baru ya)" ucap Galih.

__ADS_1


Kak Dev hanya menggeleng melihat si kembar, hidup nya memeng gak pernah tenang kalau bersama kedua bocah kembar itu.


__ADS_2