Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Gak Seruh


__ADS_3

Galah terlihat mendekat ke arah om Raffa, membaut semua yang ada di sana menatap curiga pada bocah kecil itu.


"Alah amu au pain(Galah kamu mau ngapain)" tanya Galih.


"Atu au udut di etat om Laffa (aku mau duduk di dekat om Raffa)" ucap Galah.


"Amu ga udut di ekat ucel(kamu gak duduk di dekat uncle)" tanya Galih.


"Ga atu au udut di ekat om Laffa, om Laffa tan da au te ual elgi(gak aku amu duduk di dekat om Raffa, om Raffa kan udah mau ke luar negri)" ucap Galah duduk di dekat om Raffa.


"Om Laffa anti epat ulan te tini agi tan(om Raffa nanti cepat pulang ke sini lagi kan)" tanya Galah.


"Inya Allah om pasti cepat pulang" ucap om Raffa.


"Kenapa memangnya" tanya uncle Brian.


"Elati om Laffa ga ada don alo ita ulan aun (berarti om Raffa gak ada dong kalau kita ulang tahun)" ucap Galih.


"Iya ya, kalian mau ulang tahun, om hampir lupa" ucap om Raffa.


"Ga elu don anti(gak seru dong nanti)" ucap Galih.


"Jangan sedih dong, nanti kan om akan bawakan oleh-oleh buat kalian berempat" ucap om Raffa.


"Ia om ita ga atan edi de, atal oye-oye ada heheh(oya om kita gak akan sedih deh, asal oleh-oleh ada hehehe)" ucap Galih sambil terkekeh.


"Kamu ini bisa aja" ucap om Raffa.


"Alo ucel au asi ita dia apa(kalau uncle mau kasih kita hadiah apa)" tanya Galih.


"Gak uncle uncle cuma mau ngucapin selamat buat kalian" ucap uncle Brian.


"Uma amat, ga aci ita dia(cuma selamat, gak kasih kita hadiah)" tanya Galih.


"Gak, lagian kalian kan udah punya banyak mainan" ucap uncle Brian.


"Ilan aja ucel asi ele(bilang aja uncle masi kere)" ucap Galih.


Membuat semau yang ada di ruangan itu tertawa melihat uncle Brian dan juga Galih, apa lagi Raffa yang tertawa terbahak-bahak melihat sang sahabat.


"CEO Wijaya Group di bilang kere" ucap Raffa sambil tertawa.


"Ia om Laffa ucel Blian ele(iya om Raffa uncle Brian kere)" ucap Galah juga, hanya Iqbal dan Kifli tidak membuli uncle Brian, kedua bocah kecil itu hanya duduk manis dan diam. Sedangkan si kembar tidak.


"Tata ela anan au atalan ama ucel, ucel ele(kaka Sheila jangan mau pacaran sama uncle, uncle kere)" ucap Galih.


Membaut uncle Brian kaget dan melotot, sedangkan kak Sheila tertawa mendengar perkataan bocah kecil itu yang terdengar lucu.


"Sembarangan aja kamu, kamu gak tau kalau uncle banyak uang" ucap uncle Brian gak mau kalah.


"Tu utan uan ucel au, tu uan akek(itu bukan uang uncle tau, itu uang kakek)" ucap Galih.


"Dad, cucumu ini selalu saja membuli ku" aduh uncle Brian pada sang daddy.


"Kau dulu kan juga gitu boy" ucap kakek Nicko, membuat uncle Brian menatap sang daddy dengan wajah mamelas.


Dan lagi-lagi si kembar yang menjadi pemenangnya, uncle selalu kalah dari mereka.


"Ita odoin aja tata ela ama towo ain ya Alah(kita jodohin aja kaka Sheila sama cowok lain ya Galah)" ucap Galih bertanya pada sang kembaran.


"Ia amu enal uga(iya kamu benar juga)" ucap Galah, ikut bersuara.


"Kalian ini ponakan durhaka tau" ucap uncle Brian.


"Ga ada poatan uaka ucel, yan ada anat uaka(gak ada ponakan durhaka uncle, yang ada anak durhaka)" ucap Galah.


"Kalian tau dari mana?" tanya uncle Brian.


"Ali pa utas la(dari pak ustad lah)" ucap Galah.


"Sayang kok kalian diam aja?" tanya eyang Nisa.

__ADS_1


"Ia eyan ial ebal aja yan ailin ucel ita ga itutan(iya eyang biar kembar aja yang jahilin uncle kita gak ikutan)" ucap Iqbal.


"Kaya Iqbal sama Kifli dong, gak ngebuli uncle" ucap uncle Brian.


"Ga ita eda ucel, ita ni embal-embal akal(gak kita beda uncle, kita ini kembar-kembar nakal)" ucap Galih.


"Kalian memang nakal banget" ucap uncle Brian.


"Ia la ucel(iya lah uncle)" ucap Galah.


Tak lama kemudian kaka Dev juga ikut bergabung bersama mereka di ruang tengah, uncle Brian melihat ke arah kak Dev.


"Dev, loh betah tinggal sama ni dua bocil?" tanya uncle Brian.


"Di bikin betah kak, tiap hari bikin rusuh di kamar" ucap kak Dev.


"Di konci aja pintu kamarnya" ucap uncle Brian.


"Gak bisa kak, mereka banyak akal" ucap kak Dev.


"Sama mereka aja loh takut" ucap uncle Brian.


"Kaka sendiri aja gak bisa lawan mereka, apa lagi aku" ucap kak Dev.


"Kalian berdua sama aja" ucap Raffa.


"Ketawa aja loh terus" ucap uncle Brian.


"Hahaha ada yang ngambek nih kembar" ucap om Raffa.


"Ialin aja om olan ele(biarin aja om orang kere)" ucap Galih.


"Sorry ya uncle ini bos" ucap uncle Brian.


"Ish os, os ali ana(ish bos, bis dari mana)" ucap Galah.


"Bos Wijaya Group" ucap uncle Brian.


"Ita eltaya to ama ucel(kita percaya kok sama uncle)" ucap Iqbal.


"To alian ela ucel ci(kok kalian belain uncle si" tanya Galih.


"Ita ga elain ebal, ita uma ilan(kita gak belain kembar, kita cuma bilang)" ucap Iqbal.


"Ia ga ole ain ucel ita tan abat(iya gak boleh belain uncle kita kan sahabat)" ucap Galah.


"Api ucel tan acian(tapi uncle kak kasian)" ucap Kifli.


Si kembar melihat uncle Brian, lalu melihat kak Sheila yang hanya tersenyum melihat mereka.


"Ucel ga arah tan ama ita(uncle gak marah kan sama kita)" tanya Galih.


"Gak tau" ucap uncle Brian memasang wajah kesal nya.


Membaut si kembar saling pandang, tapi si kembar kan banyak akal membujuk uncle mereka.


Mami Ambar meminta keempat bocah kecil itu untuk bersiap-siap pergi mengaji, karena jam sudah menunjukan pukul 3 sore.


"Yo ais ita andi(ayo guys kita mandi)" ajak Galah.


Si kembar dan kedua sahabatnya pun pergi ke lantai dua, keempat bocah kecil akan bersiap pergi ke masjid.


"Anti ita inta di atelin ama ucel ya(nanti kita minta di anterin sama uncle ya)" ucap Galah.


"Api ucel tan arah ama ita(tapi uncle kan marah sama kita)" tanya Galih.


"Enan anti ita udut aja(tenang nanti kita bujuk aja)" ucap Galih.


"Ote la, yo ita andi(oke lah, ayo kita mandi)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam kamar mandi, dalam keadaan telanjang.

__ADS_1


Di lantai bawa daddy Nicko bertanya pada Raffa yang akan ke prancis beberapa hari ini.


"Nak kamu mau ke prancis beneran?" tanya kakek Nicko.


"Iya om, papa minta aku ke sana" ucap Raffa.


"Tapi balik lagi kan?" tanya daddy Nicko.


"Balik lagi kok om, mungkin juga gak lama di sana" ucap Raffa.


"Si Melodi udah gak gangguin kamu lagi kan bro?" tanya Brian.


"Semalam dia datang ke apartemen, cuma semalam gue gak tidur di sana" ucap Raffa.


"Terus loh tidur di mana?" tanya Brian.


"Di rumah bokap sama nyokap yang dulu" ucap Raffa.


Mereka semua larut dalam obrolan, terkadang juga mereka membahas masalah bisnis, karena saat ini hanya tinggal Raffa, Brian dan kakek Nicko.


Sedangkan Sheila, mami Ambar dan mommy Nisa sudah pergi ke dapur.


Di dalam kamar si kembar, Galih keluar duan dari kamar mandi, lalu di susul oleh Galah, Iqbal dan Kifli.


"Alih amu to andi ya epat ci(Galih kamu kok mandi nya cepat sih)" tanya Galah.


"Ia la andi tu lu s ulu-ulu ial ita ga elat(iya laj mandi itu harus buru-buru biar gak telat)" ucap Galih, mengambil baju gamis miliknya di atas ranjang.


"Ais alian ulan aji te ini agi tan(guys kalian pulang ngaji kesini lagi kan)" tanya Galah.


"Da ga ed ita asun ulan te uma(udah gak deh kita langsung pulang ke rumah)" ucap Iqbal.


"Ia bis tan da ole(iya habis kan udah sore)" ucap Kifli.


"Ya daal ita tan enen adat alian atan alam(ya padahal kuta kan pengen ajak kalian makan malam)" ucap Galih.


"Anti apan-apan aja ya(nanti kapan-kapan aja ya)" ucap Iqbal.


"Ia de(iya deh)" ucap Galah.


Selesai berganti baju gamis, keempat bocah kecil itu turun ke lantai bawa. Kopiah sudah menutupi kepala keempat bocah kecil itu.


Para bocah itu mendekati uncle Brian dan juga om Raffa yang sedang mengobrol bersama kakek Nicko.


"Hey boy kalian sudah siap?" tanya kakek Nicko.


"Ita da iap ke, ucel atelin ita te asjid don(kita sudah siap kek, uncle anterin mita ke masjid don" ucap Galih memegang lengan tangan uncle Brian.


"Iya ayo" ucap uncle Brian.


"Bro, gue nganterin mereka dulu ya, loh ngobrol aja sama daddy" ucap Brian.


"Iya," ucap Raffa.


"Om Laffa, akek ita elgi aji ulu ya(om Raffa, kakek kita pergi ngaji dulu ya)" ucap keempat bocah kecil itu.


"Iya boy, ngaji yang rajin ya" ucap kakek Nicko dan om Raffa.


"Iap om(siap om)" ucap keempat bocah kecil itu.


I kembar dan kedua sahabatnya lalu mengikuti uncle Brian keluarga lurah, meraka masuk ke dalam mobil sport milik uncle Brian.


"Atu udut di epan ya(aku duduk di depan ya)" ucap Galah.


"Ia ita di elatan aja(iya kita di belakang aja)" ucap Galih.


Setelah semaunya masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari gerbang rumah si kembar, dan tak lama kemudian mobil berhenti di depan gerbang masjid.


Next...


Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya...

__ADS_1


__ADS_2