Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Bab 27. Uncle Kepo


__ADS_3

"Ita epon tata ela aja ucel(kita telpon kaka Sheila aja uncle)" ucap Galah


"Kamu benar juga ya" ucap Brian, mengambil ponsel milik nya dari saku jasnya.


Brian melakukan panggilan Vidio call, lalu tak lama kemudian wajah cantik Sheila muncul di layar ponsel dengan senyum manisnya. Dengan cepat si kembar berdiri memperlihatkan wajah mereka pada gadis cantik di layar ponsel, membuat wajah uncle Brian jadi tak terlihat oleh mereka.


"Hay tata ela(hay kaka Sheila)" sapa si kembar bersama


"Hay juga ganteng, kalian lagi apa" tanya Sheila


"Ita agi ih antol ucel tata(kita lagi di kantor uncle kaka)" jawab Galih


Brian menyembulkan kepalanya dari selah kepala si kembar, agar bisa melihat wajah gadis cantik nya. Bukannya Brian yang menyapa Sheila tapi si kembar.


"Hay sayang, kamu lagi apa" tanya Brian dengan senyum tampan nya.


"Aku baru selesai mata kuliah pertama kak, ni lagi nunggu mata kuliah ke dua" jawab Sheila


"Udah makan siang belum" tanya Brian


"Udah tadi sama Sintia" jawab Sheila, Sintia itu adalah sahabat baik Sheila dari sekolah SMA sampai kuliah pun di universitas yang sama.


"Kaka udah makan siang belum" tanya Sheila


"Udah kok sayang" jawab Brian


Si kembar yang sedari tadi di acuh kan pun buka suara.


"To ita ga ih anya cih tata(kok kita gak di tanya sih kaka)" ucap Galih


"Maaf sayang, kaka keasyikan ngomong sama uncle, ganteng-ganteng nya kaka udah makan siang belum" tanya Sheila sambil tersenyum karena si kembar merajuk.


"Uda tata ita atan ayam dolen lo(sudah kaka kita makan ayam goreng loh)" ucap Galah


Sedangkan Brian mendengar obrolan sang kekasih dan juga si kembar, hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah ke duanya.


"Wah, ganteng nya kaka makan ayam goreng ya" ucap Sheila


"Ia tata antit(iya kaka cantik)" ucap Galah dan Galih


"Makasih, Galah sama Galih juga ganteng" ucap Sheila


"Uncle juga ganteng" ucap Brian, karena tak terima hanya si kembar yang di bilang ganteng oleh sang kekasih.

__ADS_1


"Ucel ga anten, ita yan anten ia tan Alah(uncle gak ganteng, kita yang ganteng iya kan Galah)" ucap Galih, membuat Brian mendengus kesal karena perkataan si kembar.


Sedangkan gadis cantik yang ada di layar ponsel, tersenyum melihat tingkah si kembar dan juga uncle mereka. Brian selalu tak berdaya kalau ada si kembar.


"Sayang udah dulu ya dosennya udah masuk" ucap Sheila


"Iya sayang" ucap Brian


"Galah, Galih kaka tutup telponnya ya, dada ganteng" ucap Sheila


"Dada tata ela(dada kaka Sheila)" ucap Galih dan Galah bersama.


Setelah panggilan vidio call terputus, Brian bersama si kembar duduk di sofa.


"Kalian main di sini aja ya, jangan kabur lagi" ucap Brian


"Ucel au apa(uncle mau apa)" tanya Galah


"Uncle mau kerja, mau periksa laporan" ucap Brian


"Ote ucel(oke uncle)" ucap si kembar bersama.


Brian beranjak berdiri dari sofa, berjalan menuju kursi kebesarannya. Brian mulai memeriksa map-map yang menumpuk di atas meja kerja nya, sedangkan si kembar masi duduk diam di sofa.


"Ucel(uncle)" panggil Galih


Tapi Brian tak menghiraukan panggilan ponakan nya yang berdiri di dekat kursi kebesarannya. Brian sedang fokus memeriksa laporan.


"Ucel(uncle)" panggil Galih lagi


"Hhheemm,, ada apa boy" ucap Brian


"Alih au ipis ucel(Galih mau pipis uncle)" ucap Galih sambil menyilang kan ke dua kaki nya.


"Epat ucel Alih dah ga aan(cepat uncle Galih sudah gak tahan)" ucap Galih


Brian melepaskan map yang ada di tangannya, lalu mengangkat Galih, dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangannya.


Sampai di kamar mandi, Brian mengeluarkan celana ponakan nya agar bisa buang air kecil, pikir Brian belum nikah aja gini apa lagi nanti udah punya anak.


Selesai Galih buang air kecil ke duanya kembali ke ruang kerja, Brian dan Galih melihat Galah sedang aduh mulut bersama Miranda.


"Ante apa in cih asut te ini(tante ngapain sih masuk ke sini)" ucap Galah tak suka

__ADS_1


"Aku hanya mau mengantarkan laporan yang harus di tandatangani pak Brian" ucap Miranda sombong


"Alo aja ih eja olan yaa(taro aja di meja laporan nya" ucap Galah


"Gak bisa adik kecil, saya harus menyerahkan langsung pada pak Brian" ucap Miranda


"Ish, elas epala ene ihil(ish, keras kepala nenek sihir)" ucap Galah


Miranda yang tidak terima di katakan nenek sihir ingin menjewer telinga bocah itu, tapi langsung berhenti saat mendengar perkataan Brian.


"Jangan kamu sekali-kali menyentuh keponakan ku" ucap Brian, membuat Miranda diam dan menunduk.


"Ante yaa aat ucel(tante nya jahat uncle)" ucap Galah


"Keluar kamu dari ruangan saya" ucap Brian


Miranda dengan cepat keluar dari ruangan atasannya itu, ia megutuki bocah kecil itu yang sudah menganggu semuanya.


"Liat aja aku gak akan tinggal diam, aku harus terus menggoda pak Brian, agar menjadi milik ku, hheemm... Sebentar lagi aku bakalan menjadi nyonya Wijaya, bukan wanita itu" ucap Miranda dalam hati tersenyum licik.


Sementara itu di dalam ruangan Brian mendekati Galah yang berdiri di dekat meja.


"Kamu gak papa boy" tanya Brian


"Alah ga apa ucel, adi ante enet ihil itu au ewel iga Alah(Galah gak papa uncle, tadi tante nenek sihir itu mau jewer telinga Galah)" aduh Galah pada sang uncle


Galih berjalan mendekati sang kembaran lalu membisikan sesuatu dan hanya ke dua bocah kembar itu yang tau, Brian mengernyit keningnya heran melihat dua ponakan nakalnya itu.


Setelah selesai membisikkan sesuatu pada Galah, si kembar tersenyum licik seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Apa lagi yang mau di lakukan si kembar sekarang" ucap Brian dalam hati sambil menatap si kembar dengan diam


"Kalian lagi bisik-bisik apa sih, uncle mau tau dong" ucap Brian


"Ish, ucel epo (ish, uncle kepo)" ucap si kembar bersama lalu mereka berjalan dan naik ke atas sofa duduk dengan manis. Tinggal menunggu waktu biar bisa kabur dari sang uncle.


Brian berdiri mendengus kesal mendengar perkataan kompak dari ke dua ponakan kembarnya itu, Brian berjalan menuju kursi kebesarannya lagi. Untuk melanjutkan memeriksa laporan yang sempat tertunda tadi.


Sedangkan Galah dan Galih sedang berceloteh, menunggu uncle mereka fokus bekerja setelah itu kabur pelan-pelan, dan menjalankan rencana mereka. Tampa sepengatahuan sang uncle.


Next...


Like, komen dan Vote ya,,

__ADS_1


__ADS_2