Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Berdoa Untuk Papi Gilang


__ADS_3

Sudah hampir setengah jam mobil sport yang di kendarai oleh Dev memutar-mutar tak tentu arah, membuat keempat bocah kecil itu menjadi bingung jadinya.


Dan Dev melupakan sesuatu, kalau ia baru tiba semalam di jakarta dan belum tau arah jalan menuju kantor kaka sepupunya itu.


Galih yang duduk di kursi depan dengan kak Dev pun melihat ke arah Dev, membuat Dev juga melihat ke arah bocah kecil itu yang terlihat lucu dengan kacamata hitam kecil miliknya.


"Kenapa?" tanya Kak Dev.


"To ita utal-utal tini elus ci tat(kok kita mutar-mutar sini terus sih kak)" tanya Galih.


"Habisnya kakak gak tau di mana kantor papi kalian" ucap Dev.


Keempat bocah kecil menepuk mudah mereka, membuat Dev menepikan mobilnya sejenak.


"Kalian kenapa" tanya Dev.


"Tat enapa ga ilan alo ga au alan, tan ita isa undutin (kak kenapa gak bilang kalau gak tau jalan, kan kita bisa tunjukin)" ucap Galah yang duduk di kursi belakang.


"Ya maaf" ucap Dev.


"Ya sudah ayo kita berangkat lagi" ucap Dev.


Keempat bocah kecil itu pun kembali memakai kacamata hitam milik mereka, dan mobil tun kembali berjalan.


"Ali elem atam elot tat, elu ulus agi(dari perempatan belok kak, terus lurus lagi)" ucap Galih menunjuk jalan ke arah kantor sang papi.


"Ali ana elot dini agi elus elot dini, elus ulus elus anti eliatan ama tantol api ama ya adiata oup(Dari sana belok gini lagi terus belok gini, terus lurus nanti keliatan nama kantor papi nama nya Hadinata Group)" ucap Galih memperagakan tangannya untuk berbelok, karena ia belum tau itu belok kanan, apa kiri.


Dev hanya mengangguk-nganguk kepalanya mendengar bocah kecil itu yang menunjuk jalan.


Sedangkan ketiga bocah kecil yang duduk di kursi belakang hanya diam saja dan duduk santai, karena sudah ada juru penunjuk jalan yang duduk di kursi depan.


Kedua mata Dev tak sengaja melihat cewek cantik dan **** yang baru saja keluar dari swalayan, cewek itu berjalan ke arah mobil miliknya.


"Gila cantik banget" ucap Dev melihat cewek itu.


Mata keempat bocah kecil itu pun mengikuti arah pandang Dev, karena saat ini kap mobil mereka sedang terbuka.


"Ish, tatat ni enit(ish, kakak ini genit)" ucap keempat bocah kecil itu.

__ADS_1


"Ia aya alu iat tewe esi aja(iya kaya baru liat cewe **** aja)" ucap Galah juga.


Dev mencibir lalu bersiap menepikan mobil mereka di dekat mobil cewek itu.


"Tat au apa(kak mau apa)" tanya Galih.


"Mau kenalan bentar sama tuh cewek, sekalian mau minta ni WA" ucap Dev.


"No tat, yo ajut te tantol api alo ga ita duin api ya(no kak, ayo lanjut ke kantor papi kalau gak kita aduhin papi ya)" ucap Galah.


"Iya-iya" ucap Dev.


Dev pun kembali fokus menyetir seperti permintaan si kembar, Dev gak tau aja kalau ini awal mulai jalan hidupnya selama tinggal bersama si kembar....


"Hahahaha Author tertawa jahat..😂😀🤣"


Dev melihat gedung yang menjulang tinggi yang tertulis Hadinata Group, Dev pun membelokkan mobil masuk ke area kantor.


"Oleh ampe de(hore sampe deh)" ucap keempat bocah kecil itu bersorak senang.


Dev mengajak keempat bocah kecil itu keluar dari dalam mobil dengan hati-hati, mereka berjalan di lantai dasar dan menjadi pusat perhatian.


Si kembar dan kedua sahabatnya mengajak kak Dev masuk ke dalam lift khusus CEO, Dev hanya menggeleng kepala melihat para bocah itu yang sepertinya sudah tau seisi kantor.


Ting....


Pintu lift terbuka, semuanya keluar dari lift sorak keempat bocah kecil itu membuat Arman terusik yang sedang sibuk bekerja.


"Ai om Alman(hay om Arman)" sapa keempat bocah kecil itu.


"Hey kembar, Iqbal, Kifli, Dev" ucap Arman, karena ia memang sudah mengenal Dev, waktu ada perjalanan bisnis ke Jerman bersama sang bos.


"Om Alman api ita atit ya(om Arman papi kita sakit ya)" tanya Galih.


"Iya tadi bos habis pingsan, tapi udah sadar kok" ucap Arman.


"Apa api isan, yo ita iat api(apa papi pingsan, ayo kita liat papi)" ajak Galih.


Dengan cepat mereka masuk ke ruangan sang papi, tapi mereka liat ruangan itu kosong.

__ADS_1


"To api ama ami ga ada ci(kok papi sama mami gak ada sih)" ucap Galah.


"Ami, api(mami, papi)" panggi si kembar.


Ambar yang sedang menemani sang suami di kamar yang ada di ruangan itu pun mendengar suara si kembar.


"Sayang aku keluar dulu ya, sepertinya itu suara anak-anak" ucap Ambar.


"Iya sayang" ucap Gilang.


Clekk..


Mami Ambar membuka pintu kamar itu, dan pandangan Dev dan keempat bocah kecil itu tertuju pada pintu yang terbuka.


"Ami(mami)" panggil si kembar.


"Kakak ipar gimana keadaan kak Gilang" tanya Dev.


"Kakak kamu udah sadar, tapi masi pusing tuh lagi baring" ucap mami Ambar.


Dev dan keempat bocah kecil itu pun masuk kedalam kamar, mereka melihat papi Gilang sedang berbaring.


"Api, api atit ya(papi, papi sakit ya)" tanya si kembar naik ke atas ranjang dan langsung memeluk sang papi.


"Papi gak papa boy, papi cuma pusing ajak kok" ucap papi Gilang mengusap kepala kedua putra kembarnya.


"Api epat embu ya(papi cepat sembuh ya)" ucap si kembar.


"Ibal, Ipli yo oain api ita ya ial epat embu(Iqbal, Kifli ayo doain papi kita ya biar cepat sembuh)" ucap si kembar.


"Ia embal, ita atan oian api Ilan ial epat Embu(iya kembar, kita akan doain papi Gilang biar cepat sembuh)" ucap Iqbal dan Kifli.


Gilang, Ambar dan Dev tersenyum melihat keempat bocah kecil itu, tak hanya cerewet tapi juga lucu dengan cara bersamaan.


Keempat bocah kecil itu pun mulai berdoa, berdoa untuk kesembuhan papi Gilang, karena mereka gak mau papi Gilang saki seperti ini.


"Ya Alloh, embu tan lah api ita, atian api alo ampe atit, ita ga uat iat ya ya Alloh, ita ayan api, abul tan la oa ami ya Alloh, Aminn(Ya Allah, sembuhkan lah papi kita, kasian papi kalau sampe sakit, kita gak kuat liat nya Ya Allah, kita sayang papi, kabulkan lah doa kami Ya Allah, Amin)" doa keempat bocah kecil itu juga di amankan oleh mami Ambar, papi Gilang dan kak Dev.


Kalau di tanya dari mana si kembar suka berdoa kalau sedang ada musibah, ya dari pak ustad guru ngaji mereka.

__ADS_1


Next...


Jangan lupa Like, komen sama Vote ya guys...


__ADS_2