Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Bab 13. Mami Cerewet


__ADS_3

Pagi harinya Ambar masuk ke dalam kamar ke dua putra kembarnya, Ambar menggeleng kepalanya melihat ke dua bocah kembar itu tidur entah bagaiman model, Galah tidur dengan kaki di atas kepala Galih sedangkan Galih tidur dengan kaki dekat wajah Galah.


Ambar berjalan membuka kain garden di kamar itu, dan cahaya matahari pun masuk ke dalam kamar, membuat tidur ke dua bocah kembar itu terusik.


Galah mengucek ke dua matanya, dan melihat sang mommy yang sedang berdiri tak jauh dari ranjang mereka.


"Amyy, to ain aden yaa ih uka si, tan ilau(mami, kok kain garden nya di buka sih, kan silau)" ucap Galih yang bangun duluan


"Ini udah pagi sayang, ayo sekarang bangun dan mandi" ucap Ambar


Galah ikut memaksakan membuka ke dua matanya karena silauan sinar mata hari yang masuk melalui jendela.


"Ayo sayang bangun, terus mandi ya" ucap Ambar


Galah dan Galih saling pandang karena mendengar perkataan sang mami yang sangat cerewet.


"Amyy, elewet anet ya(mommy, cerewet banget ya)" ucap Galih lalu turun dari atas ranjang di ikuti oleh Galah.


Ke dua bocah kembar itu masuk ke dalam kamar mandi, Galah dan Galih tidak lupa membawa handuk kecil milik mereka.


Sebelum membangunkan ke dua putra kembarnya, Ambar sudah lebih dulu menyiapkan air hangat untuk mereka dalam bat tup, setelah mengeluarkan semua pakaian mereka ke dua bocah kembar itu pun masuk ke dalam bat up yang sudah berisi air.


Galih mengangkat bebek mainan ke arah Galah sang kaka, lalu ke duanya tertawa bersama sambil berceloteh lucu.


"Alah amu aya bebet(Galah kamu kaya bebek)" ucap Galih menjahili saudara kembarnya, membuat yang di ejek menyiramkan air ke wajah Galih dan ke duanya pun terkikik bersama.


Tak lama kemudian ke dua bocah kembar itu selesai dengan mandi mereka, ke luar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kecil yang membungkus tubuh mereka berdua.


Ambar juga sudah menyiapkan baju yang sama untuk si kembar sebelum turun ke lantai bawa, Galah dan Galih memakai pakaian mereka, tak lupa juga ke dua bocah kecil itu menata rambut mengunakan minyak rambut pria dan juga parfum yang sudah Ambar siapkan.


"Yo ita ulun te antai awa(ayok kita turun ke lantai bawa)" ajak Galah


Lalu ke dua bocah kembar itu turun ke lantai bawa, samar-samar Galah dan Galih mendengar suara obrolan sang mami dengan seseorang.


"Hay, ganteng-ganteng nya aunty" ucap wanita cantik yang tak lain adalah Maura


"Oty ura(aunty Maura)" ucap Galah dan Galah bersama

__ADS_1


Maura dan Jovian pagi-pagi sudah datang ke kediaman Gilang dan Ambar, Jovian ingin membicarakan perihal bisnis dengan sahabatnya dan Maura mengobrol bersama Ambar sepupunya di ruang tengah.


"Duh, kalian udah ganteng wangi-wangi lagi" ucap Maura


"Ia don oty, ita tan bis andi(iya dong aunty, kita kan habis mandi)" ucap Galih


"Gila ya anak loh mirip si Brian sama Marvel waktu kecil" ucap Maura


"Iya, ngikutin jejak uncle mereka" jawab Ambar


"Man ucel Blian ama ucel Alvel akal ya myy atu ecil(emang uncle Brian sama uncle Marvel nakal ya myy waktu kecil)" tanya Galah kepo


"Nakal banget, sama kaya kalian" jawab Maura


Galah dan Galih saling pandang lalu berkata bersama.


"Ita ga atal to, ita uma ain aja tan asi ecil ia tan Alih(kita gak nakal kok, kita cuma main aja kan masih kecil, iya kam Galih)" ucap Galah tersenyum pada sang kembaran


"Ia enal apa ata Alah(iya benar apa kata Galah)" ucap Galih membenarkan perkataan sang kaka


Tak lama kemudian Jovian dan Gilang keluar dari ruang kerja Gilang, Si kembar yang melihat Jovian sontak saja langsung turun dari atas sofa.


"Ucel Jo(uncle Jo)" ucap si kembar bersama


"Hey, kalian pagi-pagi udah ganteng-ganteng ya" ucap Jovian


"Ia don ucel(iya dong uncle)" ucap ke dua bocah kembar itu


Setelah selesai membicarakan pekerjaan, Ambar mengajak mereka semua untuk sarapan bersama. Karena para pelayan sudah menyiapkan menu sarapan pagi ini.


"Myy, ita au ayam dolen ya(myy, kita mau ayam goreng ya)" ucap Galah dan Galih


"Iya sayang" ucap Ambar


Sebelum menyantap sarapan, si kembar tidak lupa berdoa terlebih dahulu. Karena itu sudah menjadi kebiasaan ke dua bocah kembar itu dan mereka semua menyantap sarapan masing-masing.


☘☘☘

__ADS_1


Galah dan Galih berlarian kejar-kejaran diruang tengah dengan dan jangan di tanya saat ini kondisi ruang tengah menjadi seperti kapal pecah, karena mainan berserah kan sana sini. Ujung-ujung nya menjadi kerjaan para pembantu.


Hahahaa....


Suara tawa dari ruang tengah terdengar sampai ke dapur, membuat Ambar yang sedang membuatkan jus untuk dietnya sontak saja menyelenggarakan kepalanya.


"Sayang apa yang kalian lalukan" tanya Ambar melihat kekacauan yang di buat oleh ke dua putra kembarnya


"Myy, tu apa(myy, itu apa)" tanya Galih, bukannya menjawab pertanyaan sang mami


"Ini jus diet buat mami" ucap Ambar


"Enat ga myy(enak gak myy)" tanya Galah


"Ini pait banget sayang, ini namanya jus pare" ucap Ambar


Si kembar kembali bermain membiarkan sang mami yang sedang asik meminum jus buah pare, sedangkan suasana di sekitar mereka sudah sangat berantakan karena ulah bocah kembar itu.


"Alah ita ain eta olon yo(Galah kita main kereta dorong yuk)" ajak Galih


"Yo, api amu yan aik ya atu yan olon(ayok, tapi kamu yang naik ya aku yang dorong)" ucap Galih


"Api ita antian ya ait eleta olon yaa(tapi kita gantian ya naik kereta dorong nya)" ucap Galah


"Ia api atu yan uluan ya(iya tapi aku yang duluan ya)" ucap Galih


Galih naik ke atas kereta dorong, lalu Galah mulai mendorong keretanya dengan pelan, sesekali Galih meminta kembaran nya untuk mendorong sedikit cepat karena Galah mendorong sangat pelan, membuat Galih yang ada di atas kereta protes.


"Alih amu elat, etalan ita antian amu yan olon atu(Galih kamu berat, sekarang kita gantian kamu yang dorong aku)" ucap Galah


Galih berpikir sejenak lalu turun dati atas kereta dan meminta kembaran nya untuk naik kereta itu, Galih gantian mendorong sedikit kuat keretanya sehingga membuat Galah keenakan.


Next...


Tinggalkan Like, Komen sama Vote ya, biar aku makin semangat up nya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2